Whoever me, Whatever me, and Whenever me. I'm the only one and just one of "me".

Tampilkan postingan dengan label My Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Family. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2016

Review : Kampung Daun

16.15 Posted by Tiara Putri , No comments
Note : tulisan ini saya buat kurang lebih satu tahun yang lalu dan entah kenapa saya lupa untuk publish, jadi ini semacam triger menulis yang dibuang sayang.

Weekend ini menyenangkan sekali, karena keluarga saya komplit berkumpul. Momen komplit memang susah sekali untuk keluarga saya, karena ayah yang kerjanya jauh dan durasinya lama dan Syifa yang kuliah di Magelang. Setelah saya merasakan jauh dari rumah, momen berkumpul lengkap ini menjadi hal yang mewah dan sangat saya syukuri.

Weekend ini ayah mengajak kami ke Kampung Daun di Lembang. Jadi sudah dari seminggu yang lalu, ayah ini kaya yang ngidam, sampe diomongin terus tiap hari pengen pergi kesini. Ditambah ayah sempet sakit dan lagi-lagi dibilangnya obatnya kalau ke Kampung Daun, hahaha padahal anak-anaknya tuh biasa aja.

Saya juga rada malas sih perginya kalau enggak lengkap, kan kasian Syifa enggak diajak, meskipun dia bilang gpp asal mentahnya dia kecipratan, tapi momennya loh momennya itu, jarang banget bisa kumpul komplit. Makanya pas dia bilang dia ada minggu tenang, kami suruh pulang aja. Bener aja kan, jam 02:30 dini hari sampai rumah, jam 07:00 kami sudah siap untuk pergi ke Kampung Daun, mengabulkan ngidamnya ayah.



Perjalanan menuju Kampung Daun ini cukup jauh karena saya telat kasih instruksi. Jalur terdekat itu katanya belok kiri di belokan pertama dari terminal Ledeng. Sayangnya, jalanan sedang macet dan saya lupa kalau belokan itu deket banget dari terminal Ledeng, jadinya kagok deh dan kami lewat Lembang. 20 menit kemudian, kami tiba di Kampung Daun. Saya kira kami bakal jadi tamu pertama karena sampai sana itu sekitar jam 11:00 siang, eh ternyata enggak juga sih, sudah banyak pengunjung yang datang.  


Kesan pertama begitu tiba di Kampung Daun adalah sejuk, beneran deh tempatnya sejuk, pohon di kanan kiri jalan, aduh nyaman sekali, mana di saungnya itu disediakan bantal guling, duh nyaman dan adem banget deh. Langsung deh kami pesan makanan, sayangnya menunya itu berupa kertas selembar yang sekalian dijadikan kertas pesan, jadi tidak ada gambarnya, ada beberapa paket yang namanya aneh dan tidak tertulis keterangan, jadinya kami pesan yang jelas-jelas saja deh.


Selagi menunggu pesanan datang, saya dan Syifa berjalan ke dalam, karena kami dapat saung di depan. Wah makin takjub lah saya dengan tata letak restoran ini, begitu nyaman, asri dan adem. Hal yang saya sayangkan, kan ada kali kecil gitu, nah kalinya itu masih berbau tidak enak, untung saung kami tidak dilewati aliran kali itu.


Ketika kami kembali ke saung, makanan sudah tersedia. Keluarga saya pesan Gurame bakar saus kecap, spageti bolognese, beef blackpepper with flavored rice dan bakso malang. Well, tempatnya sih enak dan adem, bahkan bisa menggugah selera makan, sayangnya mungkin kokinya lagi galau saat kami datang, makanannya zonk, padahal kami datang di waktu menjelang makan siang dan dalam keadaan lapar, tapi benar-benar kurang memuaskan. Makanannya tidak panas dan kurang nendang bumbunya.


Setelah makan dan tidur siang sebentar, kami pun pergi untuk melanjutkan perjalanan. Ternyata ada antrian di depan, wedew, karena pas datang, saya langsung reservasi tempat dan melenggang masuk, tidak perlu menunggu segala.

Nah ini tips dari saya kalau mau berkunjung ke Kampung Daun :
  1. Lebih baik lewat jalur yang dekat Terminal Ledeng, jangan kebablasan.
  2. Datang pagi menjelang siang, biar enggak nunggu lama, mau makan aja pake daftar tunggu segala, udah nunggu lama-lama makanannya kurang nampol kan Celana Merlin juga. Kecuali ya memang mau dapet suasana yang romantic di malam hari yang sepertinya peak hour, lebih baik jangan datang dengan perut 100% kosong.
  3. Bandrosnya enak, tapi mahaaal hahaha ya namanya di restoran yang lagi ngehits yaa,
  4. Jika berminat beli buah di pintu keluar, liatin aja mamangnya, jangan nawar, cukup liatin aja. Biarin si mamang ngikutin sampe tempat parkir. Pengalaman saya, kami enggak sengaja ngeliatin mamang yang jual strawberry dan berry hitam dengan harga Rp 35.000/box, eh pas kami di mobil, tanpa menawar serius, dapet deh Rp 50.000 untuk 3 box, hehehehe. 
Kesimpulannya, Kampung Daun itu tempatnya enak, nyaman dan adem, sayang, kokinya lagi galau dan gasnya lagi habis kali ya.
xxxChuu original by ra~ccon

Minggu, 18 Oktober 2015

Vitamin-Sea : Recharge & Refresh

21.28 Posted by Tiara Putri , , 4 comments
Melanjutkan cerita perjalanan saya ke Pulau Harapan yaa, jadi kebanyakan paket wisata ke Pulau-Pulau di Kepulauan Seribu itu berdurasi 2 hari 1 malam, disarankan kalau mau santai menikmati wisatanya itu hari weekday, karena kalau weekend apalagi libur panjang pasti penuh sekali, secara opsi quickie getaway dari Jabodetabek.

