Whoever me, Whatever me, and Whenever me. I'm the only one and just one of "me".

Jumat, 14 September 2012

Kemah Pendidikan Lingkungan Konservasi, Day 1st

23.32 Posted by Tiara Putri , 15 comments
Sabtu - Senin, 08 - 11 September kemarin gw ke Karimun Jawa loh hhohho, sayangnya bukan untuk main, tapi memenuhi undangan dari Balai Taman Nasional Karimun Jawa yang mengadakan kegiatan Kemah Pendidikan Lingkungan Konservasi. Undangannya datang ke WAPEALA sih, terus gw ditawarin mau ikut apa enggak, yo wis angkat tangan duluanlah, Karimun Jawa gratis ? lumayan to. Nah karena undangan terbatas untuk tiga orang, maka yang berangkat gw, Ajeng dan Mas Oci.

Akhirnya jumat sekamir jam 23.00 gw berangkat dari PKM Joglo pake motor ke Jepara. Gw dianterin sama si doi (uhuuuk) karena bawa motor Semarang-Jepara itu pasti gg bakalan kuat deh gw ngantuknya. Nyampe Jepara itu sekamiran subuh dan langsung numpang tidur di warung hhahha. Jam 06.00 pagi, pelabuhan udah mulai rame, kami juga harus briefing sama panitia untuk menerima tiket dan co-card sebagai tanda pengenal sementara. Cuus langsung deh naik kapal KMP Muria daaan ini my first ride loh hhahha jadi agak tegang-tegang gimana gitu.

Cerita soal di kapal gw skip aja, soalnya cuma tidur bangun tidur bangun dan tidur lagi. Sesampainya disana, kami langsung naikin barang ke mobil patroli Polhut dan kaminya jalan ke kantor BTNKJ-nya, dari kantor baru deh naik mobil ke suatu tempat.

Gw berasa keren gitulah naik mobil 4WD-nya polhut alias ranger boo. Terus kami diturunin di pantai gitu, wah seru dah, pantainya sepi banget dan bersih.

Lah ternyata dari pantai itu, kami jalan lagi, loh kok malah ngejauhin pantai, pikir gw, eh la la ternyata kami mau ke camping ground Legon Lele. Gw pikir ke Karimun Jawa nih bakal nyelem kek snorkeling kek apalah lah ketemunya hutan lagi, duh duh.

Sampe di camping ground-nya kami udah disediain tenda, mas Oci musti ngungsi ke tenda sesama cowok dan kami dibarengin sama Vita, anak Gova UNS. Asiknya tuh tendanya baru, kapasitas untuk enam orang dan cuma diisi kami bertiga hhahha mewah banget dah. Malemnya ada acara pembukaan, perkenalan dan briefing buat kegiatan besok.

Acara hari kedua adalah Tracking, jalurnya menyusuri sisi timur pulau Karimun Jawa dari Legon Lele sampai Kemloko yang kurang lebih berjarak 5 km. Kami menjadi tim kedua yang berangkat. Perjalanannya cukup nyaman, meskipun sekalinya nanjak itu bikin ngos-ngosan dan turunan yang lebih enak dilewati dengan merosot. Jalurnya masih benar-benar alami, petunjuk jalan hanya berupa tanda panah di pohon atau plang Jalur Patroli.

Yang jadi masalah cuma gerahnya itu loh minta ampun, baru jalan sebentar aja baju udah basah kuyup sama keringat, hutan yang kami lalui memang hutan hujan tropis dataran rendah, dengan kanopi yang lumayan lebat sehingga perjalanan tidak silau dan serasah hutan yang jadinya kalau jalan gg bisa hening. Serasah tersebut juga harus dilewati secara hati-hati karena bisa jadi bersembunyi ular Edor yang katanya gigitannya mematikan, jadi kalau jalan, duduk atau baringan musti liat-liat dulu.

Nah selama perjalanan kami juga harus melewati pos-pos, untuk mendapat informasi serta kuis seputar flora dan fauna di Karimun Jawa. Ternyata Karimun Jawa gg cuma punya laut aja loh, BTNKJ mengelola lima ekosistem di kepulauan ini, yakni, ekosistem hutan rimba, pantai, mangrove, lamun dan terumbu karang. Dengan banyak flora dan fauna endemik, menjadikan kepulauan ini salah satu aset berharga bagi negara kami.

