Whoever me, Whatever me, and Whenever me. I'm the only one and just one of "me".

Selasa, 02 Oktober 2012

Menjangan Besar Island, Yahuuuu. Last Day

00.17 Posted by Tiara Putri , 45 comments
Okee mari lanjut ke hari kedua gw di Karimun Jawa, meskipun tanggalnya udah basi bangetlah hhohho. Setelah bangun pagi, mandi dan sarapan, kami siap-siap untuk meninggalkan bumi perkemahan Legon Lele. Kami packing tenda dan barang-barang pribadi yang selanjutnya diangkut pake mobil Polhut menuju dermaga karena hari ini kami nyebrang ke Pulau Menjangan Besar. Gw kira nih peserta juga diangkut pake mobil, eh taunya cuma barangnya doang dan kami harus mendaki dan menuruni bukit, udah mana itu bukit tanjakannya bikin orang bisa gg jadi hamil dan panasnya Subhanallah sekali, udah berasa ninja Hattori dah gw waktu itu. Untungnya di dermaga deket alun-alun itu ada yang jual es, beuh berasa luar biasa banget dah bisa minum minuman dingin.

Nah terus kita nyebrang pake perahu kecil, musti dua kali angkut karena ya perahunya kecil dan gg muat banyak orang. Perjalanannya cuma sebentar paling lima menit doang, sambil nunggu perahu tumpangan, gw yang kebagian kloter kedua akhirnya nyari tempat persewaan alat skin dive alias buat snorkelan gitu, karena katanya disana boleh snorkelan, asik banget kan hhohho. Sebenernya gw udah bawa snorkel sama masker tapi cuma satu pasang, eh tapi pas mau pinjem, sama orang BTNKJ mau dipinjem deh, asik asik. Sampe sana ternyata Pulau Menjangan Besar itu ada tempat emm pembesaran hiu toh, wah seru deh liatnya, udah mana ya di terumbu karang yang nempel sama rumahnya itu ada ikan badut si nemo itu loh.

Ternyata tujuan utama kami ke Pulau Menjangan Besar itu ke PSA alias Penetasan Semi Alami untuk penyu yang bertelur di kepulauan Karimun Jawa. Sayangnya pas kami kesana lagi gg ada stok telur penyunya hhuhhu padahal pengen banget dah gw liat tukik alias anak penyu itu. Eh sebelum ada sosialisasi tentang PSA, kami ngelakuin bersih pantai dulu atau bahasa kerennya itu coastal cleaning. Duh rasanya sedih banget ngeliat ada begitu banyak sampah di pantai yang secantik itu. Kebanyakan sampahnya berupa botol air minum, stereofom dan sandal jepit loh. Ajeng aja sampe kalap untuk ngambilin sampah sebanyak itu.

Seusai bersih-bersihnya, kami langsung dapat sosialisasi mengenai program PSA di bawah BTNKJ ini. Ternyata ada dua jenis penyu yang biasa bertelur di kepulauan Karimun Jawa, yakni penyu sisik dan penyu hijau. Duluuu sebelum program PSA ini berjalan, masyarakat sekitar sudah terbiasa memakan telur dan daging penyu. Butuh usaha keras untuk menyadarkan masyarakat bahwa penyu merupakan hewan yang dilindungi dalam UU dan PP. Bukan predator yang menjadi musuh terberat bagi penyu, tapi justru manusialah predator tertingginya. Kini PSA tidak bisa berjalan tanpa adanya dukungan dari masyarakat, karena masyarakat sekitarlah yang membantu melaporkan bila ada penyu yang bertelur di salah satu pulau di kepulauan Karimun Jawa.

Katanya penyu akan selalu kembali ke tempat dimana ia ditetaskan, lucu ya, bahkan penyu pun tahu dimana rumahnya. Penyu juga salah satu kasus nyata hukum alam, karena dari ratusan ribu telur, hanya ratusan yang menetas dan tidak lebih dari puluhan yang berkembang dewasa kemudian mampu kembali lagi ke pulau yang sama untuk kemudian bertelur. Oh ya kenapa disebut semi alami ? karena telur-telur penyu di pulau2 kecil itu kemudian dipindahkan ke Menjangan Besar dengan menggunakan ember yang dikondisikan semirip mungkin dengan sarangnya. Salah satu tantangan dari PSA di Karimun Jawa adalah banyaknya pulau-pulau tempat penyu ini bertelur, ditambah penyu biasa bertelur di musim barat, dimana kadang laut sedang tidak bersahabat sehingga terkadang sulit mengkontrol pulau-pulau yang lebih kecil

Nah meskipun masih belum puas dengan penjelasan dari pihak BTNKJ tentang PSA ini karena selain menimbulkan banyak pertanyaan juga bikin gw pengen liat proses dari pengambilan telur sampai penetasan secara langsung. Eh gg kerasa acara udah musti ditutup aja deh dan dengan mengejutkan tim gw dapet peringkat pertama dalam jumlah terbanyak sampah yang dikumpulkan saat bersih pantai itu, 51 kg loh, campuran sampah organik, non organik dan kaca. Berterimakasih dah kami sama sampah organik yang ngeberat-beratin timbangannya hhohho.

Udahnya kita nyebur buat snorkeling-an, Subhanallah sekali cuma berjarak sekitar 20 meter dari pantai dan dengan air yang sepinggang, udah banyak terumbu karang dan ikan-ikan yang cantik sekali. Rasanya takjub sekaligus takut, gw takut tangan atau kaki gw gg sengaja malah ngerusak karangnya dan beneran takut klo kena bulu babi hhohho. Terus gw liat ada bintang laut warna ungu, mantep dah, ikan-ikannya juga gg begitu takut sama kehadiran kita bahkan bulu babi yang sembunyi di terumbu karang pun ada yang cantik loh, subhanallah baru snorkeling aja udah sebegitu takjubnya, gimana kalau selam kan. Sambil berjalan ke pantai, gw meniatkan diri untuk secepatnya mengambil sertifikasi selam hhohho.

Nah karena gw termasuk yang balik duluan ke tempat hiu, gw dan anak-anak yang duluan lainnya bisa numpah kapal cepat untuk patrolinya punya BTNKJ, wah asik dah naik itu kapal, cepet dan minim guncangan, kita ndesoo gitu dah foto-foto hhohho. Sampe Karimun, yang cewek dan cowok berpisah, karena kami menginap semalam lagi di mess, soalnya kapal ke Jepara baru datang besok pagi. Ah gg nyesel deh gw ke Karimun Jawa untuk kegiatan ini, banyak hal yang gw dapatkan, ilmu, teman, pengalaman dan terutama passion yang baru.
xxxChuu original by ra~ccon.

Jumat, 14 September 2012

Kemah Pendidikan Lingkungan Konservasi, Day 1st

23.32 Posted by Tiara Putri , 15 comments
Sabtu - Senin, 08 - 11 September kemarin gw ke Karimun Jawa loh hhohho, sayangnya bukan untuk main, tapi memenuhi undangan dari Balai Taman Nasional Karimun Jawa yang mengadakan kegiatan Kemah Pendidikan Lingkungan Konservasi. Undangannya datang ke WAPEALA sih, terus gw ditawarin mau ikut apa enggak, yo wis angkat tangan duluanlah, Karimun Jawa gratis ? lumayan to. Nah karena undangan terbatas untuk tiga orang, maka yang berangkat gw, Ajeng dan Mas Oci.

Akhirnya jumat sekamir jam 23.00 gw berangkat dari PKM Joglo pake motor ke Jepara. Gw dianterin sama si doi (uhuuuk) karena bawa motor Semarang-Jepara itu pasti gg bakalan kuat deh gw ngantuknya. Nyampe Jepara itu sekamiran subuh dan langsung numpang tidur di warung hhahha. Jam 06.00 pagi, pelabuhan udah mulai rame, kami juga harus briefing sama panitia untuk menerima tiket dan co-card sebagai tanda pengenal sementara. Cuus langsung deh naik kapal KMP Muria daaan ini my first ride loh hhahha jadi agak tegang-tegang gimana gitu.

Cerita soal di kapal gw skip aja, soalnya cuma tidur bangun tidur bangun dan tidur lagi. Sesampainya disana, kami langsung naikin barang ke mobil patroli Polhut dan kaminya jalan ke kantor BTNKJ-nya, dari kantor baru deh naik mobil ke suatu tempat.

Gw berasa keren gitulah naik mobil 4WD-nya polhut alias ranger boo. Terus kami diturunin di pantai gitu, wah seru dah, pantainya sepi banget dan bersih.