Agenda kegiatan di hari kedua di Pulau Harapan ini adalah Island Hopping, jadi kami diajak berkunjung ke pulau-pulau kecil yang tersebar di dekat Pulau Harapan. Beberapa Pulau kecil ini milik pribadi loh, ckckck ngiler enggak sih bisa punya pulau pribadi di kawasan yang lautnya oke punya, saya sih ngiler berat.
Pulau Harapan dikelilingi beberapa pulau kecil berjarak kurang lebih 10-20 menit perjalanan menggunakan kapal. Agenda hari kedua ini cuma sekedar lihat-lihat pulau saja karena jam 11:00 kami sudah harus berada di kapal yang akan membawa kami pulang ke Jakarta.


Kegiatan hari kedua ini bagi saya cukup membosankan, karena saya bukan tipe yang doyan selfie kali ya. Pulau-pulau yang dikunjungi ya tidak ada yang bisa dilihat, sama saja gitu tidak ada daya tarik atau uniknya, malah terkesan terbengkalai, sayang sekali, padahal cukup berpotensi untuk lebih dikembangkan. Seperti di Karimunjawa, di Pulau Menjangan Besar wisatawan bisa melihat dan berinteraksi dengan hiu di penangkaran yang dibuat oleh warga sekitar.


Saya pun menyarankan kami untuk pulang saja, agar bisa dapat tempat di kapal. Benar saja deh, kapal yang akan membawa kami ke Jakarta sudah penuuuuh sekali, untuk dapat tempat di bawah tangga saja sudah bersyukur deh dan saya punya firasat bahwa perjalanan pulang ini tidak akan semulus perjalanan pergi, jadi saya menenggak pil antimo, lalu mengambil posisi berbaring di bawah dek kapal.


Firasat saya benar, Celana Merlin, perjalanan pulang ombaknya besar, terasa sekali terombang-ambingnya padahal saya sudah minum antimo, tapi kapal berguncang dan satu persatu anggota rombongan saya tumbang. Alhamdulillah saya sih tidak sampai muntah, meskipun perut memang rasanya sudah tidak enak. Makanya ketiika kapal merapat di dermaga Muara Angke, rasanya begitu lega, meskipun ketika menginjak daratan, ada rasa limbung dan oleng hahaha amatiran ya.

Well, perjalanan ke Pulau Harapan cukup untuk recharge energi dengan memberi saya vitamin-sea, meskipun memang masih kurang gregetnya. Dari pengalaman ini, saya ingin berbagi tips bagi yang hendak berkunjung ke Pulau Harapan :
  1. Bandingkan harga sebelum memutuskan memakai operator wisata, karena pada dasarnya kegiatannya sama saja tapi harga bisa berbeda.
  2. Datang pagi-pagi sekali untuk menghindari terjebak macet jika pergi wisata pada weekend. Setelah itu langsung menuju kapal untuk mencari tempat duduk, karena tidak diberi tiket, apalagi di booking-kan tempat duduk.
  3. Tips untuk mencegah mabuk laut, hindari bepergian dengan perut kosong, minum air jeruk nipis hangat setelah makan. Kalau saya sih Tolak Angin dan semacamnya bantu banget mengurangi mual. Cari tempat yang nyaman, kalau perutnya lemah, saya sarankan untuk berbaring selama perjalanan dan minum obat anti mabuk. Bawa minyak yang disukai, karena jika sudah ada bau-bauan aneh, biasanya akan lebih mudah terangsang untuk muntah
Semoga tips diatas membantu yaa. Titip salam untuk pohon kelapa dan pasir pantai, katakan pada mereka, saya rindu, hhehhe.
xxxChuu original by ra~ccon.

Jumat, 09 Januari 2015

Ngesot Dulu Ke Gunung Kidul

00.18 Posted by Tiara Putri , , 16 comments
Dari Ambarawa saya lanjut ke Magelang untuk nganterin printer dan meja ke tempatnya Syifa, adek saya. Disitu Syifa curhat soal pengen maen tapi banyak kendalanya, yaudah saya ajak pergi main, awalnya mau kemah, tapi kalau pergi Minggu, hari Senin pukul 08:00 sudah harus di Magelang lagi, karena Udzma, teman Syifa mau ada tes, akhirnya diputuskanlah kami pergi mainnya ke Gunung Kidul, Yogyakarta aja, tepatnya ke Goa Pindul dan pulangnya ke Puthuk Setumbu, bukit di Magelang yang bisa lihat sunset dan Candi Borobudur dari ketinggian.