Nah meskipun kami tim kedua yang berangkat, kami berhasil nyusul tim pertama dan malah jadi duluan tiba di pos satu dan pos dua. Dari pos dua ternyata kami salah ambil jalan dan mungkin karena kurang teliti melihat penunjuk jalan, kami mulai kehilangan arah. Makin lama jalan yang kita pilih makin sulit dilalui musti diterobos. Sempat terjadi perdebatan, Ajeng yakin kalau kita musti naik lebih tinggi lagi, gw maunya turun aja karena udah susah untuk nyari jalan naik, akhirnya Mas Oci milih untuk menyusuri bekas aliran sungai menuju hilir. Dan syukurlah gg lama kami denger suara orang, buru-buru lari deh daaaaan kami muncul di pos empat hhahha ditambah ternyata kami nyasar sampai dua jam. Dari pos empat kami disuruh turun dulu ke pos tiga dan buru-buru naik lagi karena udah pengen cepet selesai gitu dah. Nah dari pos lima ke exit point ini nih yang berat banget, jalurnya terjal dan gw gg kuat haus banget, gw kan gg kuat panas nah klo gg ada air wah udah deh rewel level dewa hhehhe pas akhirnya kita sampai exit point, disambut sama pantai dong, wah cantik dah.

Setelah makan siang di pantai -meskipun gw gg ikut makan karena gw sudah amat sangat puas dan kenyang minum air- kita diangkut lagi menuju lokasi Tracking Mangrove. Disini kita dikasih kursus kilat mengenai mangrove dan lagi-lagi kami diberitahu tentang kekayaan flora di pulau ini. Terdapat banyak jenis mangrove disini, bahkan yang langka secara global bisa ditemui umum disini.

Nah disini juga kami belajar mengamati burung atau bahasa kerennya bird watching, berbekal binocular pinjaman dari teman-teman KPB alias Kelompok Pengamat Burung, kami cukup menikmati kegiatan yang susah susah gampang ini. Hari itu berakhir dengan gw dan Ajeng mengungsi duluan ke tenda sedangkan yang lain lanjut begadang, capek ? gg juga sih tapi klo bisa tidur yah kami milih tidur dibanding main kartu hhohho.
xxxChuu original by ra~ccon.

Kamis, 12 Juli 2012

The Day : Medicine & Mangrove

16.10 Posted by Tiara Putri , , 26 comments
Well, I'm back, akhir-akhir ini memang gw sering melupakanmu blogie hiks hiks padahal ada banyak hal yang ingin gw tuliskan tapi apa daya rasa malas terlalu sering mendominasi dan menang, err. Jadi gw baru kelar UAS, oke goodbye semester empat hhahha akhirnya terlalui juga semester yang penuh drama dan tangis air mata ini hhohho.

Nah H-2 dan H-3 UAS, akhirnya acara pertama gw dan anak-anak Tarsius sebagai anggota WAPEALA jalan juga, eh eh apaan tuh Tarsius ? ups ini lain cerita yah hhehhe. Jadi selama kurang lebih sebulan kami mempersiapkan acara Pengobatan Gratis dan Penanaman Mangrove di daerah Mangkang, Kecamatan Tugu, Semarang. Ini acara pertama dimana gw memegang posisi ketua pelaksana, jadi awalnya gw ditantangin gitu dan as usual karena gw berpikir menggunakan tulang belakang jadilah gw ketua pelaksana. Posisi baru, acara baru dan rekan kerja baru membuat gw agak kesulitan juga ditambah emang gw tuh dasarnya gg suka kerjaan yang capek pikiran, duh bikin mumet dah. Setelah melewati masa stress di menit-menit terakhir pra-kegiatan, jalan juga deh kegiatan kami.

Hari pertama, Jum'at, 29 Juni 2012 itu acaranya Pengobatan Gratis bagi warga kelurahan Mangkang Wetan dan Mangunharjo bekerja sama dengan tim medis dari Fakultas Kedokteran Undip. Karena satu dan lain hal, hari Kamisnya gw gg nginep dan baru pagi-paginya gw berangkat dari Semarang bawa banyak barang, gw sama senior udah kayak mau pergi mudik aja, ditambah karena daerah terminal Mangkang lagi perbaikan jalan, jadinya macet sedangkan kami udah dimarahin sama acara, jadilah off-the-road. Sempet agak waswas juga karena tim dokternya udah datang kok ya warganya belum pada datang, akhirnya gw disuruh woro-woro pake TOA masjid, lucunya beres gw woro-woro itu woro-woronya diulang pake bahasa Jawa hhohho.

