Whoever me, Whatever me, and Whenever me. I'm the only one and just one of "me".

Rabu, 16 Maret 2011

MemoRphosis = Memory + Metamorphosis

11.26 Posted by Tiara Putri , 7 comments
kemarin gw feeling so blue banget dan entah gimana awalnya, gw berakhir dengan membuka arsip-arsip awal blog gw dan Rainbow-nya Round Table feat Nino *lagu kenangan kelas 2* berkumandang di kamar gw. ternyata tanpa disadari gw udah nulis di blog ini kurang lebih 2 tahun, dari September 2008 - Maret 2011 *dan akaan masih sangat panjang lagi*. ternyata nulis blog itu seperti merekam perkembangan gw, gimana di awal gw menggunakan bahasa yang alay *aduh sampe malu bacanya*, dan dengan postingan yang pendek-pendek. lalu tahun 2009, gw bikin rekor di bulan Juni dengan menulis sebanyak 37 postingan, yang bisa gw inget dari Juni 2009 adalah bulan kelabu, diliat dari postingan gw yang kayak hopeless gitu dan emang bener sih seinget gw di bulan itu gw agak hopeless, karena menunggu, menunggu keputusan akankah gw terbang ke Jepang *hhahha akhirnya udah berani gw ungkapin*.
tahun 2010 dimana di tahun itu gw dapet KTP *baca : berusia 17 tahun*, tulisan gw berkisar kehidupan peralihan gw *well, apalagi coba yang gw ceritain di blog ini selain tentang kehidupan dan buku yang gw baca*. di 2010 juga banyak hal yang terjadi, mulai dari jadi mahasisiwi, menetap di Semarang, suka sama senior sampai pengambilan sebuah keputusan. dan tanpa disadari, dari tahun ke tahun, cara menulis gw berbeda karena gw-nya pun mulai berbeda, agak lebih sedikit dewasa *menurut gw loh* dan apa ya ... tapi yah gw ngerasa beda aja.
udah sejauh ini kadang gw masih sering bertanya kenapa ya gw nulis blog ?, kalau ada yang tanya alasan gw, gimana gw jawabnya?, mungkin karena gw selalu merasa lebih baik setelah menulis, mungkin karena gw seorang narsis yang semua hal disini berorientasi pada gw, mungkin juga karena gw merasa lebih mudah untuk mengungkapkan perasaan melalui tulisan meskipun pengungkapan-nya jadi agak terselubung atau mungkin karena yah udah terlanjur punya blog, sayang kalau gg dipake, tapi diatas semua kemungkinan diatas gw cinta sama blog gw dan untuk mencintai sesuatu kita tak butuh alasan.
blog itu seperti berbicara pada diri sendiri, seperti membuka album kenangan dalam bentuk kata-kata dan memancing ingatan lain di otak. pas kemarin gw baca-baca postingan awal-awal, gw inget gw mulai nulis pas kelas 2 SMA dan semua event yang terekam dalam tulisan gw, mau gg mau bikin tersenyum atau terharu, contohnya pas liat rekaman pas ujian semester 1 untuk seni budaya, rasanya campur aduk, tiba-tiba inget gimana perjuangan kita untuk bisa latihan dan menekan ego masing-masing, juga sedikit terkejut kalau itu semua terjadi hampir 3 tahun yang lalu dan saat itu terjadi gw gg pernah nyangka kalau suatu saat di masa depan, gw bakal mengenang itu semua di waktu dan tempat yang berbeda seperti sekarang ini. tiba-tiba juga merasa udah tua dan bener ya bahwa waktu itu berjalan dalam dimensi-nya sendiri, tidak menunggu atau mencepat dengan keinginannya, tinggal bagaimana kita menyikapinya, akankah kita tertinggal atau berteman dengan sang waktu.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "I can understand regretting it if I follow my dreams and fail, but I don't want to regret never following them in the first place". Akito Takagi "Bakuman".

Selasa, 15 Maret 2011

What is So Sudden About ?