Lah ternyata dari pantai itu, kami jalan lagi, loh kok malah ngejauhin pantai, pikir gw, eh la la ternyata kami mau ke camping ground Legon Lele. Gw pikir ke Karimun Jawa nih bakal nyelem kek snorkeling kek apalah lah ketemunya hutan lagi, duh duh.

Sampe di camping ground-nya kami udah disediain tenda, mas Oci musti ngungsi ke tenda sesama cowok dan kami dibarengin sama Vita, anak Gova UNS. Asiknya tuh tendanya baru, kapasitas untuk enam orang dan cuma diisi kami bertiga hhahha mewah banget dah. Malemnya ada acara pembukaan, perkenalan dan briefing buat kegiatan besok.

Acara hari kedua adalah Tracking, jalurnya menyusuri sisi timur pulau Karimun Jawa dari Legon Lele sampai Kemloko yang kurang lebih berjarak 5 km. Kami menjadi tim kedua yang berangkat. Perjalanannya cukup nyaman, meskipun sekalinya nanjak itu bikin ngos-ngosan dan turunan yang lebih enak dilewati dengan merosot. Jalurnya masih benar-benar alami, petunjuk jalan hanya berupa tanda panah di pohon atau plang Jalur Patroli.

Yang jadi masalah cuma gerahnya itu loh minta ampun, baru jalan sebentar aja baju udah basah kuyup sama keringat, hutan yang kami lalui memang hutan hujan tropis dataran rendah, dengan kanopi yang lumayan lebat sehingga perjalanan tidak silau dan serasah hutan yang jadinya kalau jalan gg bisa hening. Serasah tersebut juga harus dilewati secara hati-hati karena bisa jadi bersembunyi ular Edor yang katanya gigitannya mematikan, jadi kalau jalan, duduk atau baringan musti liat-liat dulu.

Nah selama perjalanan kami juga harus melewati pos-pos, untuk mendapat informasi serta kuis seputar flora dan fauna di Karimun Jawa. Ternyata Karimun Jawa gg cuma punya laut aja loh, BTNKJ mengelola lima ekosistem di kepulauan ini, yakni, ekosistem hutan rimba, pantai, mangrove, lamun dan terumbu karang. Dengan banyak flora dan fauna endemik, menjadikan kepulauan ini salah satu aset berharga bagi negara kami.

Nah meskipun kami tim kedua yang berangkat, kami berhasil nyusul tim pertama dan malah jadi duluan tiba di pos satu dan pos dua. Dari pos dua ternyata kami salah ambil jalan dan mungkin karena kurang teliti melihat penunjuk jalan, kami mulai kehilangan arah. Makin lama jalan yang kita pilih makin sulit dilalui musti diterobos. Sempat terjadi perdebatan, Ajeng yakin kalau kita musti naik lebih tinggi lagi, gw maunya turun aja karena udah susah untuk nyari jalan naik, akhirnya Mas Oci milih untuk menyusuri bekas aliran sungai menuju hilir. Dan syukurlah gg lama kami denger suara orang, buru-buru lari deh daaaaan kami muncul di pos empat hhahha ditambah ternyata kami nyasar sampai dua jam. Dari pos empat kami disuruh turun dulu ke pos tiga dan buru-buru naik lagi karena udah pengen cepet selesai gitu dah. Nah dari pos lima ke exit point ini nih yang berat banget, jalurnya terjal dan gw gg kuat haus banget, gw kan gg kuat panas nah klo gg ada air wah udah deh rewel level dewa hhehhe pas akhirnya kita sampai exit point, disambut sama pantai dong, wah cantik dah.

Setelah makan siang di pantai -meskipun gw gg ikut makan karena gw sudah amat sangat puas dan kenyang minum air- kita diangkut lagi menuju lokasi Tracking Mangrove. Disini kita dikasih kursus kilat mengenai mangrove dan lagi-lagi kami diberitahu tentang kekayaan flora di pulau ini. Terdapat banyak jenis mangrove disini, bahkan yang langka secara global bisa ditemui umum disini.

Nah disini juga kami belajar mengamati burung atau bahasa kerennya bird watching, berbekal binocular pinjaman dari teman-teman KPB alias Kelompok Pengamat Burung, kami cukup menikmati kegiatan yang susah susah gampang ini. Hari itu berakhir dengan gw dan Ajeng mengungsi duluan ke tenda sedangkan yang lain lanjut begadang, capek ? gg juga sih tapi klo bisa tidur yah kami milih tidur dibanding main kartu hhohho.
xxxChuu original by ra~ccon.

Kamis, 12 Juli 2012

The Day : Medicine & Mangrove

16.10 Posted by Tiara Putri , , 27 comments
Well, I'm back, akhir-akhir ini memang gw sering melupakanmu blogie hiks hiks padahal ada banyak hal yang ingin gw tuliskan tapi apa daya rasa malas terlalu sering mendominasi dan menang, err. Jadi gw baru kelar UAS, oke goodbye semester empat hhahha akhirnya terlalui juga semester yang penuh drama dan tangis air mata ini hhohho.

Nah H-2 dan H-3 UAS, akhirnya acara pertama gw dan anak-anak Tarsius sebagai anggota WAPEALA jalan juga, eh eh apaan tuh Tarsius ? ups ini lain cerita yah hhehhe. Jadi selama kurang lebih sebulan kami mempersiapkan acara Pengobatan Gratis dan Penanaman Mangrove di daerah Mangkang, Kecamatan Tugu, Semarang. Ini acara pertama dimana gw memegang posisi ketua pelaksana, jadi awalnya gw ditantangin gitu dan as usual karena gw berpikir menggunakan tulang belakang jadilah gw ketua pelaksana. Posisi baru, acara baru dan rekan kerja baru membuat gw agak kesulitan juga ditambah emang gw tuh dasarnya gg suka kerjaan yang capek pikiran, duh bikin mumet dah. Setelah melewati masa stress di menit-menit terakhir pra-kegiatan, jalan juga deh kegiatan kami.

Hari pertama, Jum'at, 29 Juni 2012 itu acaranya Pengobatan Gratis bagi warga kelurahan Mangkang Wetan dan Mangunharjo bekerja sama dengan tim medis dari Fakultas Kedokteran Undip. Karena satu dan lain hal, hari Kamisnya gw gg nginep dan baru pagi-paginya gw berangkat dari Semarang bawa banyak barang, gw sama senior udah kayak mau pergi mudik aja, ditambah karena daerah terminal Mangkang lagi perbaikan jalan, jadinya macet sedangkan kami udah dimarahin sama acara, jadilah off-the-road. Sempet agak waswas juga karena tim dokternya udah datang kok ya warganya belum pada datang, akhirnya gw disuruh woro-woro pake TOA masjid, lucunya beres gw woro-woro itu woro-woronya diulang pake bahasa Jawa hhohho.

Dan gg berapa lama langsung banyak deh para warga yang datang, gw yang sempet mati gaya karena katanya gg boleh ngerjain kerjaan gg penting akhirnya nongkrongin tempat pendaftaran. Repotnya di pendaftaran adalah kalau yang daftar itu udah tua, udah gg inget umur, gg bisa ngomong bahasa Indonesia dan udah berkurang pendengarannya, duh sampe musti pake dua translator. Tapi hari itu berjalan dengan lancar, dari target awal 200 pasien tercapai 149 pasien, yah wajarlah ya masa kita mau maksain orang untuk sakit hhehe.

Hari kedua, Sabtu, 30 Juni 2012 adalah saatnya bersenang-senang karena hari itu kita nanem mangrove yang berarti lumpur dan air hhohho. Dengan peserta berjumlah kurang lebih 60 orang yang berasal dari BEM fakultas, mapala-mapala fakultas, UKM dan masyarakat umum. Eh ini pertama kalinya juga loh gw ngasih kata sambutan hhahha sumpah gajebo banget sambutan gw.

Setelah acara formal yang berasa lama itu selesai, kita pun menyebrang sungai untuk menuju tempat penanaman, sungainya sih sepinggang tapi lumpurnya sebetis jadi susah jalan, belum lagi gg pake sendal jadilah kaki pada luka tapi tidak mengurangi asiknya sih.

with the youngest participant, Fathina :D
Setelah bagi-bagi bibit dan ajir (bambu) dimulai deh penanamannya, kali ini kami menanam dua jenis mangrove, yakni jenis bakau dan api-api. Terus gimana cara nanamnya ? pertama tancepin ajirnya, yang dalem biar kuat, terus buat lubang di dekat ajir tersebut, masukin bibitnya dekat sama ajir, terus tutup lubangnya dan jangan lupa ikat bibitnya dengan ajir.

dan setelah (hampir) semua bibit tertanam, waktunya bersih-bersih pantai deh, karena kebetulan tempat penanaman kami itu emang di pantai dan karena acara udah selesai mulai deh keberingasan lempar-lempar lumpur sampai guling-gulingan. Basah, kotor, asin, kelilipan tapi luar biasa menyenangkan. Pulangnya gw tepar, sakit kepala karena emang gw gg kuat panas sih.