Dan gg berapa lama langsung banyak deh para warga yang datang, gw yang sempet mati gaya karena katanya gg boleh ngerjain kerjaan gg penting akhirnya nongkrongin tempat pendaftaran. Repotnya di pendaftaran adalah kalau yang daftar itu udah tua, udah gg inget umur, gg bisa ngomong bahasa Indonesia dan udah berkurang pendengarannya, duh sampe musti pake dua translator. Tapi hari itu berjalan dengan lancar, dari target awal 200 pasien tercapai 149 pasien, yah wajarlah ya masa kita mau maksain orang untuk sakit hhehe.

Hari kedua, Sabtu, 30 Juni 2012 adalah saatnya bersenang-senang karena hari itu kita nanem mangrove yang berarti lumpur dan air hhohho. Dengan peserta berjumlah kurang lebih 60 orang yang berasal dari BEM fakultas, mapala-mapala fakultas, UKM dan masyarakat umum. Eh ini pertama kalinya juga loh gw ngasih kata sambutan hhahha sumpah gajebo banget sambutan gw.

Setelah acara formal yang berasa lama itu selesai, kita pun menyebrang sungai untuk menuju tempat penanaman, sungainya sih sepinggang tapi lumpurnya sebetis jadi susah jalan, belum lagi gg pake sendal jadilah kaki pada luka tapi tidak mengurangi asiknya sih.

with the youngest participant, Fathina :D
Setelah bagi-bagi bibit dan ajir (bambu) dimulai deh penanamannya, kali ini kami menanam dua jenis mangrove, yakni jenis bakau dan api-api. Terus gimana cara nanamnya ? pertama tancepin ajirnya, yang dalem biar kuat, terus buat lubang di dekat ajir tersebut, masukin bibitnya dekat sama ajir, terus tutup lubangnya dan jangan lupa ikat bibitnya dengan ajir.

dan setelah (hampir) semua bibit tertanam, waktunya bersih-bersih pantai deh, karena kebetulan tempat penanaman kami itu emang di pantai dan karena acara udah selesai mulai deh keberingasan lempar-lempar lumpur sampai guling-gulingan. Basah, kotor, asin, kelilipan tapi luar biasa menyenangkan. Pulangnya gw tepar, sakit kepala karena emang gw gg kuat panas sih.

Nah lalu keesokan harinya, saat gw sedang mencari gunting dan keingetan bahwa gw naro gunting di tas bekas acara kemarinnya itu, secara tidak sengaja gw menemukan bungkusan plastik putih yang ternyata isinya coklat, wah bingung tuh ini punya siapa kok ada di tas gw eh ternyata ada tulisannya, "Sedikit reward untuk ketua panitia" kyaaaa ternyata itu buat gw loh, duh senangnya bukan main karena ini bukan soal coklat tapi soal perhatian dan sampai sekarang gw belum tau nih siapa yang ngasih hhahha gg sabar nunggu acara penanaman tahun depan.
xxxChuu original by ra~ccon.

Jumat, 15 Juni 2012

Err ... Don't Know What To Do

06.40 Posted by Tiara Putri , , 15 comments
hi blogie ... whats up dude ?, oke pertama ada hal yang menganggu benak gw, ungkapan whats up dude itu trademark acara tv kan ya ? kok tiba-tiba gw keingetan tapi juga sekaligus kelupaan, well gg penting juga sih sebenarnya hhahha. Sekilas info, I'm still using my arm-sling because something happen and I added a new fracture to my right leg so kalau gw milih metode konservatif gw baru bisa gg pake arm-sling setelah dua bulan lagi, hhahhahha, gw pengen klarifikasi sih soalnya gg mau juga di cap sebagai -orang "aneh" yang menyia-nyiakan kesempatan untuk sembuh- sama Bang Asop, well, itu bisa menunggu, hhahha mau sembuh total dulu dah.