19.04 Posted by Tiara Putri , 3 comments
suddenly feeling so blue ...
suddenly wanna cry aloud ...
suddenly feeling like broken heart when I see my best friend kissing her boyfriend
suddenly feeling that I'm not useful because can't keep my friend in the right way *I mean kissing boy isn't allowed right until the vow of marriage be spoken*
suddenly feeling not give any good for other.
 suddenly memory flood my brain,
suddenly my heart in pain,
suddenly feeling I lost my way,
suddenly I can't breathe,
suddenly I cursed the way the world rule,
suddenly I hate globalization,
suddenly I want to go to mosque,
suddenly I wanna go home.
xxxChuu original by ra~ccon.

PS : as usual ... I'm confuse with the meaning of the title, whatever, that's the first sentence which crossed my mind.

Senin, 14 Maret 2011

A Little Story From My Big World

21.30 Posted by Tiara Putri , , 8 comments
Banyak orang didunia ini yang berharap bisa punya mesin waktu buat memperbaiki masa lalu dan gw pun punya harapan itu. kalau misalnya tiba-tiba a fairy godmother *ngayal* menawarkan untuk kembali ke masa lalu atau gw punya remot kayak di film Click, gw bakal kembali ke momen pertama kali gw sekolah, gw bakal bilang ke diri gw yang lebih kecil untuk lebih serius sekolah dan belajar, jadi jangan ada penyesalan di akhir, karena menyesal hanya untuk orang-orang yang tidak berusaha dan tidak mengembalikan hasilnya pada Yang Maha Kuasa. juga untuk terus percaya pada setiap mimpi meski diri gw adalah orang terakhir yang percaya pada mimpi tersebut, karena yang bermimpi dan yang akan mewujudkan mimpi itu adalah gw dan Tuhan tidak menarik pajak untuk setiap mimpi dikepala gw.
selain itu gw juga bakal ngasih sedikit nasihat, tentang makna teman yang baik, teman yang baik tidak harus populer, teman yang juga baik itu bukan teman yang bikin gw nangis setiap hari *ugh bad memory*.
dan ternyata kalau si fairy godmother berkata ia tidak bisa mengembalikan waktu sampai sejauh itu karena flux capacitor-nya *Back to the Future hhuhohho* belum di upgrade jadi hanya bisa mengembalikan waktu dalam jangka paling jauh 1 tahun, maka tanpa ragu-ragu gw akan berkata padanya, "kembalikan saya pada tanggal 01 Oktober 2010!"
kalau ada saat-saat yang selalu bikin gw menyesal, tanggal 01 Oktober 2010 adalah waktu dimana gw benar-benar menyesal, waktu dimana gw pengen kembali dan merubah segalanya kembali normal, karena sejak hari itu kehidupan normal gw diambil.
hari itu sebuah keputusan yang  gw ambil berakibat gw kehilangan teman-teman, dipandang sebelah mata dan yang paling menyebalkan gw kehilangan orang yang gw sukai.
but every cloud has its own silver line *little hi little ho ... say hello to Stuart's papa*, gw gg memungkiri gw banyak belajar, gw belajar cara merawat mimpi, belajar yakin sama diri sendiri, ketemu sama teman-teman yang luar biasa dan membuktikan kalau everything has its own price, untuk mendapatkan teman-teman yang luar biasa gw bayar harganya dengan mahal. selain itu pelajaran yang amat berarti disini adalah gw akhirnya paham makna keluarga dan disini gw baru sadar betapa cintanya gw sama mama dan ayah, betapa gw masih jadi their little princess *it's true everyone in my family called me like that because of my laziness not because my charm err*. gw juga belajar pentingnya mengambil keputusan menggunakan otak dan pemikiran yang panjang, bukan dengan tulang belakang
dan saat kemarin-kemarin gw masih dalam dilema akan sebuah keputusan lagi, gw nonton Click dan sebuah kalimat meyakinkan gw, bahwa apapun yang gw putuskan, ini hidup gw dan gw yang akan menjalaninya, life must go on, masih banyak mimpi yang harus dirangkai, masih panjang jalan yang harus ditempuh, masih banyak hal untuk dipelajari dan masih banyak rintangan yang harus diloncati, karena rintangan dan halangan dibuat agar manusia belajar. meskipun tentunya gw gag tau seberapa panjang lagi hidup ini dan yang bisa gw lakukan adalah terus berusaha, jangan menyerah dan kembalikan hasilnya pada Yang Maha Kuasa, so I'll never disappoint again *well yah liat nanti deh hhohho*.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "Family comes first!". Michael Newman

Cinta Itu ... Apa ?