Nah lalu keesokan harinya, saat gw sedang mencari gunting dan keingetan bahwa gw naro gunting di tas bekas acara kemarinnya itu, secara tidak sengaja gw menemukan bungkusan plastik putih yang ternyata isinya coklat, wah bingung tuh ini punya siapa kok ada di tas gw eh ternyata ada tulisannya, "Sedikit reward untuk ketua panitia" kyaaaa ternyata itu buat gw loh, duh senangnya bukan main karena ini bukan soal coklat tapi soal perhatian dan sampai sekarang gw belum tau nih siapa yang ngasih hhahha gg sabar nunggu acara penanaman tahun depan.
xxxChuu original by ra~ccon.

Jumat, 15 Juni 2012

Err ... Don't Know What To Do

06.40 Posted by Tiara Putri , , 15 comments
hi blogie ... whats up dude ?, oke pertama ada hal yang menganggu benak gw, ungkapan whats up dude itu trademark acara tv kan ya ? kok tiba-tiba gw keingetan tapi juga sekaligus kelupaan, well gg penting juga sih sebenarnya hhahha. Sekilas info, I'm still using my arm-sling because something happen and I added a new fracture to my right leg so kalau gw milih metode konservatif gw baru bisa gg pake arm-sling setelah dua bulan lagi, hhahhahha, gw pengen klarifikasi sih soalnya gg mau juga di cap sebagai -orang "aneh" yang menyia-nyiakan kesempatan untuk sembuh- sama Bang Asop, well, itu bisa menunggu, hhahha mau sembuh total dulu dah.

Oke actually I had a story, sebuah cerita yang terjadi kira-kira hmm seminggu yang lalu, waktu itu malem-malem tuh, sekitar jam tujuhan, gw baru kelar nge-print di warnet depan kosan, pas lagi jalan mau ke tempat fotocopy, tiba-tiba gw disapa sama anak laki-laki usia hmm 10 tahunan deh, doi pake ransel dan sedang memandang ke seberang alias ke kosan gw. (note : aslinya pake bahasa Jawa, gw nangkep yang gw mengertinya aja. A : anak kecil, G : gw)
A : Mbak'e, mbak'e, saya mau minta tolong boleh ?
G : Oh iya, ada apa dek ?
A : Mbak'e, saya mau pulang ke Mangkang, tapi gg ada ongkos
G : Eh ? tapi kalau mau ke Mangkang, nyetopin bisnya disana dek
A : Iya mbak, tapi saya gg punya ongkos pulang, tadi mau ke rumah mas *roaming* tapi masnya gg ada
G : Owalah, kok bisa ? aku cuma punya lima ribu nih, soalnya aku juga mau fotocopy
A : wah, mbak'e, aku juga mau beli obat buat ibu *roaming* beras *roaming* pulang *roaming* mbak'e kasih aku 20 ribu aja
G : ..... Aduh maaf ya dek, klo segitu aku gg bawa, aku duluan ya dek.

Wew, gw kira awalnya si anak cowok itu mau minta tolong sebrangin dan awalnya gw juga udah mau kasih, meskipun cuma ada lima ribu sih, tapi kayaknya kalau ongkos ke Mangkang aja cukup deh. Awalnya tuh gw kasian gitu, tapi pas si anak minta lebih kok rasa kasihan gw diselipi ragu. Gw jadi keingetan cerita mama yang sering digituin, awalnya juga ya kasihan cuma mama pernah didatangin orang yang sama dengan alasan yang sama untuk kedua kalinya.

Gw pernah menulis tentang konsep memberi itu disini dan kadang menjadi benar-benar dilema sih, di satu sisi ingin meniatkan untuk memberi karena Allah, tapi juga dengan memberi bisa membuat hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan untuk mendapatkan uang tanpa bekerja keras.
xxxChuu original by ra~ccon.

Minggu, 20 Mei 2012

Lengan, Slayer Merah dan Selembar Kertas

14.30 Posted by Tiara Putri , , , 26 comments
Hidup itu memang sebuah pilihan ya. Tapi gw selalu berkata bahwa pilihannya sebenarnya tidak terbatas pada dua pilihan saja, gw selalu berpikir bahwa gw mampu mendapatkan dua pilihan tersebut tanpa harus mengorbankan salah satunya. Sekalipun gw harus memilih, maka gw akan memilih pilihan yang dimana gw pertama kali menyetujui untuk bertanggung jawab atasnya. Akan tetapi itu Cuma teori harapan gw karena sesungguhnya harus selalu ada hal yang dikorbankan hiks hiks.

Beberapa bulan ini tepatnya enam bulan kebelakang, hidup gw telah tersita, gw telah berkorban banyak waktu, materi, tenaga dan emosi untuk sebuah harapan untuk menjadi anggota UKM pecinta alam universitas. Gw juga telah begitu terikat dengan teman-teman yang sama-sama berjuang dari awal bersama gw, teman-teman yang menginspirasi, memberi warna serta dinamika pada hidup gw.

Akan tetapi, bukan hidup namanya kalau tanpa masalah, setelah presentasi individu dan kami bersiap menghadapi presentasi nama angkatan dan tes lapangan. Gw dilanda dilema. Kondisi fisik yang sedang tidak memungkinkan berakibat pada tidak adanya restu dari orangtua, di sisi lain gw juga harus mengejar ketertinggalan UTS dan kuliah yang merupakan harga mati. Tapi masalah tidak berhenti hanya disitu. Syifa, Ayu, Isna, Siska dan Zizah yang merupakan teman sekelas sekaligus teman terdekat gw sejak awal di Semarang, datang menemui gw untuk mengingatkan apa tujuan utama gw ke Semarang, untuk mengingatkan idealisme gw yang mulai bergeser dan mimpi-mimpi yang mulai gw abaikan karena gw tidak bisa menentukan prioritas dan terlalu egois. 

Seminggu itu benar-benar menguras emosi dan air mata. Gw dihadapkan pada kenyataan-kenyataan yang memang benar yang ditawarkan oleh dua pihak, dua kubu yang berbeda dan sialnya argumentasinya sama-sama kuat. Hati gw berkata untuk lanjut, bahwa kesempatan tidak datang dua kali dan gw telah sampai sejauh ini, tapi otak gw meminta gw untuk rasional dan berlogika bahwa kewajiban harus didahulukan, bahwa sebagai manusia yang mencoba dewasa, gw harus menyelesaikan masalah, kembali berkomitmen dan memutuskan.

Hidup itu pilihan dan gw memilih untuk mundur, rasanya seperti sedang patah hati dan gw tahu kalau gw akan menyesali hal ini untuk seumur hidup gw, tapi pilihan yang gw ambil pun menentukan kehidupan menanti untuk dilihat sepenuh hati. Berat sekali untuk mundur karena gw telah menemukan mimpi dan passion baru. Gw telah begitu terikat pada anak sebelas itu. Tapi anak berlima itu juga terlalu benar, mereka mengingatkan gw pada apa yang mampu gw lakukan jika gw membahagiakan orangtua dan membuktikan mimpi-mimpi gw.
xxxChuu original by ra~ccon

Today's Quote :"Jikalau ada dua perkara yang meragukan bagi anda, maka perhatikanlah bagian yang paling berat bagi nafsu, kemudian ikutilah. Sebab, tidaklah sesuatu itu berat dilakukan kecuali sebuah kebenaran." Al-Hikam

Senin, 07 Mei 2012

Selalu Ada Hikmah ...

20.14 Posted by Tiara Putri , , 11 comments
well ... apa kabar blogie ? kasian sekali kamu usang dan berdebu begini hhehhe. Tanggal 20 - 26 April kemarin gw melaksanakan Ekspedisi Napak Arjuna di Gunung Arjuna, kecamatan Purwosari, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Tapi bukan itu yang ingin gw rekam di kamu saat ini blogie, gw sedang kena musibah, kini pun mengetik dengan satu tangan hiks hiks tapi karena bosen makan tidur, makan tidur mending ngenet deh.

Jadi ceritanya Senin, 30 April 2012, gw dan Upil berangkat ke Yogyakarta buat ngambil data di BPSNT (Balai Pengkajian Sejarah dan Nilai Tradisional) untuk keperluan penelitian kami. Kami berangkat sekitar jam 09.00 lebih soalnya paginya kami mendatangi salah satu kantor media cetak di Semarang untuk perizinan publikasi.