Oke actually I had a story, sebuah cerita yang terjadi kira-kira hmm seminggu yang lalu, waktu itu malem-malem tuh, sekitar jam tujuhan, gw baru kelar nge-print di warnet depan kosan, pas lagi jalan mau ke tempat fotocopy, tiba-tiba gw disapa sama anak laki-laki usia hmm 10 tahunan deh, doi pake ransel dan sedang memandang ke seberang alias ke kosan gw. (note : aslinya pake bahasa Jawa, gw nangkep yang gw mengertinya aja. A : anak kecil, G : gw)
A : Mbak'e, mbak'e, saya mau minta tolong boleh ?
G : Oh iya, ada apa dek ?
A : Mbak'e, saya mau pulang ke Mangkang, tapi gg ada ongkos
G : Eh ? tapi kalau mau ke Mangkang, nyetopin bisnya disana dek
A : Iya mbak, tapi saya gg punya ongkos pulang, tadi mau ke rumah mas *roaming* tapi masnya gg ada
G : Owalah, kok bisa ? aku cuma punya lima ribu nih, soalnya aku juga mau fotocopy
A : wah, mbak'e, aku juga mau beli obat buat ibu *roaming* beras *roaming* pulang *roaming* mbak'e kasih aku 20 ribu aja
G : ..... Aduh maaf ya dek, klo segitu aku gg bawa, aku duluan ya dek.

Wew, gw kira awalnya si anak cowok itu mau minta tolong sebrangin dan awalnya gw juga udah mau kasih, meskipun cuma ada lima ribu sih, tapi kayaknya kalau ongkos ke Mangkang aja cukup deh. Awalnya tuh gw kasian gitu, tapi pas si anak minta lebih kok rasa kasihan gw diselipi ragu. Gw jadi keingetan cerita mama yang sering digituin, awalnya juga ya kasihan cuma mama pernah didatangin orang yang sama dengan alasan yang sama untuk kedua kalinya.

Gw pernah menulis tentang konsep memberi itu disini dan kadang menjadi benar-benar dilema sih, di satu sisi ingin meniatkan untuk memberi karena Allah, tapi juga dengan memberi bisa membuat hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan untuk mendapatkan uang tanpa bekerja keras.
xxxChuu original by ra~ccon.

Minggu, 20 Mei 2012

Lengan, Slayer Merah dan Selembar Kertas

14.30 Posted by Tiara Putri , , , 24 comments
Hidup itu memang sebuah pilihan ya. Tapi gw selalu berkata bahwa pilihannya sebenarnya tidak terbatas pada dua pilihan saja, gw selalu berpikir bahwa gw mampu mendapatkan dua pilihan tersebut tanpa harus mengorbankan salah satunya. Sekalipun gw harus memilih, maka gw akan memilih pilihan yang dimana gw pertama kali menyetujui untuk bertanggung jawab atasnya. Akan tetapi itu Cuma teori harapan gw karena sesungguhnya harus selalu ada hal yang dikorbankan hiks hiks.

Beberapa bulan ini tepatnya enam bulan kebelakang, hidup gw telah tersita, gw telah berkorban banyak waktu, materi, tenaga dan emosi untuk sebuah harapan untuk menjadi anggota UKM pecinta alam universitas. Gw juga telah begitu terikat dengan teman-teman yang sama-sama berjuang dari awal bersama gw, teman-teman yang menginspirasi, memberi warna serta dinamika pada hidup gw.

Akan tetapi, bukan hidup namanya kalau tanpa masalah, setelah presentasi individu dan kami bersiap menghadapi presentasi nama angkatan dan tes lapangan. Gw dilanda dilema. Kondisi fisik yang sedang tidak memungkinkan berakibat pada tidak adanya restu dari orangtua, di sisi lain gw juga harus mengejar ketertinggalan UTS dan kuliah yang merupakan harga mati. Tapi masalah tidak berhenti hanya disitu. Syifa, Ayu, Isna, Siska dan Zizah yang merupakan teman sekelas sekaligus teman terdekat gw sejak awal di Semarang, datang menemui gw untuk mengingatkan apa tujuan utama gw ke Semarang, untuk mengingatkan idealisme gw yang mulai bergeser dan mimpi-mimpi yang mulai gw abaikan karena gw tidak bisa menentukan prioritas dan terlalu egois. 