14.03 Posted by Tiara Putri , , 9 comments
*warning !!! unimportant posting, don't read this If you have much more things to do*

do you ever falling in love ? If you asked that question to me, I will answer "Yeah of course and maybe this time I'm in love!". bercanda ding hhehhe, but, itu jawaban yang gw harepin akan gw jawab, why ?, karena gw pengen jatuh cinta *lagi* dan merasakan pahit manisnya *lagi*. gw pernah cerita ke seorang temen tentang gw yang kapok jatuh cinta soalnya bawaan-nya klo gg orang yang gw sukai ngehindarin gw yah patah hati duluan sebelum gw yakin, gw jatuh cinta gg nih *ironis* dan dengan entengnya temen gw itu menjawab "Lu baru ngerasain jatuhnya, belum cintanya!" dan setelah dipikir-pikir emang bener sih, kata kiasan jatuh cinta diawali dengan kata jatuh bukan kata cinta sehingga wajar kali ya kalau jatuh dulu *teori ini hanya berlaku bagi saya*.
kenapa gw pengen jatuh cinta ? soalnya efek positif dari jatuh cinta itu memberi kekuatan, memberi warna pada hidup dan *mengutip kata orang Jepang* lumayan bakal tambah cantik soalnya kita bahagia. yang terakhir itu beneran deh, gw punya sahabat saat dia jatuh cinta, perasaan tambah cantik, rapih dan ekspresi-nya lembut, padahal biasanya garang, blak-blakan dan sama malu-maluinnya ama gw.
tapi harap diperhatikan juga efek negatif dari cinta, hidup jadi melankolis, lupa makan *ini gg mungkin terjadi ama gw*, tiba-tiba insomnia, dengerin lagu-lagu cinta semacem Beautiful Girl-nya Jose Mari Chan, The Way You Look at Me-nya Christian Bautista, Right Here Waiting-nya Richard Marx ampe I Can't Stop Loving You-nya Don Gibson dan yang ada di doa kita cuma doi mulu *pengalaman pribadi*.
tapi bagaimanapun perihnya rasa cemburu, kebelet rindu sampee ke sakitnya patah hati, otak kita yang luar biasa bakal simpen itu semua dalam bentuk memori yang kapan-kapan di masa depan bisa kita pancing keluar untuk dikenang menjadi sebuah kenangan akan hidup kita dan manusia adalah kumpulan dari memori-nya *entah kata siapa*.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "The moment that I met you, The pink colour of the cherry blossoms became deeper, The sky was bluer and a red flower bloomed in my heart. I wonder if that's what they call love". Haijima Chihaya