Hari Minggu, 5 Januari 2014, saya berangkat sekitar jam setengah tujuh dari Semarang. Di Magelang, saya ketemuan di Rindam sekalian sarapan dulu, jam sembilan berangkat deh menuju Gunung Kidul. Beruntung sekali cuaca hari itu cerah.

Memasuki daerah Gunung Kidul, Ardiyan bertanya ke saya apa Syifa dan Udzma punya SIM, karena daerah Wonosari itu rawan razia, dihlala bener aja dong, ngelewatin Bukit Bintang, motor Syifa diberhentiin sama Polisi, katanya melanggar marka jalan, di garis tak terputus mereka nyalip, untungnya STNK dan SIM ada jadi gg kena dobel, tapi tetep aja malesin.

Tapi enggak jadi ditilang sih, kami dilepas gitu aja, polisinya males kali ya karena saya bersikeras kalau ditilang, saya mau yang bayar langsung via BRI, tapi penjelasan teknisnya tuh muter sana muter sini deh, ah urusan pelayanan masyarakat masih ribet, selalu begitu, niatnya mempermudah yang ada malah masyarakat dibuat pusing.

Yaudah deh kami cabut, ngikutin guide yang pas lagi awal tilang dipanggilin polisinya pas tahu kami mau ke Pindul.


Saya jadi agak emosi kalau inget cerita itu, bentar saya senyum dulu *senyum*. Oke kami melanjutkan perjalanan. Jadi masuk Gunung Kidul, sepanjang jalan akan menemui tulisan "Informasi Goa Pindul", "Antar Gratis Goa Pindul", "Penjemputan Tamu Goa Pindul" dll gitu. Jadi memang biaya antarnya gratis, karena masing-masing pengantar



Perjalanan kami mengikuti guide antar ini jauuuuh sekali, rasanya perjalanan Magelang - Gunung Kidul lebih deket dibanding perjalanan Bukit Bintang - Goa Pindul. Mana jalannya tuh kanan-kiri hutan, enggak ada petunjuk jalannya, udah kepikiran gimana nanti pas pulang bisa nemu jalannya apa enggak hhehhe.


Akhirnya sampai juga di lokasi, langsung dikasih tahu ada paket apa aja. Paket Tubing Goa Pindul Rp 35.000/orang, rafting sungai oya Rp 45.000/orang dan caving Goa Gelatik Rp 30.000/orang. Kami pilih paket tubing sama rafting, jadi per orang bayar Rp 80.000. Pas mau bayar, uang kami pas-pasan banget, mana enggak bisa pake kartu debit, karena takutnya ada apa-apa di jalan kalau enggak megang uang cash. Eh malahan sama pemiliknya ditawarin pembayaran via transfer, untungnya Syifa udah ngaktifin mobile banking-nya. 


Setelah bayar, kami ganti baju dan sholat dzuhur dulu. Disini udah enak, kamar mandinya banyaaak banget dan murah, biaya BAK dan ganti baju Rp 1000, untuk mandi Rp 2000. 


Sudah selesai kami langsung ke loket lagi karena sudah dipanggil-panggil, jadi kalau sudah bayar nanti nunggu dipanggil, setiap tim nanti dapat satu guide. Benar kata pengantar kami, kalau kantornya dia lokasinya deket Goa Pindul yang memang terletak di belakangnya meskipun harus jalan sekitar lima menitan sambil bawa ban.


Ada kejadian yang cukup menyebalkan, jadi saya minta Ardiyan bawa housing, dibawa sih tapi lupa di setting untuk kamera saya, jadinya gg kepake housing-nya dan untuk menghindari kena air, kamera digital saya dimasukin ke plastik es, duh gg bagus banget deh.


Setelah membungkus kamera dengan plastik, kami mulai mengantri di mulut gua, iya ngantri, udah panjang mengular aja antrian masuk guanya, tapi kata guide-nya sih itu belum apa-apa, karena beberapa hari sebelumnya yang notabene libur panjang, orang musti antri sampai dua jam untuk bisa masuk ke Goa Pindul.


Pas mulai masuk goa-nya, guide kami (hmm kalau gg salah namanya mas Suryono) mulai memberikan keterangan mengenai Goa Pindul, sejarahnya, lalu kuliah singkat mengenai bebatuan dan fauna penghuni Goa.


Guide kami ini lucu loh, jadi muka dan intonasinya tuh serius dan datar, eh ternyata ngelucu, gubrak momen banget deh, kayak semacam ini deh,
S : Jadi pilar gamelan ini kalau dipukul 12x nanti bisa terdengar 2 suara
K : Hah? Iya mas ? suara apa tuh ?
S : Iya suara pilarnya yang seperti gamelan dan suara guide-nya yang kesakitan.


Sepengamatan saya, guide disini sepertinya sudah diberi pelatihan kepemanduwisataan, jadi ada inisiatif untuk mengambil foto pelanggan, penjelasannya juga lengkap terlebih lucu-lucu juga sesuai dengan karakter dan pembawaan masing-masing.