Seminggu itu benar-benar menguras emosi dan air mata. Gw dihadapkan pada kenyataan-kenyataan yang memang benar yang ditawarkan oleh dua pihak, dua kubu yang berbeda dan sialnya argumentasinya sama-sama kuat. Hati gw berkata untuk lanjut, bahwa kesempatan tidak datang dua kali dan gw telah sampai sejauh ini, tapi otak gw meminta gw untuk rasional dan berlogika bahwa kewajiban harus didahulukan, bahwa sebagai manusia yang mencoba dewasa, gw harus menyelesaikan masalah, kembali berkomitmen dan memutuskan.

Hidup itu pilihan dan gw memilih untuk mundur, rasanya seperti sedang patah hati dan gw tahu kalau gw akan menyesali hal ini untuk seumur hidup gw, tapi pilihan yang gw ambil pun menentukan kehidupan menanti untuk dilihat sepenuh hati. Berat sekali untuk mundur karena gw telah menemukan mimpi dan passion baru. Gw telah begitu terikat pada anak sebelas itu. Tapi anak berlima itu juga terlalu benar, mereka mengingatkan gw pada apa yang mampu gw lakukan jika gw membahagiakan orangtua dan membuktikan mimpi-mimpi gw.
xxxChuu original by ra~ccon

Today's Quote :"Jikalau ada dua perkara yang meragukan bagi anda, maka perhatikanlah bagian yang paling berat bagi nafsu, kemudian ikutilah. Sebab, tidaklah sesuatu itu berat dilakukan kecuali sebuah kebenaran." Al-Hikam

Senin, 07 Mei 2012

Selalu Ada Hikmah ...

20.14 Posted by Tiara Putri , , 11 comments
well ... apa kabar blogie ? kasian sekali kamu usang dan berdebu begini hhehhe. Tanggal 20 - 26 April kemarin gw melaksanakan Ekspedisi Napak Arjuna di Gunung Arjuna, kecamatan Purwosari, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Tapi bukan itu yang ingin gw rekam di kamu saat ini blogie, gw sedang kena musibah, kini pun mengetik dengan satu tangan hiks hiks tapi karena bosen makan tidur, makan tidur mending ngenet deh.

Jadi ceritanya Senin, 30 April 2012, gw dan Upil berangkat ke Yogyakarta buat ngambil data di BPSNT (Balai Pengkajian Sejarah dan Nilai Tradisional) untuk keperluan penelitian kami. Kami berangkat sekitar jam 09.00 lebih soalnya paginya kami mendatangi salah satu kantor media cetak di Semarang untuk perizinan publikasi.

Singkat cerita kami udah ngunjungi BPSNT, udah liat-liat buku bekas dan udah makan enak, memutuskan pulang ke Semarang karena besok paginya gw dan Upil ada UTS. Sekitar jam 17.00 hujan mengguyur kota Yogya. Setelah sempet ragu mengenai jalan pulang, kami memutuskan untuk pulang via Magelang. Setelah solat magrib perjalanan dilanjutkan, baru beberapa meter eh ada yang kecelakaan sampai kami harus puter balik. Pas lagi di ring road utara, sambil gw nyanyi-nyanyi, gw nunduk buat liat panel bensin dan saat menengadah kembali, "wahh ada trotoar, pasti nabrak" dan benar saja nabrak. Yang gw pikir saat itu ada dua, "waduhh, kepala gw nyeret aspal!!" sama " wahhh helm nya Upil kan jelek apa dia ngga apa-apa?" . 

Saat itu Upil bangkit dan manggil-manggil gw, terus ada yang ngangkat gw ke pinggir jalan, saat itu Upil nangis karena tangannya bengkak, sakit dan ngga bisa digerakin. Sedangkan gw cuma berasa kesemutan ditangan kanan tapi ikut nangis gara-gara panik Upil nangis. Kami dibantu ke RSUP Dr. Sardjito yang ternyata deket sama lokasi kejadian. Disana kami masuk UGD. Ternyata pergelangan tangan kanan Upil patah. Sedangkan gw setelah sempet bingung yang sakit mana akhirnya ketemu juga kalau lengan kanan atas gw yang patah kalau kata dokter namanya surgical neck. 

Setelah selesai di gips, gw sama Upil sempet ngobrol. Kami bersyukur banget kepala, muka dan anggota badan lainnya ngga kenapa-kenapa cuma yang paling parah ya tangan kanan doang. Sambil ketawa kami pun ngomentarin soal laptop dan kamera yang ngga kenaapa-kenapa bahkan udahnya foto-foto meskipun dengan tangan satu. Kami juga berpikir bahwa Allah tuh Maha Mendengar, jadi kami ke Yogya pingin ketemu sama temen lama tapi  ngga kesampaian, eh gara-gara kecelakaan jadinya ketemu deh sama orang yang ingin ditemui di rumah sakit.