Singkat cerita kami udah ngunjungi BPSNT, udah liat-liat buku bekas dan udah makan enak, memutuskan pulang ke Semarang karena besok paginya gw dan Upil ada UTS. Sekitar jam 17.00 hujan mengguyur kota Yogya. Setelah sempet ragu mengenai jalan pulang, kami memutuskan untuk pulang via Magelang. Setelah solat magrib perjalanan dilanjutkan, baru beberapa meter eh ada yang kecelakaan sampai kami harus puter balik. Pas lagi di ring road utara, sambil gw nyanyi-nyanyi, gw nunduk buat liat panel bensin dan saat menengadah kembali, "wahh ada trotoar, pasti nabrak" dan benar saja nabrak. Yang gw pikir saat itu ada dua, "waduhh, kepala gw nyeret aspal!!" sama " wahhh helm nya Upil kan jelek apa dia ngga apa-apa?" . 

Saat itu Upil bangkit dan manggil-manggil gw, terus ada yang ngangkat gw ke pinggir jalan, saat itu Upil nangis karena tangannya bengkak, sakit dan ngga bisa digerakin. Sedangkan gw cuma berasa kesemutan ditangan kanan tapi ikut nangis gara-gara panik Upil nangis. Kami dibantu ke RSUP Dr. Sardjito yang ternyata deket sama lokasi kejadian. Disana kami masuk UGD. Ternyata pergelangan tangan kanan Upil patah. Sedangkan gw setelah sempet bingung yang sakit mana akhirnya ketemu juga kalau lengan kanan atas gw yang patah kalau kata dokter namanya surgical neck. 

Setelah selesai di gips, gw sama Upil sempet ngobrol. Kami bersyukur banget kepala, muka dan anggota badan lainnya ngga kenapa-kenapa cuma yang paling parah ya tangan kanan doang. Sambil ketawa kami pun ngomentarin soal laptop dan kamera yang ngga kenaapa-kenapa bahkan udahnya foto-foto meskipun dengan tangan satu. Kami juga berpikir bahwa Allah tuh Maha Mendengar, jadi kami ke Yogya pingin ketemu sama temen lama tapi  ngga kesampaian, eh gara-gara kecelakaan jadinya ketemu deh sama orang yang ingin ditemui di rumah sakit.

Well, mama bilang sedikit nikmat gw lagi diambil sama Allah supaya gw lebih mensyukuri hidup. Gw jadi merasakan jadi orang kidal dan berfikir bahwa orang-orang diluar sana yang kurang sempurna sangat hebat dalam menjalani hidup. 
xxxChuu original by ra~ccon.

Sabtu, 31 Maret 2012

Sumbing : We're Family Right ?

07.12 Posted by Tiara Putri , , , , 25 comments
Yuk mari lanjut cerita bersambungnya. Gw semakin nge-drop saat mulai keluar dari hutan dan memasuki semacam daerah terbuka, kalau lihat ke belakang, pemandangan cantik sekali, lautan awan, kontur tanah di bawah yang berbukit-bukit, klimaksnya Sindoro berdiri menantang dan berkata "Woy, selanjutnya tinggalkan jejakmu di tubuh gw!".

Mulai dari sini kecepatan berjalan semakin melambat, seolah hampir semua tenaga dan tekad gw udah menguap. Jalan 10 menit, istirahatnya 20 menit, yang tadinya ngejar target jam 11 udah di puncak, ngoook boro-boro, puncaknya aja belum keliatan sama sekali. Berkali-kali gw menyanyikan eh meneriakan jingle pulpy minutes yang kalimatnya diganti menjadi "Where is the top!". Nyampe di daerah yang namanya pasar watu, beneran mata gw udah berat banget, mana lapar pula, satu-satunya penghibur cuma pemandangan di belakang. Batu-batunya yang besar-besar seolah memanggil untuk dijadikan alas tidur. Cuma cuaca udah mulai panas banget. Nah karena cewek-cewek jalannya cenderung lambat sekali, para cowok berjalan di belakang dan mau sejauh apapun tertinggal pasti bisa nyusul deh, bahkan Doni dan Udin sempet ketiduran dulu di atas batu, mereka kira kita udah sampai puncak eh boro-boro.

Tracknya seru sih kalau lagi gg capek, kayak tebing-tebing gitu jadi agak dipanjat, tapi gg terlalu curam tapi kita belagak lagi rock climbing aja hhohho. Masih gg nyampe-nyampe juga sedangkan tenaga sudah hampir gg ada, Coro bilang kita akan beristirahat dulu di bawah tebing di atas, sebelum memulai perjalanan lagi. Di bawah tebing itu kita gelar matras, bagi-bagi makanan, minuman dan langsung tertidur. Soal makanan dan minuman, waktu itu hampir habis, air pun menadah dari tetesan di sela-sela tebing, miris banget dah berasa lagi survival.
 
Nah pas gw kebangun, para cowok lagi ngobrol sama dua bapak-bapak yang baru turun dari puncak, disini ada sedikit kesalahpahaman, karena gw baru bangun dan pada saat itu gw bawa penutup mata yang gw pelorotin dan dijadikan masker mulut,B : Ini udah mau turun ?
A : Gg pak baru mau naik. Gg tau ini juga mau lanjut atau enggak
B : Wah  sayang banget udah hampir deket ini
U : Masih jauh ya pak puncaknya
B : Enggak kok paling 2 jam lagi
G : ASSeeeem 2 jam lagi!
D : Apa Tiara bilang Asu (yeah sorry no sensor) !
Dan semua mata menengok pada gw karena mereka kira gw ngomong kasar itu, padahal gw ngomong aseem cuma karena mulut gw terhalang jadinya kedengarannya itu.

Belagak RC hhohho
Setelah cukup beristirahat, kami pun melanjutkan ke puncak, tapi gw, Ajeng dan Upi memutuskan tinggal aja karena udah gg kuat, sedangkan Away ya karena doi udah pernah ke puncak. Baru beberapa menit teman-teman pergi, Away memutuskan agar kita semua harus ke puncak, gw tetep gg mau karena gw lapeeeer dan gg ada tenaganyaa sama sekali. Tapi gw malah diceritain yang aneh-aneh soal tempat istirahat kita jadi keder juga.

Gw yang paling gg semangat dan gg punya passion berkali-kali dikasih tau Away, "Deket kok Ti, nih kamu nanjak nanti ada tempat datar, terus nanjak paling 4-5 meter, datar lagi terus naik lagi semeter lah, langsung puncak!" daaan itu semua Rambut Kutuan sekali merupakan kebohongan terbesar abad 20. Pas Away ngomong gitu posisinya lagi pada nanjak, gw langsung cepet-cepet pengen ketemu tempat datar, pas sampe puncak tanjakan, gw  lirik kanan kiri, mana tempat datarnya, kiri buntu kanan nanjak, "Ya ini tempat datar kan!", jadi maksudnya tempat datar itu ya datar buat berdiri, aseeeem.

Tanjakan yang 4-5 meter itu juga boro-boro 4-5 meter, kagak nyampe-nyampe, yang ada 4-5 meter dikali 50 meter mungkin baru penggambaran yang tepat. Semangat gw udah beneran habis deh, cuma sesekali bangkit saat denger suara temen-temen yang udah terlebih dahulu di puncak. Pas akhirnya gw ketemu Coro dan Diah, mereka bilang, "Noh tinggal nanjak, 5 menit saja langsung puncak!", whaaat another five minutes, gw udah putus asa dan tiba-tiba gw meledak, menangis karena banyak hal, lapar, haus, marah gg nyampe-nyampe juga marah sama diri sendiri kok gw gampang banget menyerah. Coro langsung menghampiri gw dan berkata, "Kamu kenapa Ti ? kamu gg ngebebanin kok, kita kan tim, kita sodara kan ? keluarga kan ? ayo dikit lagi!" dan gw percaya sama Coro, sambil masih menangis gw lanjut berjalan dan akhirnya gw sampai di puncak dan menangis lagi hhahhaha.

Gw baru selese nangis hhohho
Meskipun sayangnya gw, Upil dan Ajeng gg sampai ke puncak abadinya karena kabut yang sudah tebal, kita langsung turun yang berasa gampang banget. Nyampe tebing, anak-anak udah siap untuk berjalan dan cuus bersama Doni sebagai buddy gw, kita turun. Perjalanan turun yang awalnya cepat jadi bencana lagi saat kaki gw keseleo, duh karena kaki yang satu jadi lemah, gw lebih gampang jatuh dan saat jatuh yang kesekian kalinya kaki sebelahnya ikutan keseleo, naas dan lagi-lagi perjalanan melambat gara-gara gw.