Memasuki Zona Gelap Abadi, dimana cahaya matahari sudah tidak mencapai bagian ini, seharusnya ada semacam ritual, dimana guide akan mematikan lampu lalu meminta peserta untuk merenung dan mensyukuri nikmat penglihatan, karena pada zona gelap abadi ini gelap total, tangan depan muka pun enggak bakalan kelihatan, cuma karena ya macet dan banyak banget pengunjung ya enggak bisa dilaksanain ritualnya.



Sebenernya perihal macet di dalam Goa ini ada untungnya juga loh, karena biasanya paket Tubing Goa Pindul itu paling cuma 15 - 25 menit, tapi kalau macet bisa lebih dari itu. Enggak untungnya penjelasan guidenya jadi kurang maksimal, gitu kata guide-nya kami.


Selesai di Goa Pindul, kami kembali ke loket untuk melakukan paket Rafting Sungai Oya. Jadi ban sama peserta diangkat pake mobil bak terbuka ke sungai yang jaraknya juga enggak terlalu jauh dari loket.


Lalu kami turun dari mobil bak sambil angkat ban masing-masing, terus jalan menuju poin awal pengarungan. Kami kira turun dari mobil langsung mulai, tapi kata guide-nya jalur itu khusus kepemanduan, bukan untuk peserta umum, terlalu bahaya katanya.


Terus kami menyeberang sungai sedikit, awalnya pemandu nunggu di bawah jeram, hlaa mau arung jeram tapi jeramnya malah dilewatin, gg afdol dong ya, jadi kami minta mulai dari atas jeram. Untungnya kami minta dari atas jeram, karena sepanjang pengarungan, itu satu-satunya jeram yang kami lewati, sisanya ngikut arus sungai yang lambat.


Di tengah arung sungai ini, kami berhenti di satu titik dimana ada batu tinggi dan air terjun. Nah para pemandu mendorong para peserta untuk lompat dari batu setinggi kurang lebih 2 - 3 meter dari permukaan air, sampai ngantri mau loncat aja.


Kami cukup lama di air terjun, karena teman-teman pada loncat lagi, kecuali saya emang, karena lemah jantung saya ini, gg suka sama yang bikin jantung ketinggalan hhehhe. Lalu kami melanjutkan hanyut sekitar 500 meter sudah sampai di akhir, beli cimol langsung diangkut lagi ke loket. Kami mulai sekitar pukul 12:30 dan semua kegiatan usai pukul 15:00, enggak kerasa waktu berlalu dengan cepat. 

Well, wisata Goa Pindul ini lumayanlah meskipun biasa aja menurut gw yang pernah ke goa vertikal (padahal baru dua kali tapi sombong hhohho) tapi bisa nambah ilmu juga, sedikit saran yang mau ke Goa Pindul :
  1. Bawa surat berkendaraan yang lengkap, patuhi aturan terutama di belokan, banyak cerita tilang di Wonosari
  2. Pengantar tamu di sepanjang perjalanan menuju Goa Pindul memang gratis, tapi enggak ada salahnya untuk bertanya, ada biaya antar atau enggak, daripada apes kebagian yang gg gratis
  3. Bawa uang cash, karena belum menerima pembayaran menggunakan kartu kredit atau debit.
  4. Minimal berempat, ini pendapat saya pribadi sih karena tempat ini asiknya memang rame-rame, berduaan doang nanti pemandu jadi orang ketiganya hhohho.
Lalu kami meneruskan perjalanan menuju pantaaaai.
xxxChuu original by ra~ccon.

Selasa, 25 November 2014

Keturunan Bintit bin Alergi

22.32 Posted by Tiara Putri , , 9 comments
Ada yang pernah bintitan?. Kalau pertanyaan itu ditanyakan ke saya, jawaban lebaynya pernah sampai ratusan kali hhehhe. Semenjak kuliah, saya sering banget bintitan hhuhhu, dalam dua bulan ini saja saya dua kali bintitan, bulan kemarin di mata kiri, sekarang di mata kanan, sampai salep Terra - Cortril nangkring dengan setia di kotak kosmetik.

Pernah malah suatu waktu, saya sampai punya tiga benjolan di mata, satu di kanan, dua di kiri tapi enggak sakit sih. Sama dokter mata juga Cuma dikasih salep dan disuruh kompres pake nasi hangat karena sudah gg bisa dikasih tindakan, tapi setelah beberapa lama benjolannya kempes, Alhamdulillah.

Selain bintitan, salah satu penyakit yang baru muncul saat kuliah ini adalah alergi, sampai mama saya heran kok saya makin dewasa malah penyakitan, iya aneh memang. Nah selama proses pengerjaan skripsi, tiba-tiba saya selalu gatel-gatel kayak semacam kaligata atau biduran gitu, hampir setiap hari, tiap pagi dan malam, udah kayak minum obat aja kan. Itu menganggu sekali, saya gg bisa beraktifitas jadinya, karena bentol gatelnya menyerang di kaki hhuhhu jadi awal-awal saya minum obat tiap kambuh, sama apoteker saya dikasih Aerius, tablet kecil tapi harganya Rp 8000/tablet, ampuh sih, gatal dan bentolnya mereda cepat, juga gg bikin kantuk tapi sukses bikin kantong mahasiswi ini bokeek.

