Whoever me, Whatever me, and Whenever me. I'm the only one and just one of "me".

Kamis, 30 Mei 2013

Sail Lombok Alias Lombok, Gw Mabok

01.06 Posted by Tiara Putri , , , 13 comments
Aloha ... akhirnya gw berhasil mengumpulkan kekuatan untuk menulis kelanjutan cerita liburan KKL gw. Jadi gw itu di Bali dari tanggal 14 - 16 Mei 2013, mengunjungi pecalang merupakan agenda terakhir di Bali karena setelahnya kami langsung menyeberang dari Pelabuhan Padang Bai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok yang memakan waktu kurang lebih empat jam.
Penampakan perairan di Pelabuhan Padang Bai, Bali
Pengalaman gw naik kapal ya pas ke Karimun Jawa itu, dan demi Janggut Merlin, rasanya frustasi banget, karena gw termasuk yang lemah perut jadi menghabiskan perjalanan dengan tidur yang tidak nyaman dan melelahkan, kenapa melelahkan ? karena tiap kali gw bangun, masih aja lautan, pyuuh, daratannya mana daratan. Jadi gg mau mabuk laut lagi, gw memutuskan untuk minum antimo sejak sebelum naik kapal. 
Next destination : Lombok
Ternyata kapalnya lebih lumayan dibanding KMP Muria, meski demikian, kami milih naik ke lantai paling atas untuk bisa menikmati pemandangan, well gw sih cari lapak buat selonjoran hhohho karena berdasarkan testimoni orang-orang yang bolak-balik Karimun Jawa pake kapal-dengan-kecepatan-siput-hamil itu akan lebih nyaman apabila posisi tubuh berbaring jadi gw asumsikan teori itu juga berlaku untuk perjalanan Bali - Lombok.

Eaaa ... yang pada tepar
Jadi setelah puas memandangi perairan di pelabuhan Padang Bai yang biking ngiler pengen nyemplung saking beningnya, kapal pun mulai bergerak menjauhi pelabuhan dan kantuk pun menyerang, menandakan si obat mulai bereaksi. Nah pas gw dan temen-temen tidur, ngampar gitu udah berasa gembel banget dah, karena sebenarnya ada ruang-ruang ABK yang disewakan, Rp 50.000/kamar, tapi sayang aja pikir gw waktu itu, ngampar juga masih bisa. Ternyata eh ternyata, bahkan dalam keadaan sedang tidur pun goncangan kapal amat terasa, goncangannya cukup besar namun dengan ritme yang lebih pelan, dalam keadaan terlelap gw memaksa untuk lebih terlelap lagi karena gw mulai ngerasa mabuk laut, aneh juga bisa mabuk laut dalam posisi tidur.

"Ini kapan nyampenya ya?"
Perjalanan Bali - Lombok ini berasa diberi harapan palsu, karena sepanjang perjalanan dimana gwnya tidak tidur, daratan tuh selalu terlihat, bikin kesel karena kok gg merapat-merapat gitu. Oh ya di perjalanan juga gw melihat ikan terbang loooh dua pula hhehhe. Nah akhirnya sekitar magrib, kapal kami merapat di Lembar, langsung naik bis lagi untuk makan malam.

Pelabuhan Lembar
Ternyata Lombok berbeda jauh dengan apa yang gw bayangkan sebelumnya, dalam bayangan gw, Lombok itu kayak Indonesia tahun 1945an hhohho kurang ajar yaak tapi ya dalam bayangan gw di Lombok itu masih tradisional, nyatanya ada SPBU dan Indomaret, hhahha dasar anak pulau Jawa ya. Tapi kesannya masih sepi dan jalanan yang gw lewati itu cenderung gelap. Yang menakjubkan kami makan di gedung PKK loh, tapi makanannya berlimpah dan bisa ambil sepuasnya, menunya ayam-entah-bumbu-apa-tapi-prediksi-kami-itu-ayam-taliwang, plencing kankung yang mirip-mirip urab pake sambel khas Cirebon, ini merupakan makanan terenak dan terbanyak yang gw makan selama perjalanan.
Hijau dan emas, siapa coba yang gg keingetan sama Nyi Roror Kidul -_-'
Setelahnya kami menuju hotel, hotel kami itu berhadapan dengan Pantai Senggigi looh namanya Puri Bunga, lumayan bagus hotelnya, berasa hotel banget deh cumaaa kamarnya itu loooh, kenapa oh kenapa ornamennya mengingatkan gw pada Nyi Roro Kidul huwaaa untuk pertama kalinya seumur hidup gw ke hotel, baru kali itu gw ngerasa takut sampe mandi pun gg gw tutup pintunya. Nah sepanjang malam itu banyak terdengar suara hewan, sampai gw berasumsi apa di belakang kamar gw itu tempat penjagalan, Janggut Merlin sekali kan. Well kayaknya udah kepanjangan, cerita jalan-jalan di Lomboknya lanjut besok-besok aja hhohho. xxxChuu original by ra~ccon.
 