Keluar dari hutan, gw, Udin, Doni dan Coro kesesat di ladang, jalan yang gelap, gw yang menangis kesakitan karena kaki gw luar biasa sakit sekali, suasana yang agak horor, gg ada makanan dan minuman, duh kasian banget deh nasib kita. Tapi hikmahnya gw jadi merasa sayang sekali sama tiga orang yang menemani gw itu, yang menggandeng tangan gw, yang menyemangati dan yang membantu membawakan tas, berasa punya adik sekaligus kakak, karena dari segi angkatan gw yang paling tua, they're not my friend, they're my family.Pulangnya kita mampir dulu ke rumah Ajeng, udah disediain sate, hhohho lumayan makan gratis. Okeh next trip is Arjuna.
xxxChuu original by ra~ccon.

Rabu, 28 Maret 2012

Sumbing : What a Long Way To Go

11.09 Posted by Tiara Putri , , , 14 comments
Nah ... lagi-lagi gw kembali melupakanmu blogie, tubuhmu udah keberatan ama draft yang gg ke-publish2, sampe gw sendiri bingung itu draft mau gw lanjut tulis terus publish atau dibuang saja, tapi dibuang kok ya sayang.

Ki-Ka : Coro, Udin, Katak, Doni, Tian, Diah, Upil, Ajeng, Away
Hari Jumat, 23 Maret, gw ke Sumbing, sebuah perjalanan yang tidak direncakanan dan tanpa persiapan yang memadai. Jadi awalnya kemarin lusa pas lagi rapat buat persiapan ekspedisi, tiba-tiba aja muncul "Hari ini ke Sindoro yuk!" dan langsung aja merencanakan untuk pergi jam 17.00 meskipun akhirnya mah delapan orang berangkat jam 19.00 dan dua orang menyusul jam 21.00.

Di daerah Ungaran, gw dapet sms dari seorang teman yang juga berencana untuk pergi ke Sindoro, "Sindoro katanya ditutup", ngoook langsung aja gw bilang ke temen-temen yang kira-kira begini,
G : Sindoro katanya ditutup
A : Lah kata siapa, katanya Taqwim dibuka, kamu dapet info darimana Wim?
T : Dari temen gw, itu temen lu infonya dari mana dan kapan ?
G : Dari temennya, temennya langsung dari posnya dan infonya baru kemarin.
A : Yaudah Merapi aja
G : Nah gw kemarin baca di koran kondisi Merapi lagi buruk, tim SAR aja kejebak di atas gg bisa turun
A : Yaudah Sumbing
Sebenarnya hari Jumat jam 13.00 itu gw ada acara penting di kampus, cuma karena kita niatnya naik langsung turun lagi katanya kalau ke Sindoro bisa kekejar.

Gunung Sumbing terletak di tiga kabupaten yakni Magelang, Temanggung dan Wonosobo dengan ketinggian 3.371 meter menjadikannya gunung keempat tertinggi di Jawa. Persiapan kita cuma bawa minum dan makan seadanya dimasukin ke daypack, kayak gg niat banget deh. Disambut oleh hujan deras sekitar jam 01.30 pagi kita sampai di base camp daerah Kledung perbatasan Temanggung dan Wonosobo. Doni dan Away turun dulu buat nyari makanan untuk dibawa ke atas, sedangkan sisanya tidur karena kita berencana naik sekitar jam 03.00 pagi sayangnya gw gg bisa tidur.


Jam 03.11 keluar dari base camp, udaranya sampe menembus jaket. Nah dimulailah bencana bagi gw, pas mulai jalan, perut gw sakit, maag kambuh dan gw gg mau menjadi beban buat temen-temen, akhirnya membuat keputusan kalau gw gg bakalan ikut naik dan menunggu di base camp.
G : Mbak Diah, perutku sakit, maagku kambuh, aku gg ikutan naik aja takutnya nanti di atas makin parah malah jadi ngerepotin
D : Sakit banget ? wes minum obat dulu
G : Udah aku pulang aja, mumpung base camp-nya masih deket, aku berani kok turun sendiri
C : Udah santai minum obat dulu, kita kan satu tim
G : Aku gg mau ngebebanin kalian
C : Kita ini kan satu tim, satu keluarga satu saudara, gg ngebebanin lah santai aja.

Akhirnya Away turun dulu ke base camp cari obat. Bodohnya gw gg bawa obat, karena gw udah gg mempan pake promaag atau obat maag warung lainnya. Sambil menunggu Away, Coro ngusulin untuk nyari arang tapi langsung kepikiran minum Norit, Norit itu obat untuk keracunan makanan yang terbuat dari Active Carbon yang ternyata bisa buat masalah lambung juga.

Sepanjang jalan gw mencoba meyakinkan teman-teman kalau akan lebih baik kalau gw pulang ke base camp, tapi setiap gw ngomong gitu, Coro akan meminta yang lain untuk berhenti, memaksa untuk mengambil tas gw sehingga mau gg mau gw terus berjalan. Ajeng dan Upi berkali-kali bilang, "Kamu kuat Ti, adaptasimu emang lama tapi setelahnya kamu bakal oke-oke aja kan!". Tapi perasaan menjadi beban buat yang lain menghantui gw juga karena gw inget bercandaan Udin saat sebelum naik, "Naik kali ini siapa ya yang ngelambatin ? Eh ralat ding, nanti malah gw lagi yang jadi penghambat". Gara-gara gw perjalanan jadi lambat banget, sering berhenti,
G : Stamina gw kok bener-bener payah gini ya ? meskipun biasanya emang payah sih
A : Mungkin pengaruh tadi siang kan kamu baru donor darah
ditambah kurang makan dan jalur yang nanjak terus sangat jarang jalan datarnya perjalanan bener-bener terasa berat.

Udah mana ya puncaknya kok ya gg keliatan-keliatan padahal udah nanjak terus itu dari tadi. Makin lama tekad gw udah makin kendor aja ditambah mata yang gg kompromi ngantuk berat, sebuah pertanyaan besar semakin menggantung di benak gw, "Akankah gw sampai puncak? atau kalah sama diri sendiri dan berhenti saat itu juga?". Nantikan kelanjutannya hhohho #lebay.
xxxChuu original by ra~ccon.

Minggu, 25 Maret 2012

Still To Be Continued, Right ?

00.01 Posted by Tiara Putri , , , , 13 comments
Ini sebuah lanjutan cerita yang membuktikan bahwa semua itu memang akan indah pada waktuNya, bisa dibilang ini fase penutup untuk usahanya yang pernah gw ceritakan disini, tapi ini adalah pembuka lembaran baru untuk hidupnya. Namanya Vikri Januarisma, biasa dipanggil Kri -ditulis Cry-, teman sebangku gw pas kelas dua SMA, orang yang ngasih contekan Kimia, Fisika dan Matematika untuk barter dengan contekan Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Orang yang setiap jalan-jalan selalu jadi fotografer pribadi gw, bukaaan bukan karena gw narsis, tapi karena dia seneng fotografi dan ya gw sih rela-rela aja jadi modelnya #yah emang narsis juga sih hhehhe.

Suatu siang saat gw sedang kuliah, hp gw bergetar, ada sms masuk, kurang lebih berbunyi,
"Ti, beasiswa gw lolos, gw keterima di Petronas, Malaysia"
Dan saat itu juga gw pengen berteriak sekeras-kerasnya, pengen ke Tawang, mengejar kereta hari itu, pengen ketemu kamu Cry, mau menjabat tanganmu dan meluk kamu sambil loncat-loncat, cuma waktu itu masih ada dosen dan yah gg ada alokasi dana buat pulang hhehhe #sigh. Emosi gw campur aduk Cry, antara seneng, bangga tapi sedih juga, soalnya kita jadi susah ketemu kalau gw pulang dan gw jarang pulang.

Mendengar kisahmu itu gw kayak lagi nonton telenovela Cry, naik-turun, masalah menghadang, air mata bercucuran (ini lebaynya), but you stand still, kamu itu jadi bukti nyata untuk pepatah, hidup akan keras bila kita lunak pada diri sendiri tapi sebaliknya hidup akan lunak saat kita keras pada diri sendiri. Juga seperti setetes air yang perlahan-lahan mampu melubangi sebuah batu, kalau "para penonton kisahmu" merasa kamu terlalu sering dikhianati nasib pada akhirnya kamu membuktikan bahwa nasib pun menyerah pada "kekeraskepalaanmu". Juga seperti jari tengah gw yang sekarang jadi kapalan karena terlalu sering berbenturan dengan cincin, seperti itulah kerja ujian dan cobaan ya, semakin dihantam semakin kuat bagian yang dihantam tersebut.