Well, mama bilang sedikit nikmat gw lagi diambil sama Allah supaya gw lebih mensyukuri hidup. Gw jadi merasakan jadi orang kidal dan berfikir bahwa orang-orang diluar sana yang kurang sempurna sangat hebat dalam menjalani hidup. 
xxxChuu original by ra~ccon.

Sabtu, 31 Maret 2012

Sumbing : We're Family Right ?

07.12 Posted by Tiara Putri , , , , 25 comments
Yuk mari lanjut cerita bersambungnya. Gw semakin nge-drop saat mulai keluar dari hutan dan memasuki semacam daerah terbuka, kalau lihat ke belakang, pemandangan cantik sekali, lautan awan, kontur tanah di bawah yang berbukit-bukit, klimaksnya Sindoro berdiri menantang dan berkata "Woy, selanjutnya tinggalkan jejakmu di tubuh gw!".

Mulai dari sini kecepatan berjalan semakin melambat, seolah hampir semua tenaga dan tekad gw udah menguap. Jalan 10 menit, istirahatnya 20 menit, yang tadinya ngejar target jam 11 udah di puncak, ngoook boro-boro, puncaknya aja belum keliatan sama sekali. Berkali-kali gw menyanyikan eh meneriakan jingle pulpy minutes yang kalimatnya diganti menjadi "Where is the top!". Nyampe di daerah yang namanya pasar watu, beneran mata gw udah berat banget, mana lapar pula, satu-satunya penghibur cuma pemandangan di belakang. Batu-batunya yang besar-besar seolah memanggil untuk dijadikan alas tidur. Cuma cuaca udah mulai panas banget. Nah karena cewek-cewek jalannya cenderung lambat sekali, para cowok berjalan di belakang dan mau sejauh apapun tertinggal pasti bisa nyusul deh, bahkan Doni dan Udin sempet ketiduran dulu di atas batu, mereka kira kita udah sampai puncak eh boro-boro.

Tracknya seru sih kalau lagi gg capek, kayak tebing-tebing gitu jadi agak dipanjat, tapi gg terlalu curam tapi kita belagak lagi rock climbing aja hhohho. Masih gg nyampe-nyampe juga sedangkan tenaga sudah hampir gg ada, Coro bilang kita akan beristirahat dulu di bawah tebing di atas, sebelum memulai perjalanan lagi. Di bawah tebing itu kita gelar matras, bagi-bagi makanan, minuman dan langsung tertidur. Soal makanan dan minuman, waktu itu hampir habis, air pun menadah dari tetesan di sela-sela tebing, miris banget dah berasa lagi survival.
 
Nah pas gw kebangun, para cowok lagi ngobrol sama dua bapak-bapak yang baru turun dari puncak, disini ada sedikit kesalahpahaman, karena gw baru bangun dan pada saat itu gw bawa penutup mata yang gw pelorotin dan dijadikan masker mulut,B : Ini udah mau turun ?
A : Gg pak baru mau naik. Gg tau ini juga mau lanjut atau enggak
B : Wah  sayang banget udah hampir deket ini
U : Masih jauh ya pak puncaknya
B : Enggak kok paling 2 jam lagi
G : ASSeeeem 2 jam lagi!
D : Apa Tiara bilang Asu (yeah sorry no sensor) !
Dan semua mata menengok pada gw karena mereka kira gw ngomong kasar itu, padahal gw ngomong aseem cuma karena mulut gw terhalang jadinya kedengarannya itu.

Belagak RC hhohho
Setelah cukup beristirahat, kami pun melanjutkan ke puncak, tapi gw, Ajeng dan Upi memutuskan tinggal aja karena udah gg kuat, sedangkan Away ya karena doi udah pernah ke puncak. Baru beberapa menit teman-teman pergi, Away memutuskan agar kita semua harus ke puncak, gw tetep gg mau karena gw lapeeeer dan gg ada tenaganyaa sama sekali. Tapi gw malah diceritain yang aneh-aneh soal tempat istirahat kita jadi keder juga.