Sabtu, 25 Mei 2013

Bli Bilang Perjalanan Ini Kurang Memuaskan ...

21.14 Posted by Tiara Putri , , , 10 comments
Halo ... halo, kemarin gw baru dari Bali dan Lombok looh. Jadi tanggal 13 - 19 Mei 2013 itu angkatan gw melakukan KKL, alias Kuliah Kedok Liburan Kuliah Kerja Lapangan. Well, Bali kayaknya biasa aja kali ya, karena ke Bali ini gw bisa dibilang wisata belanja, ekstrimnya temen gw bilang kalau kita turun bis hanya untuk tidur, makan dan ngabisin duit. Karena "kuliahnya" ini cuma kunjungan ke Kantor Bupati Kabupaten Gianyar dan studi banding ke Prodi Administrasi Negara Universitas Udayana. 

Bus gw yang ber-dress code merah
Di Bali, gw mengunjungi Pantai Kuta (dibacanya Pantai Kute) dan bertarung hidup mati untuk bernafas di Joger Kuta. Terus nongkrong di Tanjung Benoa, ngeliatin yang asik main jetski dan water sport lainnya. Jadi sebenernya gw ini udah bawa skin dive ( fin, masker dan snorkel) untuk snorkeling-an, tapiiii biayanya liat di internet aja 250ribu/40 menit, mahal gila cuma snorkeling-an doang. Lagian gara-gara kurang tidur dan kecapean, mood gw gg begitu enak, yah yasudahlah menikmati pemandangan manusia yang berbahagia saja hari itu.

Ketua HMJ AN-nya kharismatik sekali (tampan pula hhohho)
Sedihnya lagi selama seminggu perjalanan gw kurang makan hhuhhu. Secara gw yang rewel soal makan ini tidak bisa difasilitasi, perjalanan naik gunung menjadi lebih nikmat kalau begini caranya, karena tiap mau ke lapangan, saat pembahasan konsumsi, makanan yang tidak disukai seseorang selalu dipertimbangkan dan mengusahakan untuk membawa konsumsi yang semua orang dapat nikmati.
Sama dosen gw yang penampilannya persis kayak ayah
Eh kami juga mengunjungi salah satu desa di Bali untuk mengenal lebih dalam mengenai desa adat dan keberadaan Pecalang, nah ini baru seru. Budaya dan adat Bali itu termasuk yang masih kental dan kuat, ditambah ada usaha dari masyarakatnya untuk mempertahankan kebudayaannya tersebut. Bahkan dekan FISIP Udayana berujar bahwa salah satu penggerak pariwisata di Bali adalah desa-desa adat ini.

Para bli pecalangnya baik dan ramah, menerangkan dengan logat Bali yang kental mengenai konsep rumah adat di Bali dan tugas pokok serta fungsi dari pecalang. Menjadi pecalang itu hebat loh, sebuah pengabdian karena menjadi pecalang tidak digaji. 

Oh serunya lagi, kami boleh masuk Pura, kebetulan lagi ada acara sabung ayam, jadi rame dan saat berfoto dengan begonya gw berpikir "Berasa di Bali", haiyaaa emang lagi di Bali.
Kalau ditanya, mau ke Bali lagi gg Ti ? mauuu dong, tapi lain kali bergaya traveler atau nemenin Surilay cari spot diving boleh juga hhehhe. Karena seperti pemandu gw bilang, perjalanan kali ini tidak memuaskan, agar kami kembali lagi ke tanah dewata itu.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "BALI ; BAnyak LIbur". Tulisan di Kaos

Selasa, 30 April 2013

Hari ini, Setahun Yang Lalu ....

19.30 Posted by Tiara Putri , , 9 comments
Tepat di hari ini, setahun yang lalu, gw sedang berada di ruang UGD RS Dr. Sardjito Yogyakarta, menahan sakit dan tangis. Saat itu ingin rasanya gw berteriak-teriak, tapi logika menenangkan gw untuk istigfar dan sabar serta berdoa yang terbaik untuk kondisi Upi, teman seperjalanan gw yang sejak masuk UGD entah berada dimana.

Gw udah berasa kayak robocop. Photo taken by Upi's left hand
Hari ini, setahun yang lalu, gw dan Upi sempat down mendengar vonis dokter, katanya kami gg akan sembuh dalam waktu dekat, butuh minimal dua tahun untuk kami sampai akhirnya bisa beraktifitas normal kembali. Dokter bilang kemungkinan gw akan seperti mengalami rasa sakit bahkan bisa infeksi.