Sabtu, 12 Maret 2011

The Spook's Curse

18.56 Posted by Tiara Putri 4 comments
buku-buku yang sudah dibaca harus diresensi, why ?, let the world knows about what the plus point of that book ^^ and I think the author will feel happy too when someone appreciate his or her work, hanya saja terkadang rasa apresiasi itu terkalahkan oleh sang malas *kaburrr*.
taraa ... kemaren gw *sedikit* bercerita tentang The Spook's Apprentice, buku pertama dari seri Wardstone Chronicle-nya Joseph Delaney, sekarang mari kita intip buku kedua, The Spook's Curse. pemeran utama masih tetep si Thomas J. Ward alias Tom, murid dari Gregory Tua, Spook yang menjaga County dari ancaman kegelapan. buku kedua dibuka dengan cara yang amat menakjubkan, klo ibaratnya makanan itu sebuah appetizer yang bener-bener menggugah selera. disini Tom ditugaskan untuk menangkap seekor *atau sebuah ya?* Boggart tipe cattle-ripper -yang karena terganggu dengan kehadiran seorang pendeta yang mencoba mengusirnya- yang berubah menjadi ripper, Boggart yang memangsa manusia. meskipun seharusnya Tom belum boleh mendapatkan tugas tersebut, keadaan memaksa karena sang Spook sedang terbaring sakit di Chipenden, sehingga ia seorang diri yang memimpin pengurungan dibantu oleh Mason -tukang batu-, Rigger -tukang gali- dan seorang dokter yang direkomendasi oleh Spook sendiri. 
disini si pendeta tak lain dan tak bukan adalah salah satu kakak kandung si Spook yang sudah puluhan tahun tidak bertukar sapa karena *spoiler* ada sebuah masalah dengan wanita *haduh haduh*. tapi si pendeta tidak dapat bertahan *jadi karena kakinya digunakan sebagai "sedotan" oleh si Boggart, dokter terpaksa mengamputasi kakinya, mungkin meninggal gara-gara shock*, yang mengakibatkan banyak rentetan kejadian yang bertubi-tubi dan melibatkan Alice juga Andrew -kakak Spook yang lain yang lebih baik hati- si pembuat kunci serbagunaa untuk Spook yang unlock-everything-as-long-as-the-mechanism-isn't-too-complicated.
nah karena kakak Spook yang meninggal adalah seorang pendeta maka sudah menjadi kebiasaan jenazahnya dibawa dan dimakamkan di Priestown, kota para pendeta. Spook memutuskan untuk menghadiri pemakamannya dan menyelesaikan masalahnya yang belum selesai di kota tersebut.
ternyata di Priestown terdapat sebuah katakomba *remember Newman's adventure ? hhohho* yang dibangun oleh para manusia cilik dari kaum Segantii  dan didalamnya terkurung sebuah *apa seekor ya?* makhluk kegelapan jahat yang disebut Bane dan tentu saja urusan Spook yang belum selesai itu adalah melenyapkan Bane selama-lamanya, sebuah hal yang pernah ia coba lakukan 20 tahun yang lalu, namun gagal dengan gemilang. Bane dideskripsikan sebagi sebuah entitas *well, itu yang terbayang di benak gw, entitas seperti Bartimaeus* yang mampu membaca pikirin dan mempengaruhinya untuk memberi darah pada Bane supaya si Bane bisa bebas dari kurungannya didalam Gerbang Perak dalam katakomba.