Gw yang paling gg semangat dan gg punya passion berkali-kali dikasih tau Away, "Deket kok Ti, nih kamu nanjak nanti ada tempat datar, terus nanjak paling 4-5 meter, datar lagi terus naik lagi semeter lah, langsung puncak!" daaan itu semua Rambut Kutuan sekali merupakan kebohongan terbesar abad 20. Pas Away ngomong gitu posisinya lagi pada nanjak, gw langsung cepet-cepet pengen ketemu tempat datar, pas sampe puncak tanjakan, gw  lirik kanan kiri, mana tempat datarnya, kiri buntu kanan nanjak, "Ya ini tempat datar kan!", jadi maksudnya tempat datar itu ya datar buat berdiri, aseeeem.

Tanjakan yang 4-5 meter itu juga boro-boro 4-5 meter, kagak nyampe-nyampe, yang ada 4-5 meter dikali 50 meter mungkin baru penggambaran yang tepat. Semangat gw udah beneran habis deh, cuma sesekali bangkit saat denger suara temen-temen yang udah terlebih dahulu di puncak. Pas akhirnya gw ketemu Coro dan Diah, mereka bilang, "Noh tinggal nanjak, 5 menit saja langsung puncak!", whaaat another five minutes, gw udah putus asa dan tiba-tiba gw meledak, menangis karena banyak hal, lapar, haus, marah gg nyampe-nyampe juga marah sama diri sendiri kok gw gampang banget menyerah. Coro langsung menghampiri gw dan berkata, "Kamu kenapa Ti ? kamu gg ngebebanin kok, kita kan tim, kita sodara kan ? keluarga kan ? ayo dikit lagi!" dan gw percaya sama Coro, sambil masih menangis gw lanjut berjalan dan akhirnya gw sampai di puncak dan menangis lagi hhahhaha.

Gw baru selese nangis hhohho
Meskipun sayangnya gw, Upil dan Ajeng gg sampai ke puncak abadinya karena kabut yang sudah tebal, kita langsung turun yang berasa gampang banget. Nyampe tebing, anak-anak udah siap untuk berjalan dan cuus bersama Doni sebagai buddy gw, kita turun. Perjalanan turun yang awalnya cepat jadi bencana lagi saat kaki gw keseleo, duh karena kaki yang satu jadi lemah, gw lebih gampang jatuh dan saat jatuh yang kesekian kalinya kaki sebelahnya ikutan keseleo, naas dan lagi-lagi perjalanan melambat gara-gara gw.

Keluar dari hutan, gw, Udin, Doni dan Coro kesesat di ladang, jalan yang gelap, gw yang menangis kesakitan karena kaki gw luar biasa sakit sekali, suasana yang agak horor, gg ada makanan dan minuman, duh kasian banget deh nasib kita. Tapi hikmahnya gw jadi merasa sayang sekali sama tiga orang yang menemani gw itu, yang menggandeng tangan gw, yang menyemangati dan yang membantu membawakan tas, berasa punya adik sekaligus kakak, karena dari segi angkatan gw yang paling tua, they're not my friend, they're my family.Pulangnya kita mampir dulu ke rumah Ajeng, udah disediain sate, hhohho lumayan makan gratis. Okeh next trip is Arjuna.
xxxChuu original by ra~ccon.

Rabu, 28 Maret 2012

Sumbing : What a Long Way To Go

11.09 Posted by Tiara Putri , , , 14 comments
Nah ... lagi-lagi gw kembali melupakanmu blogie, tubuhmu udah keberatan ama draft yang gg ke-publish2, sampe gw sendiri bingung itu draft mau gw lanjut tulis terus publish atau dibuang saja, tapi dibuang kok ya sayang.

Ki-Ka : Coro, Udin, Katak, Doni, Tian, Diah, Upil, Ajeng, Away
Hari Jumat, 23 Maret, gw ke Sumbing, sebuah perjalanan yang tidak direncakanan dan tanpa persiapan yang memadai. Jadi awalnya kemarin lusa pas lagi rapat buat persiapan ekspedisi, tiba-tiba aja muncul "Hari ini ke Sindoro yuk!" dan langsung aja merencanakan untuk pergi jam 17.00 meskipun akhirnya mah delapan orang berangkat jam 19.00 dan dua orang menyusul jam 21.00.