Gipsnya belum menjadi dekil binti kumel. Photo taken by Tiara's left hand
Tapiii, hari ini, tepat setahun, kami tersenyum dan saling berjabat tangan, bersyukur akan kesembuhan kami. Upi mematahkan prediksi dokter, dalam jangka waktu kurang lebih 5 bulan setelah kejadian, dia malah ikut seleksi atlet untuk Ekspedisi Kilimanjaro daaaan berhasil terpilih menjadi salah satu atlet yang berangkat untuk mendaki sampai ke puncak Uhuru, Gunung Kilimanjaro di Benua Hitam sana.

Gw meskipun kadang kalau terkena dingin dan kecapaian masih merasa sakit, tapi sudah dirasa normal. Bahkan tiga bulan setelah kejadian, gw udah mampu dan berani bawa motor Demak - Semarang. Gw dan Upi membuktikan bahwa obat terbaik untuk suatu keadaan adalah berpikir positif, yakin dan tidak meratapi keadaan. Saat gw mengeluh merasa sakit, inilah jargon Upi "Diterima Ti rasa sakitnya, diikhlasin", yang gantian jadi jargon gw saat giliran Upi yang merasa sakit.

Hari ini, siang tadi, tangan gw tiba-tiba terasa sakit, lalu saat gw ingat bahwa hari ini, setahun yang lalu gw kecelakaan, sambil bercanda gw bilang ke Upi, "Mungkin si tangan ingat, tahun lalu ia mencium aspal".
xxxChuu original by ra~ccon

Kamis, 28 Februari 2013

Merapi, The Big Brother

18.41 Posted by Tiara Putri , 20 comments
Aloha chacha maricha, gw balik lagi, jadi kemarin itu gw sempet meniatkan untuk kembali aktif menulis, tapi apa daya hhuhhu selama sebulan kemarin gw magang di Sekretariat DPRD Jawa Tengah, jadi yaah agak males-males gitu hhuhhu maafkan aku blogie.
Denah Jalur Pendakian Gunung Merapi
Okeee, jadi awal bulan Februari kemarin, tanggal 2 Februari 2013 gw ke Merapi. Awalnya sih anak-anak ngajakin ke Lawu, cuma karena dalam beberapa hari ke depan kami banyak agenda yaudah deh ke Merapi aja, selain deket, kami juga gg diharuskan untuk nge-camp. Gw langsung angkat tangan mau ikut, selain karena udah lama gg naek gunung juga karena pengen refreshing dari rutinitas kerja, cieeelaah hhahha tante-tante kantoran banget yak kayaknya.

Jam 10 malem, gw masih di PKM Joglo, langsung naik ke Tembalang sama Upi, ehlala di tanjakan Gombel motor gw mati, Upi juga muntah-muntah gara-gara maagnya kambuh, duh kami berdua berasa jadi adik kakak yang ditinggal ibu bapaklah, lusuh, sakit dan motor mogok, pantes dikasihani. Gw kira gg bakalan jadi tuh ya, tapi setelah minum obat, berangkatlah kita ke kostnya Taqwim. Sempet galau karena kurang motor, tapi akhirnya kami jadi berangkat bertujuh, gw, Upi, Icha, Doni, Syarif, Taqwim dan Coro. Berangkat sekitar jam setengah duaan dan tiba jam empatan pagi di Selo, Magelang.
Gunung Merbabu dari jalur pendakian Gunung Merapi, aslinya indaaah banget
Kami sampai itu pas adzan subuh berkumandang, tapi base camp-nya tutup jadi akhirnya kami lanjut naik deh. Eh baru sampai di gardu pandang yang ada tulisan macam Hollywood tapi tulisannya New Selo, kami malah galau mau naik sekarang atau enggak, soalnya kami semua ngantuk, yaudah deh tidur dulu disitu.
The Team
Nah jam enam satu persatu kami bangun daaaan saat membuka mata, waaah indah banget dah itu pemandangan. Gunung Merbabu jelas banget terlihat dan kayak lagi menatap hamparan karpet aja deh saking hijaunya, manalagi langit ceraaah banget, subhanallah sekali pemandangannya itu dan hal ini merupakan salah satu alasan kenapa kegiatan naik gunung bisa bikin rindu.
Meski bau parafin, enaak, enaaak.
Daaan kita pun mulai jalan, belum apa-apa udah lemes nih gw gara-gara lapar hhohho. Awalnya gw kira, gunung Merapi tuh udah jadi tandus gara-gara liat jalur lahar dinginnya yang isinya pasir, tapi nyatanya masih hijau dan banyak beri hutan sepanjang jalan.