nah yang jadi masalah adalah kedatangan Spook dan Tom bersamaan dengan kedatangan sang Quisitor untuk membakar tukang sihir, di saat yang bersamaan, Tom juga melihat Alice dalam kereta para terduga tukang sihir yang diarak oleh Quisitor, wah makin dilema-lah Tom saat Spook tertangkap, sedangkan ancaman Bane makin nyata. nah dibuku ini sedikit rahasia tentang Mam-nya Tom pun dikuak, Dad-nya Tom menceritakan bagaimana dulu ia bisa bertemu dengan Mam, ternyata Dad bertemu dengan Mam ketika Mam sedang diikat di sebuah tebing, naked, you know naked !!! dan entah kenapa Mam ini gg kuat sama cahaya matahari, akhirnya karena iba, Dad menolong Mam dan mereka pun berciuman *such a Damsel in Distress banget nih si Mam*.
My Comment : seperti yang udah gw bilang di atas, buku ini dibuka dengan bab yang breathtaking banget, sampai gw frustasi gara-gara penasaran si Tom bisa sukses gg nih dan akhirnya gara-gara gg tenang juga, gw intip ending dari bab pertama hohohoho kebiasaan yang Celana Merlin banget. 
di buku ini, perkembangan Tom digambarkan dengan baik, hal yang gw suka dari Mr. Delaney adalah cara ia mengembangkan tokohnya yang relatif cepat tapi pasti sehingga jauh dari kesan si Tom dipaksakan kuat atau berani. hubungan Alice dan Tom juga digambarkan dengan baik, meskipun hubungan mereka agak aneh, dibilang cinta bukan dibilang teman biasa juga bukan, tapi tidak terkesan menggantung justru menjadi poin plus cerita. nah rahasia Dad juga menimbulkan sebuah pertanyaan bagi Tom dan pembaca *gg termasuk gw karena gw udah liat spoiler di om wiki hhohho* siapakah mam yang sebenarnya ?, well, sabar deh sabar, baca spoiler terlalu banyak gg baik untuk kesehatan *hhohho* jadi mari menanti dengan sabar sampai buku ke-5 terbit, katanya disitu rahasia Mam dibuka.
di buku ini unsur politik-nya agak kental, awalnya saat baca bab-bab awal, gw kira konsep gereja yang digambarkan oleh Mr. Delaney akan kurang lebih sama dengan penggambaran Mr. Pullman di trilogi His Dark Materials, tapi yah masih dalam jalur normal lah gg kayak Magisterium-nya Mr. Pullman yang mengundang kontroversi.
di sisi lain penggambaran sang Quisitor *menurut gw* didasarkan pada deskripsi para bangsawan di abad pertengahan yang semena-mena karena memiliki kekuasaan dan menindas rakyat kecil untuk mendapatkan uang dan menurut gw cerita ini bersetting hmm yah sebelum abad pertengahan kali ya soalnya penerangan pake lilin doang *ngasal bin ngarang*
nah yang menurut gw agak kurang di buku ini adalah gw gg begitu suka dengan konsep Bane, rasanya ambigu lebih ke cerita mitos biasa, gw lebih seneng Boggart gitu, sederhana tapi keberadaannya maksimal, sedangkan Bane yang hampir menjadi masalah utama di buku ini *menurut gw loh ya* serasa gg menyatu dengan the circumstance and the story, but at all this book is a Must Read.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "Alasannya, Nak, saat nanti kau jadi lelaki dewasa, Kegelapan yang akan takut padamu, karena pada saat itulah kaulah yang akan menjadi pemburu bukan yang diburu. Untuk itulah aku memberimu kehidupan". Tom's Mam.