Di daerah Ungaran, gw dapet sms dari seorang teman yang juga berencana untuk pergi ke Sindoro, "Sindoro katanya ditutup", ngoook langsung aja gw bilang ke temen-temen yang kira-kira begini,
G : Sindoro katanya ditutup
A : Lah kata siapa, katanya Taqwim dibuka, kamu dapet info darimana Wim?
T : Dari temen gw, itu temen lu infonya dari mana dan kapan ?
G : Dari temennya, temennya langsung dari posnya dan infonya baru kemarin.
A : Yaudah Merapi aja
G : Nah gw kemarin baca di koran kondisi Merapi lagi buruk, tim SAR aja kejebak di atas gg bisa turun
A : Yaudah Sumbing
Sebenarnya hari Jumat jam 13.00 itu gw ada acara penting di kampus, cuma karena kita niatnya naik langsung turun lagi katanya kalau ke Sindoro bisa kekejar.

Gunung Sumbing terletak di tiga kabupaten yakni Magelang, Temanggung dan Wonosobo dengan ketinggian 3.371 meter menjadikannya gunung keempat tertinggi di Jawa. Persiapan kita cuma bawa minum dan makan seadanya dimasukin ke daypack, kayak gg niat banget deh. Disambut oleh hujan deras sekitar jam 01.30 pagi kita sampai di base camp daerah Kledung perbatasan Temanggung dan Wonosobo. Doni dan Away turun dulu buat nyari makanan untuk dibawa ke atas, sedangkan sisanya tidur karena kita berencana naik sekitar jam 03.00 pagi sayangnya gw gg bisa tidur.


Jam 03.11 keluar dari base camp, udaranya sampe menembus jaket. Nah dimulailah bencana bagi gw, pas mulai jalan, perut gw sakit, maag kambuh dan gw gg mau menjadi beban buat temen-temen, akhirnya membuat keputusan kalau gw gg bakalan ikut naik dan menunggu di base camp.
G : Mbak Diah, perutku sakit, maagku kambuh, aku gg ikutan naik aja takutnya nanti di atas makin parah malah jadi ngerepotin
D : Sakit banget ? wes minum obat dulu
G : Udah aku pulang aja, mumpung base camp-nya masih deket, aku berani kok turun sendiri
C : Udah santai minum obat dulu, kita kan satu tim
G : Aku gg mau ngebebanin kalian
C : Kita ini kan satu tim, satu keluarga satu saudara, gg ngebebanin lah santai aja.

Akhirnya Away turun dulu ke base camp cari obat. Bodohnya gw gg bawa obat, karena gw udah gg mempan pake promaag atau obat maag warung lainnya. Sambil menunggu Away, Coro ngusulin untuk nyari arang tapi langsung kepikiran minum Norit, Norit itu obat untuk keracunan makanan yang terbuat dari Active Carbon yang ternyata bisa buat masalah lambung juga.

Sepanjang jalan gw mencoba meyakinkan teman-teman kalau akan lebih baik kalau gw pulang ke base camp, tapi setiap gw ngomong gitu, Coro akan meminta yang lain untuk berhenti, memaksa untuk mengambil tas gw sehingga mau gg mau gw terus berjalan. Ajeng dan Upi berkali-kali bilang, "Kamu kuat Ti, adaptasimu emang lama tapi setelahnya kamu bakal oke-oke aja kan!". Tapi perasaan menjadi beban buat yang lain menghantui gw juga karena gw inget bercandaan Udin saat sebelum naik, "Naik kali ini siapa ya yang ngelambatin ? Eh ralat ding, nanti malah gw lagi yang jadi penghambat". Gara-gara gw perjalanan jadi lambat banget, sering berhenti,
G : Stamina gw kok bener-bener payah gini ya ? meskipun biasanya emang payah sih
A : Mungkin pengaruh tadi siang kan kamu baru donor darah
ditambah kurang makan dan jalur yang nanjak terus sangat jarang jalan datarnya perjalanan bener-bener terasa berat.

Udah mana ya puncaknya kok ya gg keliatan-keliatan padahal udah nanjak terus itu dari tadi. Makin lama tekad gw udah makin kendor aja ditambah mata yang gg kompromi ngantuk berat, sebuah pertanyaan besar semakin menggantung di benak gw, "Akankah gw sampai puncak? atau kalah sama diri sendiri dan berhenti saat itu juga?". Nantikan kelanjutannya hhohho #lebay.
xxxChuu original by ra~ccon.