Nah di suatu di tempat yang kami kira sebagai pos satu, kami istirahat deh dan buka perbekalan. Sialnya kami bawa Trangia tapi gg bawa spiritusnya buat bahan bakarnya, untungnya bawa parafin dah. Anak-anak kurang ajar lagi pada gg bawa logistik, jadi cuma gw sama Upi yang bawa makanan. gw pikir bakalan makan enak karena gw bawa sosis dan ayam, ehlala ternyata, mie empat bungkus aja dibagi bertujuh.

Nah sepanjang perjalanan ini kami berpapasan dengan rombongan bule dengan guide-nya. Merapi memang terkenal, Merapi juga salah satu gunung api teraktif di dunia kan kalau gg salah, jadi wajar aja banyak yang tertarik untuk melihat keindahannya.


Ternyata pos tempat tadi kita makan itu bukan pos satu, eerr banget, ternyata pos satu itu masih jauh banget di atas. Udah mana jalur pendakian Merapi itu nanjaaak terus, batu-batunya juga gede-gede, duh males banget dah, kok gg datar-datar aja gitu, enak ya klo gitu mah hhehhe. Nah pas di deket-deket pos tiga, kami ketemu rombongan dari Undip juga, ternyata temen-temennya senior gw, disana sempet ngobrol-ngobrol dan dikasih coklat hangat. Dapet info juga dari itu tempat ke puncak masih dua jam lagi, yaelah nangis dah gw.


Jadi karena kami juga agak buru-buru soalnya masih ada agenda di PKM, Syarif dari awal udah bilang kalau jam satu siang kami udah musti perjalanan turun, entah sampai mana pun kami dan gw pun udah males muncak karena lapeeeer, jadi di suatu tempat yang kayaknya namanya Watu Gajah, gw berhenti dan bilang kalau gw aja yang jaga barang, Upi berhenti di atas gw, cari posisi dan buka buku. Ditambah kabut turun tebal banget, makin males dah gw. Tapi setelah kabut agak menipis, gw dan Upi dipaksa sama Syarif untuk naik, dia bilang mana semangat kita yang dulu, tapi gw dan Upi tetap bergeming.

Akhirnya gg berapa lama, yang lain juga turun, selain karena kabut yang galau tebal menipis terus, hujan juga mulai turun. Setelah foto-foto, kami bergegas turun, tapi karena lapar, berhenti di pos dua untuk masak dan makan. Selanjutnya terus turun deh. Sampai di Basecamp, ramai sekali banyak yang mau naik. Oh ya sempat ada kejadian miskomunikasi biaya parkir dengan seorang ibu. Jadi kami membayar parkir sekaligus tiket masuk di warung, disitu kami sudah mendapatkan tiket, tapi sama ibu itu ditagih lagi dan setelah kami menjelaskan, kami malah dimarahi karena harusnya bayar di ibunya.


Well, selanjutnya kami langsung pulang ke Semarang. Ada satu hal menakjubkan yang gw lihat dalam perjalanan pulang, saat Merbabu menjulang seolah menghadang jalan kami. Gw berasa kecil dan tidak berdaya. Naik gunung itu bagi gw bukan sekedar kegiatan mendaki. Banyak hal yang bisa didapat. Tapi kalau ditanya, apakah gw suka naik gunung?, gw jawab enggak, naik gunung itu capek soalnya, tapi sebagaimana Upi bilang, naik gunung itu proses, puncak itu bonus dan pulang itu harus. Prosesnya itulah meski capeknya Janggut Merlin sekali, ada pemandangan yang cuma bisa dilihat kalau naik gunung, ada nikmat makan, ada segarnya mereguk air dari sungai dan terutama ada momen bersama orang-orang luar biasa. Oh ya ada pepatah di kalangan kami yang berbunyi, "Jika ingin melihat sifat asli seseorang, ajaklah naik gunung". sekali lagi, naik gunung itu capek, tapi terkadang rasa capek inilah yang membuat rindu.
xxxChuu original by ra~ccon

Rabu, 30 Januari 2013

Pulau Panjang ... Jepara Belok Kiri !!!

21.23 Posted by Tiara Putri , , 18 comments
Ahoooooy .... (ahooy ... ahoooy ... ahooooy <= ini ceritanya gema saking sepinya ini blog sampe bergema dan bersawang hhohho sampe empunya aja jadi garing gini hhehhe). Aloha ... chacha marichaa blogie, hhuhhu sudah begitu banyak hal terjadi dan terlewati tanpa sedikitpun aku menuangkannya padamu, padahal hati dan kalbu ini teriris rindu err ... oke cukup melankolis lebaynya, karena pada akhirnya, thanks to om Arman, setelah baca blognya, gw jadi semangat 45 untuk menulis, hasrat menulis itu muncul kembali sodara-sodaraaa.


