Whoever me, Whatever me, and Whenever me. I'm the only one and just one of "me".

Selasa, 12 Oktober 2010

You'll Never Know Until You Experience It

21.30 Posted by Tiara Putri , , No comments
gw pernah curhat ke seorang teman tentang apa yang gw rasakan saat itu, begilah kutipan percakapannya :

G : gw baru sadar suatu sifat gw. jadi sifat ini gg muncul di permukaan dan baru muncul saat gw ingin mencapai sesuatu, jadinya gw sempet bingung apa sebenernya yang gw rasa dan inginkan
T : emang apaan ?
G : ternyata gw ambisius ditambah terkadang gw punya sedikit kewajiban untuk perfeksionis. ambisius ini mirip cinta, gg bisa dimengerti sampe kita ngerasainnya sendiri. wajar gg sih klo gw ambisius ?
T : hmm ... wajar. tapi ambisius itu nafsu, saat start ia akan membakar diri dan tiba-tiba pada titik tertentu hilang begitu saja. beda dengan impian.
G : iya gw ngerti klo ini nafsu. tapi gw gg nyaman dengan rasa ini *cielah*. gw ingin segalanya berjalan yah minimal dengan baik lah, tapi yang ada di akhir gw selalu mengecewakan banyak orang dan terkadang gw takut untuk memulai karena pola hasil yang berulang, padahal gw udah coba selalu ber positive thinking.
T : sekarang udah gg jamannya lagi berpositif thinking. karena yah emang terkadang susah buat mikir positif di zaman para negatif. yang ada kita harus pintar dan rajin bersyukur. Allah itu senang sama orang yang bersyukur. Insya Allah rezeki kita akan ditambah bila kita pandai bersyukur
G : (terdiam sambil mikir) iya juga ya. terkadang gw lupa untuk bersyukur, padahal Allah udah baik banget ya sama gw.

begitulah .... gw bukan lagi disuruh ber-positive thinking tapi gw disarankan untuk belajar bersyukur dan sebuah kejadian mengingatkan gw betapa pentingnya kita untuk slalu bersyukur,

O : saat ini di rumah, ibu saya hanya punya 200ribu untuk sebulan
A : anda harus bersyukur, ibu anda masih punya 200ribu untuk sebulan, ibu saya punya hutang bermilyar-milyar saat saya dulu di posisi anda. bersyukur itu penting, kalau kita naik mobil, lihat yang naik motor kehujanan, kalau kita naik motor, liat yang kecapean naek sepeda, klo kita naik sepeda liat yang hanya menggunakan kedua kaki mereka, klo kita berjalan lihat yang lumpuh, kalau kita lumpuh lihat yang tak punya kaki, bila kita tak punya kaki lihat yang tak bernyawa.
xxxChuu original by ra~ccon.

0 komentar:

Poskan Komentar

Hoya ^^ terima kasih telah berkunjung.
Kurang berkenan ? silahkan berkritik.
Kurang greget ? saran akan selalu diterima :)
Komentar yang masuk saya moderasi, jadi tidak langsung muncul di kotak komentar :)