Saya sudah ke dokter spesialis kulit, cuma lima menit di ruang periksanya, bayarnya hampir Rp 200.000, katanya ini genetik, well, sebelum saya, mama saya juga sempet mengalamin kayak saya, kata dokternya yang ngasih penjelasan lebih panjang dibanding pas giliran saya periksa, itu asma yang gg jadi, saya juga tidak begitu paham deh. Ehlala, Celana Merlin, obatnya habis, saya kambuh lagi err banget.

Ayah saya suruh saya tes alergi aja, biar tahu penyebabnya jadi bisa dihindari, saya kira karena dingin, tapi pas ke Merbabu malah gg kambuh. Lalu debu, tapi di rumah, di kos temen, di kampus, di jalan juga kambuh. Bahkan pernah ayah saya berteori bahwa saya alergi bangun siang hhahha. Sudah sempet mau tes tuh, tapi dokternya enggak ada dan semenjak itu saya memutuskan untuk tidak minum obat, tapi konsekuensinya saya menunda aktifitas saya, karena kalau kambuh saya gg bisa pake celana jeans, bisa makin bengkak dan rasanya pegal sekali kalau berdiri.

Nah Alhamdulillah sih, sekarang udah gg setiap hari serangan gatelnya, aneh memang. Soal bintitan itu kata dokter mata berhubungan dengan hormon. Saya juga pernah konsul ke bidan mengenai nyeri haid saya yang parah banget nget nget, itu juga karena hormon. Di keluarga saya kayaknya kelebihan hormon ini diturunkan, adik saya, Syifa ngefeknya ke jerawat. Tau gg apa komentar bidan menyoal masalah hormonal ini ?, katanya saya harus menikah hhahha, mau dong dinikahi, nah pertanyaannya siapa yang mau menikahi saya untuk menjadi obat di hidup saya, eaaa hhahha.
xxxChuu original by ra~ccon 


Kamis, 24 November 2011

Longing, Losing, Missing.

22.32 Posted by Tiara Putri , , 56 comments
Kadang kita baru menghargai sesuatu setelah mengalami kehilangannya dan it's true loh. Gw kan ditelpon sama orang rumah hampir tiap hari, soalnya yang bangunin gw tiap subuh itu ayah. Dulu gw agak males kalau ditelpon ama mama soalnya ngerasa bersalah gitu, habisnya tiap mama gw telpon pasti gw lagi nonton filmlah, baca komik atau ngenet yang udah berjam-jam sampe lupa belajar. Emak gw kan pasti nanya, "Lagi ngapain?" mau jujur segan tapi mau bohong ngerasa bersalah.

Sampe akhirnya sebulan yang lalu mama gw jarang telpon, jarang banget sampe sebulan bisa dihitung pake sebelah tangan. Lagi ada masalah gitu deh jadi tiap nelpon gw baru ngomong beberapa kata emak gw langsung nangis, gw kan jadi bingung, jadi ditelpon pun gw cuma bisa diem dengerin emak nangis karena saking sedihnya beliau sampe gg bisa ngomong. Kadang baru gw jawab salam dan emak nanya kabar langsung nangis jadi langsung ditutup telponnya, mau ditelpon balik kemungkinan gg diangkat kan emak gw lagi nangis dan lagian gw gg ada pulsa hhohho.

Baru deh gw ngerasa hampa gitu, gg denger cerewetnya mama via telpon dan gg ada lagi telepon dari ayah cuma buat bilang "Bangun, neng!" di subuh yang terlalu subuh. Rindu telpon gg penting dari rumah cuma buat kasih tau mama rindu gara-gara bikin makanan kesukaan gw atau gosip terbaru di keluarga. Atau ayah gw yang kikuk tapi menjadi pendengar yang baik untuk semua cerita panjang gw.

Pengobat rindu gw cuma sms dari Syifa, gw jadi tanya keadaan rumah via doi, semenjak kita beranjak dewasa emang hubungannya makin dekat dan makin terbuka. Akhirnya masuk bulan Nopember, emak gw udah bisa ngomong panjang lebar via telpon dan seperti biasa ngingetin "Hati-hati pilih temen, awas penculikan!", rasa rindu pun mulai terobati, seneng juga karena tidak mendengarnya menangis lagi, emang bener ya tawa itu obat jiwa. Semoga saat ini dan seterusnya gw akan selalu bisa menghargai keberadaan mereka sebelum benar-benar akan kehilangannya.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "Penuhi hak kedua orangtuamu dengan pulang ke rumah mereka." Lia.

Selasa, 06 September 2011

Bolang Balong

21.02 Posted by Tiara Putri , , 59 comments
*bedewei baswey judulnya kayak nama makanan gg kreatif banget ya gw* Nah habis maen-maen ke sawah, besoknya kita main ke rumah mamang -mamang itu bahasa sunda untuk om- biasalah agenda utamanya makan-makan. Rumahnya agak jauh dari rumah ummi, di Haniwung, perbatasan ama Pagaden (CMIIW itu kata mama, kayaknya asal jawab lagi sibuk nonton bola soalnya). Nah daerah rumahnya mamang gw ini banyak balongnya -balong itu artinya kolam- soalnya jadi tempat pembibitan ikan, ikan-ikan disini cuma diurus sampe kira-kira sebesar telapak tanganlah nanti dikirim lagi ke Cirata untuk dibesarinnya, kurang lebih begitulah bukan gw soalnya yang ngurus ikannya.