Well .... jadi ceritanya, minggu kemarin gw habis dari Pulau Panjang, dimanaah itu ? tidak lain dan tidak bukan berjarak kurang lebih 15 menit perjalanan menggunakan kapal dari Pelabuhan Kartini, Jepara. Jadi kalau mau ke Karimun Jawa juga ngelewatin ini pulau loh fakta yang baru gw tau setelah sebelumnya gw kira kalau mau ke Karimun Jawa, kapalnya terus ke utara gg ngelewatin Pulau Panjang ini.

gw yang makin kuruuss ... ahoooy hhhohho
Tanggal 21 Januari-nya gw terlebih dahulu pergi bersama Upi, Tian dan Surilay untuk survey. Karena sudah beberapa minggu ke belakang, laut sedang tidak bersahabat, gelombang mencapai 5 meter, pelayaran ke Karimun Jawa dihentikan karena cuaca yang buruk sedangkan kami menginginkan tempat yang lumayan oke untuk digunakan sebagai latihan selam. Akhirnya berbekal data dari BMKG Semarang yang menyatakan cuaca mulai membaik, kami pergi ke Jepara.

Kapal yang putih itu KMP Muria, kapal PP Jepara-Karimun Jawa yang tidak jadi melaut karena cuaca di tengah perairan masih buruk. Cuaca yang buruk menyebabkan Karimun Jawa bisa terisolasi, katanya pernah karena cuaca buruk, harga cabe jadi 100rb/kg
Syukur Alhamdulillah, meski sempet hujan angin yang datang tak undang dan pulang tak diantar, ternyata kami bisa menyebrang ke Pulang Panjang ahooooy kapten tapi sayang karena agak sedikit mempertaruhkan resiko, ongkos kapalnya mahal bangeeet, yang biasanya PP 12 ribu/orang, hari itu kami harus mencarter satu perahu dan membayar 150 ribu. Daaaan naik perahu berasa naik kora-kora di Dufan. dihempas ombak yang lumayan membuat perahu naiiiik lalu turun menghantam laut, tapi seruuu sih hhehhe.


Daaaan perjalanan naik turun di perahu yang mengasikan meskipun membayar 150ribu semakin terasa mengasikan saat Pulau Panjang telah terlihat. Pulau kecil yang cantik. pasirnya putih loh, wah kegirangan deh kami, kalap mau foto-foto, eit tapi sebelumnya kami menunaikan tugas mencari data terlebih dahulu. Jadi di pulau ini ada kuncen atau juru kuncinya juga, kami bertanya soal biaya akomodasi atau biaya nge-camp dan mengambil air bersih. Jadi si bapak juru kuncinya itu menyediakan air tanah yang diambil menggunakan solar.


Disini juga tersedia kamar mandi yang cukup terawat, karena di pulau ini ada makam, jadi banyak peziarah yang datang. Sehingga infrastruktur seperti jalan setapak dan kamar mandi cukup baik. Disini juga ada listrik meskipun cuma menyala di malam hari.

Kini perahu penuh sesak oleh manusia dan barang bawaannya
Sayangnya karena kami terlanjur bilang cuma setengah jam disini, jadi musti buru-buru deh, lagian mencegah kemungkinan cuaca buruk yang datang tiba-tiba dan akibatnya kami malah jadi gg bisa pulang deh. Pulangnya lebih hmmm stabil perahunya, karena kini kami diantar gelombang. Nah tanggal 23 Januari-nya gw balik lagi ke Pulau Panjang bersama rombongan. Perahunya lebih ganas dihantam gelombang saat keberangkatan tapi tetep seru hhehhe.

Bendera Diving
Jadi seperti yang gw bilang diatas, kami ke Pulau Panjang ini dalam rangka pendidikan dasar selam. Keren ya kedengerannya, tapi cuma renang, water-trap, fin swimming dan scuba muter-muter dermaga aja kok. Mungkin karena di pantai ya, suasananya tuh beda banget, bawaannya nyantai dan hepi gitu, apalagi sambil muter lagu enak, beuh totally worth holiday deh, gg nyesel gw ijin magang hhhohho.

Click to see larger
Para cowok juga kegirangan, kerjaannya klo gg ngejailin sesamanya ya ngelempar yang cewek ke laut. Kadang kami lupa kalau kami bukan sedang berlibur, tapi ya mau gimana lagi, aroma-aroma liburan begitu kuat menggantung hhohho.

Click to see larger
Kaloo ke pantai gg main pasir itu gimanaaa gitu daaan jadinya kami main kubur-kuburan gitu di pasir, awalnya cuma seorang eeeh malah jadi empat kuburan pasir deh yang kami buat. Tadinya sih gw gg mau kotor soalnya males ganti baju, eeeeh liat pada kubur-kuburan gitu, gw malah bantuin hhohho.