Jumat, 11 Maret 2011

Artemis Fowl "The Arctic Incident"

14.15 Posted by Tiara Putri 8 comments
hei ... hei bahagia banget kalau inget fakta gw punya seri Artemis Fowl edisi Bahasa Indonesia lengkap, akhirnya gw berjodoh juga dengan The Arctic Incident, buku ke-2 dari seri Artemis Fowl karangan Mr. Eoin Colfer dan lebih senengnya, akhirnya Gramedia melanjutkan seri Artemis Fowl pada awal 2011 kemaren dengan diterbitkannya The Opal Deception, buku ke-4 dari seri Artemis, yuhuuu di luar sono, seri Artemis udah nyampe buku ke-6, semoga aja di Indonesia buku-buku selanjutnya dapat terus diterbitkan sampai seri Artemis selesei *ngarep deh ngarep* .
nah disini gw bakal cerita sedikit tentang The Arctic Incident, buku yang gw cari kemana-mana, intip Gramedia Bandung, Gramedia Semarang, Gunung Agung di Tasik dan berbagai toko online tetep gg ketemu, akhirnya hopeless deh, langsung cari e-books-nya dan dengan menguras tingkat konsentrasi berhasil menyelesaikan versi Bahasa Inggris-nya.
tapi emang dasarnya udah jodoh, pas kemaren gw ke Togamas yang di Semarang bawah dan menemukan The Opal Deception, iseng-iseng gw nanya ke kasirnya, "eh mbak buku yang pengarangnya ini ada lagi gak?" dan setelah di search, Celana Merlin banget ada stok The Arctic Incident, wah jingkrak-jingkrak deh gw, akhirnya lengkap juga hhohho.
karena gw baca buku ke-3-nya terlebih dahulu yang notabene seru abis, gw jadi bertanya-tanya bagaimana dengan level buku ke-2, meskipun gw udah selesein versi e-book-nya tapi aduhh banyak kalimat yang maknanya kurang gw mengerti dan agak susah gw bayanginnya. let's check it out, my Artemis adventure,
di buku kedua ini, Artemis masuk sebuah sekolah bernama St. Bartleby For Young Gentleman, karena ibunya, Angeline Fowl -yang disembuhkan oleh Holly di buku ke-1- khawatir akan obsesi putranya, tapi disana Arty Junior dengan sukses berhasil mengusir para konselor, hingga suatu hari Dr. Po, konselor terbarunya mengutarakan masalah Artemis dan berhasil membuat Arty Junior terkejut, "Masalahnya kau tidak cukup menghormati orang lain untuk memperlakukan mereka sebagai sederajat!" dan lucunya Artemis membantah dan mengatakan ia menghormati beberapa orang seperti Albert Einstein dan Archimedes, di saat itu juga Butler menelepon, mengatakan ada paket penting dialamatkan ke Fowl Manor, yang ternyata adalah sebuah video dengan seorang pria terikat berlatar belakang hamparan salju dan Arty menduga itu adalah Artemis Senior, ayahnya yang menghilang selama 2 tahun di Rusia.
di lain pihak di dunia bawah, kapten Holly Short menghadapi sedikit masalah yang memunculkan kecurigaan pada Artemis Fowl, maka berangkatlah ia keatas untuk meminta keterangan pada Arty *yang dibawa ke markas LEP* yang tidak tahu menahu akan kejadian penyelundupan baterai oleh para goblin ke Haven. Komandan Julius Root meminta bantuan pada Artemis untuk mengusut masalah ini, karena Arty akan lebih mudah bergerak di atas daripada Kapten Short yang seorang peri, Arty setuju dengan imbalan bantuan menyelamatkan ayahnya di Mursmank, Rusia. dimulailah petualang menuju Rusia dan menggulingkan pemberontakan B'wa Kell yang diusung oleh Opal Koboi dan Briar Cudgeon.
My Comment : Mr. Eoin Colfer gg pernah mengecewakan dan Arty Junior selalu mengesankan dengan ide-ide jenius yang di-implementasikan dengan kelihaian Butler, kapten Short, komandan Root dan dengan bantuan alat-alat canggih dari teknisi jenius LEP, centaur Foaly dan jangan dilupakan, komedian bau yang selalu sukses buat gw cekikikan, si kurcaci Mulch Diggums.
kesan buku ini agak suram, mungkin karena perasaan Arty yang cukup campur aduk antara menyelamatkan ayahnya dan melindungi rahasia peri. selain itu, di buku ini juga Arty Junior mulai menunjukan sisi kebaikannya. di petualangan ini untuk pertama kalinya Arty Junior beradegan fisik, lucu bagaimana Arty  bersumpah untuk membeli alat-alat gymnasium jika berhasil selamat dari adegan berbahaya di Kereta Kimia Mayak untuk menyelamatkan komandan Root dan Butler yang tertimbun runtuhan salju menggunakan hukum fisika dari momentum.
nah tapi kesuraman itu langsung lenyap saat Mulch masuk ke petualangan, pertengkaran antara Mulch dan komandan Root bikin suasana seru,  jawaban-jawaban Mulch bener-bener menggelitik. Sayangnya, gw gg suka bau kertasnya, entah kenapa buku ke-1 sampai buku ke-3 kertasnya bau gg enak gitu, jadi baca sambil kadang-kadang tahan nafas gitu deh, untungnya buku ke-4 wangi kertas lama dan gw seneng wangi itu. at all this book is a Must Read.
xxxChuu original by ra~ccon.


Today's Quote : "Untuk mengingatkan dirimu bahwa jauh dibawah lapisan kelicikan, kau memiliki setitik cahaya kebaikan. Mungkin sesekali kau bisa meniup cahaya kebaikan itu agar membesar!". Kapten Holly Short.