Cry kalau gw boleh jujur, gw iri sama kamu, tapi katanya Mbak Bela, iri yang ini boleh karena memotivasi gw untuk terus berusaha lebih baik, iri kenapa ? iri karena kamu mampu istiqomah untuk terus berusaha, tak berhenti yakin pada rencana Tuhan juga iri tentang pacarmu yang jenius dan ganteng itu (LOL this is a joke oke hhahha). Cry, mari kita terus menjalani hidup, keep contacting me, terima kasih karena masih mempercayai gw untuk diceritakan sepenggal kisah di hidupmu, kalau sebar undangan jangan lupain gw ya hhohho.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "In three words I can sum up everything I've learned about life — It goes on." Robert Frost

Selasa, 13 Maret 2012

Err ... Bahkan Judul Pun Bingung

00.21 Posted by Tiara Putri , , 33 comments
Beberapa waktu yang lalu gw sempet berpikir kalau gw gg bisa hidup tanpa kehadiran internet, gw udah ketergantungan bahkan lebaynya udah kecanduan. Tapi ternyata anggapan tersebut salah, ternyata hidup gw masih berjalan, emang gw-nya aja yah lebay hhohho. Internet di kosan lemotnya minta ampun atau mungkin juga karena pengaruh laptop gw yang kemarin sempet rusak jadinya ya gw agak kurang betah di kamar. Yah  karena lama gg nulis gw juga jadi bingung mau nulis apa, biar foto yang bercerita aja deh.

Wall climbing. *sigh* gw belum bisa nih, rekor tertinggi gw paling cuma berhasil manjat satu meter.

Ini di Kali Pancor, Kopeng pas lapangan untuk Rock Climbing. Bilayer -pemanjat kedua- sedang mengecek kelengkapan alat serta pengamanan Leader -pemanjat pertama-.

Jogging di GOR Tri Lomba Juang, ini olahraga untuk persiapan selam.

Di puncak Merbabu dengan latar belakang Merapi. Apa ? gw buntet binti gendut ? itu cuma ilusi yang diakibatkan oleh celana dan sudut pengambilan fotonya *ngarang mode on hhohho*

Lalu simulasi penggunaan alat di kolam renang lima meter.

Nongkrong di atap PKM Joglo, baca buku, wifi-an dan denger musik di sela-sela jagain alat. 
Jadi begitulah kurang lebihnya kegiatan gw selama liburan kemarin. Sebenernya ada yang kurang yaitu dokumentasi baik pas simulasi maupun lapangan untuk arung jeram, tapi belum diliris dan belum boleh diminta. Yah mungkin posting ini terkesan gg penting yah ? emang gg penting sih hhohoho dipikir-pikir kapan juga gw bikin posting yang penting #eh.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "Life is an adventure" Iklan.

Jumat, 24 Februari 2012

Toephiles : Nggilani

00.07 Posted by Tiara Putri , , 25 comments
Masih berlatar tempat di Banjir Kanal Barat dan si kutu air sebagai pemeran pendukung. Well, gw gg nyangka kalau ada begitu banyak side story dari kisah utama simulasi ini dan sepertinya ditutup dengan kisah yang agak hmm kalau kata orang Jawa itu nggilani binti medeni.

Sore itu, selesai simulasi, barang-barang udah diangkat ke atas jembatan, gw dan empat teman yang kebetulan perempuan semua duduk di pinggir jalan di sebelah perahu, nungguin angkot yang sebelumnya udah kita hubungi untuk menjemput kita. Pas lagi ngobrol-ngobrol gitu ada bapak-bapak paruh baya yang menghampiri kita, dia pake kemeja lengan pendek garis-garis vertikal biru putih, celana panjang dan bawa kantong plastik. Dia nanya kita habis ngapain nah yang jawab Flip -nama samaran- yang duduk sebelah gw dan paling deket dengan si bapak, sementara gw dan yang lain tetep ngobrol. Pas gw lirik lagi si bapak udah duduk sebelah F.

B : Ini berapa orang emangnya ?
F : Berapa ya, berenam sih pak yang turunnya, tapi ada seniornya juga
B : Perempuan semua ?
F : Enggak pak, sama laki-laki juga
B : Oh dimana laki-lakinya ?
F : Itu pak, disana
sambil menunjuk temen dan salah satu senior gw yang berdiri agak jauh dari kita. Disitu gw ngobrol lagi sama temen gw dan gg tau gimana awalnya si bapak nanya zodiak si Flip, katanya bapaknya bisa ngeramal.
G : Oh iya pak ? saya Virgo
B : Suka ramalan gitu mbak ?
G : Ya enggaklah seru-seruan aja
F : Ngeramalnya tapi kaki mbak
G : Hah ? ogah ah aku kan lagi kutu air, malu hhahha

Dan kita pun manas-manasin Flip supaya mau diramal, selain karena dia angkatan 2011 juga karena dia posisinya paling dekat dengan si bapak. Dengan ragu, Flip buka sepatunya dan menyerahkan kakinya ke si bapak daaaaaaaaaan Rambut Kutuan dengan mengejutkan sekali kaki Flip didekatin ke mukanya kayak mau dicium gitu dong, gw dan yang lain mengeluarkan suara terganggu dan memalingkan muka. Pas gw balikin muka lagi, si Flip dengan posesif memegang kakinya dan sekilas dengan ujung mata gw ngeliat salah seorang senior mendekati kita, lalu si bapak bilang "Sudah ya mbak, saya buru-buru" dan begitu saja meninggalkan kita yang masih speechless.

Senior yang sudah di depan kita nanya siapa bapak tadi dan kita berebutan bercerita,
S : Wah hati-hati itu, Flip kamu bisa-bisa ditanamin jampi-jampi
F : Waaaah abang, yang bener ih sumpah ya Allah jadi takut ini
S : Lagian kalian ini gimana sih, orang gg jelas gitu main ladenin aja
F : Yah kan orang nanya
S : Hati-hati Flip kalau sampe kebawa mimpi nanti kamu dibawah kendalinya.
Well, si abang bercanda sih dan kita ngasih semangat ke Flip banyak-banyak istigfar aja dan si Flip berulang kali menguatkan diri "Gpp ya aku kan orang beriman insya allah dalam lindungan Allah".

Seharusnya gw lebih tanggap ya karena pas Flip udah ngelepas sepatu, gerak-gerik si bapak sudah mencurigakan, lirik kanan kiri gitu. Lagian kita tuh kayaknya terlalu melepaskan kewaspadaan, bener kata mama gw kalau jangan sembarangan berbicara sama orang asing. Kalau inget kejadian itu gw selalu merinding, karena gw yang menyebutkan zodiak gw dan kondisi gw saat itu adalah satu-satunya orang yang udah ngelepas sepatu, hampir aja gw yang kena, untungnya gw lagi kutu air, kutu air pun bisa membawa berkah.
xxxChuu original by ra~ccon.

Rabu, 22 Februari 2012

Kutu Kata : Kutu Menjadi Kata

00.25 Posted by Tiara Putri , , , 19 comments
Jadi ceritanya eh bukan ceritanya ding tapi kenyataannya gw kemarin sakit komplikasi gitu sampai gw memutuskan untuk meliburkan diri dari ikut kegiatan simulasi, tapi karena dijemput sama temen yoweslah tak berangkat nah pas nyampe PKM,
T : Loh mbak Tiara katanya sakit ? sakit apa mbak ?
G : Iya nih dijemput sih, lagian aku juga ngerasa belum bisa SRT. Komplikasi nih, demam sama maag.
S : Lah kakimu kenapa ?
G : emm ... kena kutu air mas
Oh sungguh Janggut Merlin Kebakaran sekali, memalukan juga tidak elit, kaki kiri gw kena kutu air. Ini karena yah Banjir Kanal Barat, selama simulasi, sepatu basah melekat seharian.

Awalnya gw kira ada jerawat di kaki gw, tapi kok gatel gitu ya, terus gw bilang sama temen-temen, eh mereka bilang itu kutu air, pas gw minta obat ke mereka yang kebetulan baru pulang dari Diving di Jepara dan obat kutu air merupakan salah satu barang wajib, seorang teman dengan entengnya berkata, "Wislah, Tiara, aku juga kena nih, diemin aja, gg usah diobatin, biar kebal!", entah gw kerasukan apa dengan polosnya gw menurut. Naasnya pulang latihan selam -yang juga berarti gw berada di kolam renang selama seharian-, kutu air di kaki gw malah makin parah, sakit gitu, jam sembilan malem gw minta anterin temen nyari obat, muter-muter Alfa dan Indo di Pleburan, agak tengsin juga sih pas nanya "Mbak emm ada salep 88 atau emm obat emm kutu air?".