Click to see larger
Nah yang nyesek itu pas pagi hari tanggal 25 Januarinya, cuaca bener-bener bagus dooong, sampe jarak pandang di air ada semeter lebih, duuuuh pas mau pulang eh malah bagus nih perairan. Para cowok langsung buka baju dan berenang, nah yang cewek ngiri aja. Ni Pulau seolah meninggalkan kesan bahwa gw harus balik lagi kesana untuk mencicipi cuaca dan perairan baiknya hoohoo.

Wohoooo .... sebagian teman. Meskipun gw tidak ada di foto, gw cukup bangga bisa memotret momen ini.
Ke pantai kemarin, meskipun panas, lengket juga bertaruh dengan cuaca menghasilkan pengalaman dan kenangan yang luar biasa menyenangkan. Apalagi gw kesana bareng temen-temen dan Surilay, waaah priceless dah. kapan ya ke pantai lagi hhohho. xxxChuu original by ra~ccon.

Selasa, 02 Oktober 2012

Menjangan Besar Island, Yahuuuu. Last Day

00.17 Posted by Tiara Putri , 44 comments
Okee mari lanjut ke hari kedua gw di Karimun Jawa, meskipun tanggalnya udah basi bangetlah hhohho. Setelah bangun pagi, mandi dan sarapan, kami siap-siap untuk meninggalkan bumi perkemahan Legon Lele. Kami packing tenda dan barang-barang pribadi yang selanjutnya diangkut pake mobil Polhut menuju dermaga karena hari ini kami nyebrang ke Pulau Menjangan Besar. Gw kira nih peserta juga diangkut pake mobil, eh taunya cuma barangnya doang dan kami harus mendaki dan menuruni bukit, udah mana itu bukit tanjakannya bikin orang bisa gg jadi hamil dan panasnya Subhanallah sekali, udah berasa ninja Hattori dah gw waktu itu. Untungnya di dermaga deket alun-alun itu ada yang jual es, beuh berasa luar biasa banget dah bisa minum minuman dingin.

Nah terus kita nyebrang pake perahu kecil, musti dua kali angkut karena ya perahunya kecil dan gg muat banyak orang. Perjalanannya cuma sebentar paling lima menit doang, sambil nunggu perahu tumpangan, gw yang kebagian kloter kedua akhirnya nyari tempat persewaan alat skin dive alias buat snorkelan gitu, karena katanya disana boleh snorkelan, asik banget kan hhohho. Sebenernya gw udah bawa snorkel sama masker tapi cuma satu pasang, eh tapi pas mau pinjem, sama orang BTNKJ mau dipinjem deh, asik asik. Sampe sana ternyata Pulau Menjangan Besar itu ada tempat emm pembesaran hiu toh, wah seru deh liatnya, udah mana ya di terumbu karang yang nempel sama rumahnya itu ada ikan badut si nemo itu loh.

Ternyata tujuan utama kami ke Pulau Menjangan Besar itu ke PSA alias Penetasan Semi Alami untuk penyu yang bertelur di kepulauan Karimun Jawa. Sayangnya pas kami kesana lagi gg ada stok telur penyunya hhuhhu padahal pengen banget dah gw liat tukik alias anak penyu itu. Eh sebelum ada sosialisasi tentang PSA, kami ngelakuin bersih pantai dulu atau bahasa kerennya itu coastal cleaning. Duh rasanya sedih banget ngeliat ada begitu banyak sampah di pantai yang secantik itu. Kebanyakan sampahnya berupa botol air minum, stereofom dan sandal jepit loh. Ajeng aja sampe kalap untuk ngambilin sampah sebanyak itu.

Seusai bersih-bersihnya, kami langsung dapat sosialisasi mengenai program PSA di bawah BTNKJ ini. Ternyata ada dua jenis penyu yang biasa bertelur di kepulauan Karimun Jawa, yakni penyu sisik dan penyu hijau. Duluuu sebelum program PSA ini berjalan, masyarakat sekitar sudah terbiasa memakan telur dan daging penyu. Butuh usaha keras untuk menyadarkan masyarakat bahwa penyu merupakan hewan yang dilindungi dalam UU dan PP. Bukan predator yang menjadi musuh terberat bagi penyu, tapi justru manusialah predator tertingginya. Kini PSA tidak bisa berjalan tanpa adanya dukungan dari masyarakat, karena masyarakat sekitarlah yang membantu melaporkan bila ada penyu yang bertelur di salah satu pulau di kepulauan Karimun Jawa.