Udah kenyang makan, foto-foto, ngejar marmut, adek ama sepupu gw pada ngajakin maen ke balong, demen banget mereka maen ke balong, padahal beberapa hari sebelumnya mereka seharian juga maen di balong, kalau gw sih udah lewat fase seneng maen ke balongnya, pertama panas, kedua bau amisnya nempel sampe ke rambut, soalnya acara utama ke balong itu ya kasih makan ikan.

Balong ini bersejarah banget, dulu jamannya gw SMP masih ada perahu karet dan kita belaga ada di danau gitu, malah kadang gw, adek dan sepupu nyemplung ke balong pake ban karet, padahal balongnya dalem loh sekitar dua meter belum lumpurnya yang juga dalem. Ditambah dikawasan balong itu motor mamang gw yang lain pernah nyebur, gara-garanya jarak antara balong satu ama balong lainnya kan sempit, cukup sih satu motor cuma kalau yang gg biasa dijamin geal-geol gitulah. Yang pink kayak permen karet itu telur siput loh, yang warnanya agak pucat kalau dirusak teskturnya kayak gabus.

Nah lagi-lagi kalau bareng ama anak kecil ada aja cerita berantem dulu, padorong-dorong di saung, pada pengen jatuh gg tau apa balongnya dalem ckckc gara-gara tempatnya kesempitan, adu mulut dulu baru deh palempar-lempar pelet ke muka hhahhai. Soal pelet, baunya minta ampun tapi seneng aja ngasih makan ikannya, soalnya banyak banget, pancing aja sama sekali tebar peletnya, langsung deh pada ngumpul semua.

Tapi kemarin kita gg main di balong yang biasa, pindah ke balong sebelahnya yang lebih dalem klo gg salah, kata mamang gw sih hampir dua meter lebih, tapi saungnya agak kecil. Tadinya gw gg bakalan ikut, lagi panas banget soalnya, eh tapi nemu caping, berasa mau panen banget. Ceritanya gw mau foto di ujung papannya biar keren gitu, tapi serem loh jalan cuma di tiga bambu disatuin dan udah banyak yang retak juga, ngerasa badan gede tapi tetep nekat, ngesot aja hhahha.

Acara maen ke balong kali ini cuma sebentar, soalnya udah disuruh pulang sama para mama ditambah insiden berantem yang berlanjut pada kehilangan mood deh itu para anak kecil jadi pada minta pulang, tapi tetep seru sih. Pulangnya para sepupu minta ikan hias deh.
xxxChuu original by ra~ccon.

Sabtu, 03 September 2011

Libur Lebaran, Sawah & Point Blank

20.14 Posted by Tiara Putri , , 40 comments
Aloha maroha ... akhirnya bisa ngenet lagi meskipun di warnet dan cuma gw yang buka browser, sisanya pada maen Point Blank, berasa cupu banget dan khas suasana warnet yang dipake buat nge-game, kata-kata kasar diudara huhuhu. Well, gw masih di Subang, setiap lebaran gw pasti ke Subang soalnya suasana lebarannya lebih dapet ditambah momen lebaran emang dipake buat ngumpul keluarga. Ramadhan kemarin nenek gw dapet tiga cucu cowok tambahan yang lahirnya cuma beda sehari dua hari, jadi jumlah cucu nenek gw sekarang 23 orang, meskipun gg semua ngumpul tapi masih seru kok. Kalau udah ngumpul agendanya gg jauh dari makan-makan dan jalan-jalan.

Kemarin kita maen kerumah bibi gw, disana banyak hal seru yang bisa dikerjain, dari mulai nungguin ayam pelung berkokok yang kokoknya unik berharkat panjang istilahnya hhahhai, ngejar-ngejar angsa  sampe maen ke sawah.

Habis ngerujak dan udah gg terlalu panas, gw, adek ama sepupu maen ke sawah, padinya udah mulai menguning, di beberapa tempat malah udah ada yang panen.

Eh gg taunya sebuah kesalahan besar deh bawa anak kecil, dikit-dikit musti gendong, kakinya gatel-lah atau macet pas lagi jalan di galengan sawah gara-gara yang depan gg mau maju pas ada ulet bulu segede telunjuk tangan.

Eh kita ngelewatin sungai kecil, ayo gulung celananya dan lagi-lagi ada yang gg mau turun soalnya gg mau sendalnya basah, tapi akhirnya mah kita basah-basahan sekalian deh disana.

Kata om gw, jalan di galengan sawah itu bisa buat latihan jalan ala model secara emang sempit terlebih kalau yang didepan udah ngelongsorin, makin sempit deh, jadi deh banyak acara keplesetlah, nyeburlah, tapi tetep seru.

Gg kerasa udah jalan jauh, enaknya disini sawahnya masih luas banget gg cuma sekotak dua kotak jadi lumayan jauhlah jarak yang ditempuh, capek ? tinggal istirahat aja di saung-saung.