Akhirnya di suatu minimarket gw dikasih Can*sten, langsung gw bawa ke kasir,
K : 18.700 rupiah
G : Celana Merlin, duitnya cuma 15.000 *dimiringin ceritanya kata hati gw* Bentar ya mbak
*gw keluar manggil temen gw, mau minta pinjeman tambahan, soalnya duit yang 15.000 itu juga dapet minjem hhohho*
G : tunggu ... gw kan baru kali ini dan semoga yang terakhir kena kutu airnya, mahal bener gw beli obatnya, Kiki aja cuma beli 6000an, sok elit banget kutu air gw obatnya diatas 15.000 gitu, mana gw belum beli senter ama logistik *kembali ke kasir* Mbak kalau di-cancel bisa gg mbak ?
K : Hmm ... gimana ya, bisa sih mbak
G : Di-cancel aja ya mbak, ini titipan temen soalnya, takutnya kemahalan
Tanpa menunggu respon atau jawaban mbaknya, gw pun ngacir nyuruh temen gw ngebut dari tempat itu.

Nyampe PKM gw cuma bisa meringis menahan sakit dan malu, sampe senior gw lewat,
G : Mas ada obat kutu air gg ?
S : Siapa yang kutu air ?
G : Saya mas, udah nyari kemana-mana pada gg ada obatnya
S : Nih cuci dulu gelas, nanti tak ambilin
Dan setelah mencuci gelas, gw mendapatkan obat kutu air itu, rasanya panas dan perih saat bersentuhan dengan si kutu air, tapi udahnya nikmat banget. Untung sekali gw gg jadi beli obat diatas 15.000 itu karena di warung kosan gw, salep 88 cuma 3000 hhohho.

Lalu apa pesan moral yang bisa diambil dari kisah kutu air ini ?
  1. Jangan menyepelekan penyakit, sekecil apapun itu, secepat mungkin obati sebelum makin parah
  2. Jangan percaya dengan ucapan sompral teman yang mengatakan kalau penyakit selevel kutu air didiemin bisa sembuh dan jadi kebal karena setelah gw cek kakinya, dia tidak menderita kutu air cuma mengelupas biasa, namanya sesat itu
  3. Cek harga sebelum membawanya ke kasir
Kutu air pun mampu memberikan pesan moral ya.
xxxChuu original by ra~ccon.

Sabtu, 18 Februari 2012

Sebegitu Langkakah Keberadaan WC ?

00.17 Posted by Tiara Putri , , , 26 comments
Alohaaaa chacha maricha *sigh* semakin jaranglah gw menulis dan beraktifitas di dunia maya. Akhir-akhir ini gw sering nginep di PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) di Undip bawah atau daerah Pleburan, kurang lebih 15 menit pake motor dari daerah Tembalang. Ngapain nginep ? tak lain dan tak bukan adalah untuk jaga alat, duh nasib jadi junior. Nah seminggu terakhir ini gw sedang sering-seringnya simulasi arus tenang di Banjir Kanal Barat, daerahnya deket-deket Tugu Muda dan Simpang Lima. Di Banjir Kanal Barat ini banyak sekali hal-hal "menarik" untuk diperhatikan, yang paling utama adalah betapa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami guna dari wc atau toilet dan dengan Janggut Merlin tanpa rasa malu membuang hajat di sepanjang bantaran sungai.

Ada istilah ya perahu kita lagi lewat yang notabene dalam perahu itu berarti ada orang tujuh, enggak bapak-bapak atau ibu-ibu tanpa malu maen melorotin aja celana terus entah itu BAK atau BAB. Atau pas kita lagi duduk nunggu giliran, nengok ke kiri gg lebih dari 10 meteran ada juga tuh yang membuang kotoran. Yang lebih bikin terheran-heran nih, kan pas kita lagi berlatih ketahanan mendayung, lewat bawah jembatan kereta api yang melintasi banjir kanal tersebut, dari belakang senior gw berkata, "Wah ada payung nyangkut tuh di rel kereta!" dan pas perahu lewat persis di bawahnya gw menengadah ke atas dan Rambut Kutuan sekali ya ternyata di bawah payung tersebut ada orang yang lagi "nongkrong" dong,
G : aaaaaaaah ..... ayo cepet cepet dayungnya
S : hhahha cewek apa cowok Ti ?
Pertanyaan gw, kenapa ada orang yang membahayakan nyawa dengan nongkrong di samping rel kereta yang berada di atas sungai ? lalu bagaimana cara membersihkan diri setelah selesainya ? sebuah misteri baru.

Lalu biasanya tempat kita start mendayung kan di bawah jembatan, nah disana tuh banyak orang, kayak sekeluarga gitu, ada ibu, bapak dan anak kecil, tidur-tiduran dan makan di atas karpet di pinggiran sungai tersebut. Nah temen gw kemarin sakit, gw yang anter ke dokternya,
G : Sakit apa ?
A : Infeksi pencernaan Ti, kata dokternya, makanan, minuman atau alat makannya gg steril
dan gw tertawa mendengar ucapan si teman, karena selama seminggu ini kita makan di pinggir kali dan karena ada latihan renang jeram dan aktif sehingga harus nyebur ke kanal tersebut dan kadang airnya terminum, gimana gg sakit kalau kanalnya itu banyak sampah, kotoran dan bangkai hewannya.

Oh tapi ada juga kejadian yang gw dan teman-teman setuju ingin merekam kejadian tersebut dalam bentuk foto, saat di bawah jembatan di pinggiran sungai, seorang bapak paruh baya sedang merias wajahnya seperti tokoh perwayangan, ternyata ia seorang pengamen jalanan, ada perasaan tak tergambarkan saat melihatnya, sayangnya tak ada kamera dan hp kita ditinggal di PKM.

Kembali ke masalah penyalahgunaan sungai sebagai pengganti wc ini, dosen gw pernah bercerita bahwa suatu waktu ada bantuan luar negeri untuk Indonesia berupa penyediaan MCK daaaan proyek tersebut gagal, MCK yang ada rusak termakan waktu, karena sebelumnya tidak diadakan sosialisasi dan meskipun secara kasat mata mungkin masyarakat yang bersangkutan membutuhkan MCK tapi kurang mendalami bahwa mungkin kegiatan buang hajat di sungai telah menjadi sebuah kebudayaan tersendiri. Semoga gw sehat selalu gg terkena infeksi pencernaan karena masih ada satu kali simulasi lagi, aamiin.
xxxChuu original by ra~ccon.

Jumat, 10 Februari 2012

Inferiority Feelings

14.58 Posted by Tiara Putri , , 16 comments
pipiluma pipiluma pulilimpa ... papaleho papaleho dolilimpa, "kembalikan semangat menulis Tiara!" *triiiing* hhohho seandainya hidup semudah mengucap mantra ya. Well, melirik post terakhir gw, kenyataan memang begitu kejam ya, ternyata suara gw benar-benar seperti kodok, bagusan kodok malahan kali ya, post itu maksudnya mau pamerin lagu bukan mau minta persetujuan kalau suara gw emang jelek #mojok.

Oke gw sekarang sudah di Semarang lagi, menjalani latihan fisik lagi untuk persiapan caving dan rafting atau susur gua dan arung jeram, woooh gw denger namanya aja berasa kegiatan ini keren banget, tapi tapi persiapannya aja udah bikin semangat menciut, jadi sekarang ini gw lagi merasa down atau bahasa kerennya inferiority complex, gw ngerasa bodoooh gitu gg bisa apa-apa. Ups keadaan ini gg boleh terus berlanjut kan, lalu gw memutuskan untuk memetakan kekuatan dan kelemahan supaya gw lebih kenal sama kemampuan diri sendiri tuh ya. tapi kekuatan gw cuma di hapalan teori dan lumayan rajin datang latihan.

Sedangkan kelemahan gw banyak banget, dari fisik yang paling lemah, manja, kurang memaksa dan gw lupa apalagi kelemahan gw saking banyaknya. Well, mungkin ini pengaruh dari gw ketinggalan materi dan simulasi jadinya gw yang paling gg tau apa-apa, tapi rasanya gimana ya jadi meleber kemana-mana. Jadi terbayang-bayang pas rock climbing kemarin, gw satu-satunya yang gg panjat tebingnya karena gw kebagian tebing untuk sport yang cowok pun susah, gw yang manjat tembok aja masih empot-empotan, disuruh sport climbing, huwaaa Janggut Merlin Kebakaran dan pas mau prusiking, eeeh udah kesiangan. Seorang teman berkomentar sama kondisi gw, "Yang teorinya paling oke, praktek lapangannya paling payah. Eeeh yang paling payah teorinya, malah prakteknya paling oke", huwaaaa dunia memang kejam.