Katanya penyu akan selalu kembali ke tempat dimana ia ditetaskan, lucu ya, bahkan penyu pun tahu dimana rumahnya. Penyu juga salah satu kasus nyata hukum alam, karena dari ratusan ribu telur, hanya ratusan yang menetas dan tidak lebih dari puluhan yang berkembang dewasa kemudian mampu kembali lagi ke pulau yang sama untuk kemudian bertelur. Oh ya kenapa disebut semi alami ? karena telur-telur penyu di pulau2 kecil itu kemudian dipindahkan ke Menjangan Besar dengan menggunakan ember yang dikondisikan semirip mungkin dengan sarangnya. Salah satu tantangan dari PSA di Karimun Jawa adalah banyaknya pulau-pulau tempat penyu ini bertelur, ditambah penyu biasa bertelur di musim barat, dimana kadang laut sedang tidak bersahabat sehingga terkadang sulit mengkontrol pulau-pulau yang lebih kecil. 

Nah meskipun masih belum puas dengan penjelasan dari pihak BTNKJ tentang PSA ini karena selain menimbulkan banyak pertanyaan juga bikin gw pengen liat proses dari pengambilan telur sampai penetasan secara langsung. Eh gg kerasa acara udah musti ditutup aja deh dan dengan mengejutkan tim gw dapet peringkat pertama dalam jumlah terbanyak sampah yang dikumpulkan saat bersih pantai itu, 51 kg loh, campuran sampah organik, non organik dan kaca. Berterimakasih dah kami sama sampah organik yang ngeberat-beratin timbangannya hhohho.

Udahnya kita nyebur buat snorkeling-an, Subhanallah sekali cuma berjarak sekitar 20 meter dari pantai dan dengan air yang sepinggang, udah banyak terumbu karang dan ikan-ikan yang cantik sekali. Rasanya takjub sekaligus takut, gw takut tangan atau kaki gw gg sengaja malah ngerusak karangnya dan beneran takut klo kena bulu babi hhohho. Terus gw liat ada bintang laut warna ungu, mantep dah, ikan-ikannya juga gg begitu takut sama kehadiran kita bahkan bulu babi yang sembunyi di terumbu karang pun ada yang cantik loh, subhanallah baru snorkeling aja udah sebegitu takjubnya, gimana kalau selam kan. Sambil berjalan ke pantai, gw meniatkan diri untuk secepatnya mengambil sertifikasi selam hhohho.

Nah karena gw termasuk yang balik duluan ke tempat hiu, gw dan anak-anak yang duluan lainnya bisa numpah kapal cepat untuk patrolinya punya BTNKJ, wah asik dah naik itu kapal, cepet dan minim guncangan, kita ndesoo gitu dah foto-foto hhohho. Sampe Karimun, yang cewek dan cowok berpisah, karena kami menginap semalam lagi di mess, soalnya kapal ke Jepara baru datang besok pagi. Ah gg nyesel deh gw ke Karimun Jawa untuk kegiatan ini, banyak hal yang gw dapatkan, ilmu, teman, pengalaman dan terutama passion yang baru.
xxxChuu original by ra~ccon.

Jumat, 14 September 2012

Kemah Pendidikan Lingkungan Konservasi, Day 1st

23.32 Posted by Tiara Putri , 15 comments
Sabtu - Senin, 08 - 11 September kemarin gw ke Karimun Jawa loh hhohho, sayangnya bukan untuk main, tapi memenuhi undangan dari Balai Taman Nasional Karimun Jawa yang mengadakan kegiatan Kemah Pendidikan Lingkungan Konservasi. Undangannya datang ke WAPEALA sih, terus gw ditawarin mau ikut apa enggak, yo wis angkat tangan duluanlah, Karimun Jawa gratis ? lumayan to. Nah karena undangan terbatas untuk tiga orang, maka yang berangkat gw, Ajeng dan Mas Oci.

Akhirnya jumat sekamir jam 23.00 gw berangkat dari PKM Joglo pake motor ke Jepara. Gw dianterin sama si doi (uhuuuk) karena bawa motor Semarang-Jepara itu pasti gg bakalan kuat deh gw ngantuknya. Nyampe Jepara itu sekamiran subuh dan langsung numpang tidur di warung hhahha. Jam 06.00 pagi, pelabuhan udah mulai rame, kami juga harus briefing sama panitia untuk menerima tiket dan co-card sebagai tanda pengenal sementara. Cuus langsung deh naik kapal KMP Muria daaan ini my first ride loh hhahha jadi agak tegang-tegang gimana gitu.

Cerita soal di kapal gw skip aja, soalnya cuma tidur bangun tidur bangun dan tidur lagi. Sesampainya disana, kami langsung naikin barang ke mobil patroli Polhut dan kaminya jalan ke kantor BTNKJ-nya, dari kantor baru deh naik mobil ke suatu tempat.