Sambil istirahat kita makan tebu yang dibawa dari rumah bibi, gw terakhir makan tebu tuh pas SD, udah jarang banget nemu tebu dan makan langsung dari batangnya, bukan sarinya yang banyak dijual dijalan.

Gg kerasa juga udah sore, musti pulang dan mandi, sekian reportase dari sawah oleh Tiara Putri hhahha. Hari ini ke sawah, besok kita maen ke balong yohohohoho.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "Fire in the hole." Point Blank

PS : Sumpah ya ini posting gg penting banget seperti biasa cuma pengen pamer foto hhahha lagian gg konsen juga nulis rame gini oh ya click the photo for the better view.

Jumat, 26 Agustus 2011

Eighteen is a New Seventeen

07.03 Posted by Tiara Putri , , 39 comments
Ramadhan kali ini banyak yang berbeda, dari mulai gw gg uring-uringan pas dibangunin untuk sahur, lebih sabar juga -eh gimana mau gg sabar coba orang kerjanya tidur mulu hhehhe- dan ditambah di ramadhan kali ini gw bertambah usia, yatta welcome to the 18th world hhohho. Usia kali ini spesial, kenapose ? soalnya lagi-lagi jatuh pas ramadhan dan hari ini hari Jum'at, hari yang baik kan oh ditambah lebaran berarti bentar lagi hhohho.
Tolong dicatat gw baru 18 tahun, bukan 24 apalagi 30 bukan bukan, cerita tentang orang-orang yang dengan seenaknya menebak umur gw makin bertambah dengan komentar om r10 di status FB gw #nangis darah.

Oh ya, tahun ini juga semua anggota keluarga ada dirumah, tahun lalu gw lagi ospek di Semarang dan tahun lalunya lagi ayah yang lagi diluar negeri, tapi karena kebiasaan diberi ucapan sama ayah pas hari H-nya via telpon berasa janggal gitu nerima ucapan langsung, udah mana berasa gg rela gitu nambah umur, kemarin gw nervous banget, mati gaya lagi -hhahha alay binti lebay banget ya-, eh malah diingetin mulu sama ayah.

Terus harapan tahun ini apa ? emmm apa ya, semoga bisa makin berbakti sama orangtua, makin rajin belajar, belajar nabung dan memprioritaskan kepentingan, rajin ibadahnya, anggun sikapnya, cantik perangainya apa lagi ya pokoknya yang baik-baik deh harapannya hhahha yaiyalahya, oh ya satu lagi, gw berharap kalau dikasih umur untuk bertemu dengan tahun depan, ada sesuatu yang membanggakan untuk dikenang diusia ini, aamiin.
xxxChuu original by ra~ccon.

Rabu, 24 Agustus 2011

Ramadhan dan Kue Lebaran

21.56 Posted by Tiara Putri , , , 36 comments
Duh ... gini nih akibat tidur ba'da ashar, emang sih enak bangun pas adzan magrib banget, tapi ya Allah pusing, lemes dan terdisorientasi banget. Pas bangun gw ngiranya udah waktu sahur dan sempet mikir "wah, orang rumah kejam semua gg ada yang bangunin sahur" tapi dipikir-pikir udah adzan kok masih pada makan dan otak pun mereka ulang oooh adzan magrib ternyata. Ya terus kenapa gw tidur ba'da ashar ? soalnya capek banget, hari ini gw bantu mama dan tante bikin kue,  eh capeknya bukan karena bikin kuenya sih hhahha orang gw cuma jadi pompom girls aja, kerjain ini bosen, main sama sepupu, kerjain lagi dan lebih banyak mainnya hhohho jadi capeknya sih karena kurang tidur.

Salah satu yang berbeda dari ramadhan kali ini adalah kita bikin kue sendiri, biasanya beli sih kecuali yah yang gampang-gampang kayak kacang goreng dan kue stik, itupun dibikinnya setelah mengirim anak-anaknya ke Subang, soalnya mama gg suka ngerjain sesuatu banyak gangguan dan malah jadi berantakan. Tapi sekarang  adek-adek udah lumayan gede dan tadi kita bikinnya di rumah tante, ya jadi mereka anteng maen sama sepupu.

Gw dateng ba'da dzuhur, udah sebagian pada jadi tuh kue tinggal dibakar (eh apa dipanggang ? apapun lah istilahnya pokoknya dimasukin ke oven) dan semangat gw mau bantu, eh pas nyium bau adonan mentahnya, hueeek bikin mual. 

Hal lain yang berbeda dari ramadhan kali ini juga adalah mama gw mau masak besar, well biasanya cuma cukup buat keluarga aja, tapi kemarin mama bantu tante bikin ta'jil buat buka puasa di SD sepupu gw dan anak-anaknya sekarang bisa bantu gg sekedar ngerecokin.

Ini sepupu gw, usianya baru delapan bulan, namanya Zulaika dipanggil Alika, pertama denger namanya gw langsung mikir "kasian nih anak, sembilan tahun sekolah absen paling akhir mulu pasti" hhohho. Jadi ceritanya mamanya alias tante gw mau ke kamar mandi dan doi ini gg mau ditinggal ditambah belum kenal ama gw, jadilah dikasih hape, disuruh maen game hhahha bayi jaman sekarang dikasih hape baru deh anteng.
xxxChuu original by ra~ccon.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Timing is Kuisss ... tengtereretengtengtengteng.