Rabu, 09 Maret 2011

The Spook's Apprentice

12.00 Posted by Tiara Putri 16 comments
Yuhuuu ... baru selese baca buku The Spook's Apprentice, akhirnya beli juga seri ini dan gw langsung beli 3 bukunya yang udah terbit di pasaran. sebelumnya makasih banyak buat Bang Asop yang sudah meyakinkan gw untuk membeli seri ini, well, emang agak ragu-ragu sih soalnya genre-nya Dark Fantasy, gw gg begitu suka genre itu, tapi benar kata pepatah, Don't judge the book by its cover, dan taraa itulah yang terjadi padaku dan Mr. Joseph Delaney, si empunya cerita, sorry mister, padahal cerita anda kerennn sekali ^^.
perjuangan untuk mendapatkan buku ini agak sulit, karena gw maunya beli di Toga Mas yang sampe tanggal 28 Februari kemarin ngadain Grand Opening dengan diskon 30% waww insting wanita gw bahagia-lah, tapi sayangnya detik-detik terakhir itu gw masih di Purwakarta, blingsatan deh gw nyari temen yang udah di Semarang dan akhirnya dengan bantuan dari Gibran, yey gw dapet yang gw mau.
nah lucunya ... besoknya gw beli buku lagi setelah liat pamflet another 30% discount di Semarang bawah, Celana Merlin banget, buku-buku yang tak terduga muncul di permukaan, jadilah gw pulang dengan membawa Artemis Fowl : The Arctic Incident, Artemis Fowl : The Opal Deception, Skulduggery Pleasant : Playing With the Fire, wah siap-siap ngehemat nih bulan ini. nah kembali ke inti, mari kita intip sedikit perjalanan si murid Spook :
cerita ini mengisahkan tentang seorang anak berusia 13 tahun bernama Tom - kelak diketahui bernama Thomas J. Ward - yang akan bekerja magang pada seorang Spook tua bernama Gregory. Tom adalah putra ketujuh dari putra ketujuh, yang tentunya sudah tidak asing lagi mempunyai kemampuan dan bakat diatas orang rata-rata. nah di buku pertama ini, Tom yang sedang magang diperdaya oleh seorang gadis penyihir bernama Alice untuk memberikan kue-kue kepada seorang penyihir bernama Mother Malkin yang dikubur hidup-hidup oleh si Spook karena kejahatannya. Tom terpaksa melakukannya karena terikat janji kepada Alice tanpa diketahuinya bahwa Alice adalah keponakan dari Bonny Lizzie seorang penyihir sekaligus cucu dari Mother Malkin *eh bener gg ya, pokoknya ada hubungan keluarga deh*. ternyata kue-kue tersebut meningkatkan kekuatan dari Mother Malkin untuk keluar dari penjaranya dan meneror penduduk County.
My Comment : Novel ini keren sekali, mungkin kalau baca review-nya kesan yang ada adalah sederhana, yup inti ceritanya emang sederhana, tapi Mr. Delaney mengembangkannya dengan cara yang tidak sederhana, membuat susah banget ngelepas ni buku kalau udah mulai membaca, klimaks dan antiklimaks dibangun dengan cantik dan rapih, perkembangan karakter juga rapih, gw seneng dengan masih naif-nya Tom, bagaimana cara ia berpikir dan bertindak wajar jauh dari kesan dibuat-buat, adaptasinya dengan keadaan pun mengalir wajar, juga bagaimana ia mengatasi ketakutan, prosesnya dibuat dengan yah rapih tapi seru.
gw juga seneng dengan tokoh si Spook, oke dia misterius tapi wajar gitu, sebagai seorang guru bisa dibilang cukup baik, gg ada kesan-kesan guru misterius nan jahat, wajar tapi tetep gg menghilangkan esensi kepribadian si Spook itu sendiri.
nah novel ini kan genre-nya dark fantasy jadi agak horor-horor gitu, tapi 100% guaranteed, horornya gg murahan, serem iya bener emang bikin tegang, tapi gg dibuat-buat, horornya mengalir. gaya penulisannya yang dari sudut pandang orang pertama, serasa mendengar Tom bercerita langsung.
nah nobody is perfect, menurut gw kekurangan buku ini dari setting waktunya, terkadang saat sedang bercerita subuh tiba-tiba udah siang lagi, terlalu cepet apalagi digambarkan dalam 1 kalimat, tapi gg banyak sih, kelemahannya bener-bener tertutupi dengan baik, at all this series a must read.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "Seseorang harus melakukannya ... Jadi biarlah orang itu adalah aku!". Thomas J. Ward