Gw berasa keren gitulah naik mobil 4WD-nya polhut alias ranger boo. Terus kami diturunin di pantai gitu, wah seru dah, pantainya sepi banget dan bersih.

Lah ternyata dari pantai itu, kami jalan lagi, loh kok malah ngejauhin pantai, pikir gw, eh la la ternyata kami mau ke camping ground Legon Lele. Gw pikir ke Karimun Jawa nih bakal nyelem kek snorkeling kek apalah lah ketemunya hutan lagi, duh duh.

Sampe di camping ground-nya kami udah disediain tenda, mas Oci musti ngungsi ke tenda sesama cowok dan kami dibarengin sama Vita, anak Gova UNS. Asiknya tuh tendanya baru, kapasitas untuk enam orang dan cuma diisi kami bertiga hhahha mewah banget dah. Malemnya ada acara pembukaan, perkenalan dan briefing buat kegiatan besok.

Acara hari kedua adalah Tracking, jalurnya menyusuri sisi timur pulau Karimun Jawa dari Legon Lele sampai Kemloko yang kurang lebih berjarak 5 km. Kami menjadi tim kedua yang berangkat. Perjalanannya cukup nyaman, meskipun sekalinya nanjak itu bikin ngos-ngosan dan turunan yang lebih enak dilewati dengan merosot. Jalurnya masih benar-benar alami, petunjuk jalan hanya berupa tanda panah di pohon atau plang Jalur Patroli.

Yang jadi masalah cuma gerahnya itu loh minta ampun, baru jalan sebentar aja baju udah basah kuyup sama keringat, hutan yang kami lalui memang hutan hujan tropis dataran rendah, dengan kanopi yang lumayan lebat sehingga perjalanan tidak silau dan serasah hutan yang jadinya kalau jalan gg bisa hening. Serasah tersebut juga harus dilewati secara hati-hati karena bisa jadi bersembunyi ular Edor yang katanya gigitannya mematikan, jadi kalau jalan, duduk atau baringan musti liat-liat dulu.

Nah selama perjalanan kami juga harus melewati pos-pos, untuk mendapat informasi serta kuis seputar flora dan fauna di Karimun Jawa. Ternyata Karimun Jawa gg cuma punya laut aja loh, BTNKJ mengelola lima ekosistem di kepulauan ini, yakni, ekosistem hutan rimba, pantai, mangrove, lamun dan terumbu karang. Dengan banyak flora dan fauna endemik, menjadikan kepulauan ini salah satu aset berharga bagi negara kami.

Nah meskipun kami tim kedua yang berangkat, kami berhasil nyusul tim pertama dan malah jadi duluan tiba di pos satu dan pos dua. Dari pos dua ternyata kami salah ambil jalan dan mungkin karena kurang teliti melihat penunjuk jalan, kami mulai kehilangan arah. Makin lama jalan yang kita pilih makin sulit dilalui musti diterobos. Sempat terjadi perdebatan, Ajeng yakin kalau kita musti naik lebih tinggi lagi, gw maunya turun aja karena udah susah untuk nyari jalan naik, akhirnya Mas Oci milih untuk menyusuri bekas aliran sungai menuju hilir. Dan syukurlah gg lama kami denger suara orang, buru-buru lari deh daaaaan kami muncul di pos empat hhahha ditambah ternyata kami nyasar sampai dua jam. Dari pos empat kami disuruh turun dulu ke pos tiga dan buru-buru naik lagi karena udah pengen cepet selesai gitu dah. Nah dari pos lima ke exit point ini nih yang berat banget, jalurnya terjal dan gw gg kuat haus banget, gw kan gg kuat panas nah klo gg ada air wah udah deh rewel level dewa hhehhe pas akhirnya kita sampai exit point, disambut sama pantai dong, wah cantik dah.

Setelah makan siang di pantai -meskipun gw gg ikut makan karena gw sudah amat sangat puas dan kenyang minum air- kita diangkut lagi menuju lokasi Tracking Mangrove. Disini kita dikasih kursus kilat mengenai mangrove dan lagi-lagi kami diberitahu tentang kekayaan flora di pulau ini. Terdapat banyak jenis mangrove disini, bahkan yang langka secara global bisa ditemui umum disini.

Nah disini juga kami belajar mengamati burung atau bahasa kerennya bird watching, berbekal binocular pinjaman dari teman-teman KPB alias Kelompok Pengamat Burung, kami cukup menikmati kegiatan yang susah susah gampang ini. Hari itu berakhir dengan gw dan Ajeng mengungsi duluan ke tenda sedangkan yang lain lanjut begadang, capek ? gg juga sih tapi klo bisa tidur yah kami milih tidur dibanding main kartu hhohho.
xxxChuu original by ra~ccon.