12.40 Posted by Tiara Putri , , , 51 comments
Akhir-akhir ini gw males banget ngenet, ditambah internetnya dipake mulu sama Ayah buat urusan kerja klo udah dipake buat download sama Syifa, jadi lola deh kebagi sama download. Mau baca buku, karena gw baca bukunya sambil tiduran eh malah kebablasan, akhirnya gw juga ikutan jadi setan download, ternyata download rate dirumah cepet banget, puas-puasin deh download CSI: Miami, eh  pas diliat ternyata cenderung bisa membatalkan puasa, yaudah deh pindah-pindah saluran tv nyari acara yang ada ustad Solmednya hhohho ganteng boo hhihhi tapi yang paling sering sih gw menghabiskan waktu beribadah di kasur hhohho.

Bulan puasa itu selain jadi ajang berlomba-lomba dapat pahala juga menjadi wadah untuk berlomba-lomba berbagi hadiah dan uang jutaan rupiah. Liat deh acara pas sahur atau sebelum berbuka, banyak banget acara yang ngebagiin uang dari mulai satu juta ampe lima jutaan, dari yang harus daftar dulu via sms sampai yang langsung telepon, oh tapi jangan lupa dipotong pajak, berapa sih pajaknya ?.

Masalahnya gw juga pengen tuh nyoba peruntungan ikutan kuis kayak begitu, secara pertanyaannya gampang banget, mungkin telepon udah masuk aja bisa langsung dapet hadiah. Dulu gw yang jadi banci kuis, nomor telponnya gw simpenin dan gw tongkrongin acaranya, lama-kelamaan capek juga kagak masuk terus, akhirnya mah digodain ama ayah, "Tuh coba lagi neng, satu acara dua juta, lima kan dapet  kurang lebih 10 jutaan", ngooook boro-boro lima, satu aja udah susah banget masuknya.

Ada kiat khusus gg sih untuk ikutan kuis gitu ? seumur-umur dikeluarga besar kagak ada yang pernah dapet ikutan kayak ginian, pan lumayan dua jutaan buat lebaran hhohho. Ini ceritaku, bagaimana ceritamu ? ada yang pernah berhasil masuk ?.
xxxChuu original by ra~coon.

Senin, 01 Agustus 2011

Pawai Menyambut Ramadhan (yang Sudah Datang)

14.18 Posted by Tiara Putri , , , 52 comments
Dua hari kebelakang ini keluarga gw menggalau, kenapose ? soalnya listrik mati terus dan yang nyebelinnya sehari bisa sampai empat kali deh, imbasnya ke internet yang mati selama tiga hari penuh, soalnya sistem wireless disini kalau mati lampu harus reset server dan server pusatnya lagi pulang kampung. Keluarga gw kan addicted banget sama internet, -well, except my mother sih- dari jaman dial-up pake kabel telepon sampe wireless, berasa mati gaya kalau internet mati. Sedihnya gw kemarin mau cerita tentang pawai di perumahan gw  untuk menyambut ramadhan, e-do-do-e cuma sempet nge-draft aja, dibuang sayang deh, yaudah mending posting aja.

Disini salah satu syarat masuk SMP adalah punya ijazah sekolah agama, jadi karena perumahan gw ini banyak banget anak kecilnya, banyak pula sekolah agamanya. Beda yayasan beda pula pawainya, seminggu sebelum puasa ada pawai obor gitu, berasa difilm jadul.

Yayasan dimana adek gw sekolah agama, pawainya kemarin Sabtu, karena termasuk yayasan besar jadi anggota pawainya juga banyak.

Anak-anak kumpul di masjid, wah seru, banyak orang dan kegembiraan diudara. Eh gw ketemu sama guru ngaji pas SMA, beliau orang kedua yang bilang gw gg gendut loh setelah hampir setahun gg ketemu.

Pawai pun dimulai, karena yayasan ini terdiri dari tk dan sekolah agama, jadi beda cabang beda atributnya. Ada marching band-nya juga, anak-anak umur lima tahunan gitu, nah biasanya yang jadi mayoret kan cewek cantik, langsing, tinggi tapi kali ini beda, mayoretnya ibu-ibu gendong bayi.

Ini pas lewat depan gang deket rumah, aaa gw pengen ikutan pawai juga, seru gitu. Sambil pawai mereka ngebagiin jadwal puas. Itu tanda panah merah, adek gw, sendalnya copot, hadeuh baru jalan dikit aja sampe copot begitu.

Eh ternyata sodara gw juga satu yayasan sama adek gw. Sesudah pawai, pada munggahan bareng deh. Oh ya selain pawai, sebelumnya ada acara Agustusan dulu, 17 Agustusnya dimajuin jadi 17 Juni kemarin, cuma ada bazar doang gg ada lomba-lomba khas Agustus.

Sekian reportase dari Griya Asri oleh Tiara Putri hhohho gg penting banget kan ya kayaknya niat utamanya sih cuma pengen narsis-narsisan aja. Selamat berpuasa semuanya.
xxxChuu original by ra~ccon.