Kalau lagi down begini, sakit badan, nyeri otot jadi berasa semua. Juga jadi males olahraga dan simulasi, mikirnya percuma juga gw usaha kalau hasilnya jarang memuaskan dan paling parah gw jadi ragu untuk ikut ke lapangan, gimana kalau pas turun ke guanya gw lupa cara mindahin pengaman atau susah lepasin croll, menggantung aja gitu, nunggu pingsan dulu baru di rescue, huwaa gw beneran frustasi. Udah mana salahnya gw, lagi down gini malah liat film macam Sanctum dan Vertical Limit, tentang kecelakaan kegiatan outdoor, makin negatif dah.

Semoga perasaan males, down dkk ini cuma bertahan hari ini aja, semoga besok gw semangat lagi untuk menambah ilmu dan pengalaman barunya. Semoga ini cuma karena faktor kesepian aja #eh.
xxxChuu original by ra~ccon.

Senin, 30 Januari 2012

Chibi Chara & Chibi Song

22.24 Posted by Tiara Putri , , 40 comments
Aloha chacha maricha, well gw ingin kembali menegaskan kalau bulan ini gw bener-bener kurang produktif dan kini alasannya adalah karena kecepatan internet di rumah Celana Merlin Kedodoran banget. Jadi ceritanya instalasi internet gw yang berupa wajanbolic itu rubuh terhantam angin, ayah sedang tidak di rumah dan gg ada teknisi lain, kita banting setir menjadi pake modem telk*msel fl*sh yang aseeeem banget kecepatannya.

Highschool Chibi >_<
Oke jadi sebenernya gw mau cerita kalau gw dapet hibah chibi chara dari om R10, beliau menang giveaway yang diadakan oleh bang John Terro dan om Pencukurbumi, nah gw yang waktu itu sedang menghilang dari dunia maya dan pas muncul kembali tiba-tiba suruh menghubungi om Pencukurbumi, dengan planga-plongo gw bertanya-tanya ada apa ini, gw kira semua peserta dapet chibi chara gitu tapi ternyata om R10 dengan berbaik hati ngasih hadiahnya ke gw yang emang pengen banget punya chibi chara buatan om Pencukurbumi.

Outdoor Chibi ==a
Awalnya gw berpikiran hikmah gg menang GA jadi bikin lagu, lagu yang di post untuk kontes tersebut esoknya gw temuin salah seorang teman anak paduan suara dan memintanya untuk menyanyikan lagu tersebut untuk gw karena yaaah suara gw kan kayak kodok budug. Nah, temen gw itu -namanya Vela- bilang kayaknya enak kalau nyanyinya berdua, akhirnya gw menculik Winda dan saat gw sedang menyanyikan lagu tersebut supaya apa yg gw mau bisa dinyanyikan ulang dengan lebih baik oleh mereka, Vela bilang "Eh Tir, kamu juga ikut nyanyi aja, suaramu kesannya anak-anak gitu!" dan gw pun ikut bernyanyi sebagai kodok pembuka. 

Ada roda menggelinding ditempeli alang-alang
dua semut berdampingan, ada ulat menghadang jalan
oh, seorang putri dari negeri jauh
memakai mahkota berhiaskan permata
tersenyum menatap dunia.

Lagu ini direkam sekitar jam 09.00 pagi, suara gw kalau pagi seraknya minta ampun, semakin pagi semakin gg adaan suaranya. Selain itu yah karena gw doyan teriak-teriak makin seraklah suara gw. Harapan gw, lagu ini bisa dinikmati dan (klo bisa) dinyanyikan oleh semua orang hhoho lagu ini ada karena gw sedang bahagia dan kebahagiaan itu menular loh.
xxxChuu original by ra~ccon.

Kamis, 26 Januari 2012

Merbabu : a Moment to Remember

14.32 Posted by Tiara Putri , , 28 comments
Aloha chacha maricha, duh bulan Januari ini gw benar-benar tidak produktif. Selain fokus untuk UAS (alasan bohong hhohho), laptop sempet mati suri sampe seminggu. Bulan ini bisa disebut adventure month, gw banyaak sekali mencoba hal-hal baru. Awal Januari kemarin gw ada pendidikan dasar untuk rock climbing di Kali Pancor, Kopeng, Salatiga. Lalu gw belajar scuba diving, kemarin simulasi alat di kolam lima meter dan rasanya gimana ya, tak tergambarkan deh hhohho apalagi di laut yah.

ki-ka : Udin, Away, Gw, Doni, Upi, Katak, Ajeng, Agna & Ririn
Dan kemarin gw baru turun dari Merbabu, ayeeey gw berhasil mencapai salah satu puncak Merbabu. Kata om wiki, dengan ketinggian 3145 mdpl secara administratif, gunung Merbabu berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah. Nah rencana ke Merbabu ini dimulai dari obrolan iseng temen-temen yang ikut diksar kemarin, udah sempet pesimis nih gg bakalan jadi karena bentrok jadwal latihan untuk persiapan selam. Tapi yah namanya anak muda, peraturan ada untuk dilanggar, harusnya simulasi eeh kita malah muncak hhohho.

Tanggal 22 pagi kita dijadwalkan kumpul jam 08.00 di kos gw dan seperti biasa molor karena tas daypack gw gg muat gara-gara bawa sleeping bag (sb), jadinya musti nge-pack ulang dan berakhir dengan gw bawa carrier, gg berat sih, isinya cuma pakaian ganti, sb sama logistik.

subuh-subuh di tenda
Sekitar jam 09.30 kita  bersembilan berangkat dari Tembalang ke Kopeng, karena kata Away yang jadi leader, kita naik dari jalur Cunthel, Kopeng.

Eh ternyata basecamp Merbabu itu deket sama hotel pas teka, cuma lebih ke atas lagi, ya allah jauh pisun lah dari jalan, capek duluan. Di base camp, kita istirahat, jajan dulu, sholat, bayar tiket masuk dan cuus naik deh. Jalannya sih udah enak, cuma nanjak mulu, belum nyampe pos bayangan satu yang notabene pos pertama, udah kepikiran mau pulang aja deh hhohho gara-garanya adaptasi nafas gw lambat banget, jadi gw keseringan bernafas terlalu cepet tapi sedikit yang masuk. Tapi gw udah bertekad untuk sampe puncak, gg bakalan ngeluh apalagi nyusahin yang lain.

Gw belajar dari naik Ungaran untuk tidak sering minum dan emang bener sih lumayan enteng. Sepanjang jalan kita ketemu sama para pendaki yang lagi jalan turun, beberapa kali kita dikasih tau kalau cuaca lagi buruk banget, sering badai. Tapi kita maju terus pantang mundur.

Di antara pos dua dan tiga, wah pemandangan dataran rendah keliatan cantik banget, disitu untuk ngilangin capek kita teriak.
"Pak, bakso satu minumnya es teh!"
"Aku baksonya kosongan, jeruk hangat!"
"Pak Jangkung ... capcaynya satuuu!"

Depan puncak Syarif bersama Syarif
Di pos tiga kita ketemu orang Surabaya yang ngecamp disitu, dia nanya jalan ke puncak ke Away nah kita pamit untuk jalan terus. Makin sore, jalan makin nanjak, kabut mulai turun dan angin mulai berhembus kencang. Di satu titik gw berhenti jalan
G : Ini suara apa sih ? air terjun ?
O : Ini suara angin yo
Ternyata kita kena badai. Anginnya kenceng dan udara dingin yang saking dinginnya ujung-ujung jari udah mati rasa tapi rasanya panas. Tapi kita naik terus karena tempatnya gg aman untuk ngecamp. Hikmah udara dingin itu jadi gg kerasa capek karena mau gg mau harus terus bergerak supaya gg kedinginan.

Away yang naik duluan bilang di depan ada shelter, kita bisa berlindung disana, eeeh pas nyampe disana udah ada enam orang dan tiga tenda, ruangannya kecil dan karena kita gg bisa bikin tenda, akhirnya kita disuruh masuk ke tenda yang udah jadi, yang harusnya cuma maksimal berempat, itu tenda kita isi bertujuh. Dalem tenda di ruangan pun masih dingin, angin nyeremin banget suaranya. Gg berapa lama, datang lagi rombongan yang akan berlindung, tapi karena udah terlalu sempit, mereka maksain bikin tenda di luar bangunan, jadi kalau dipaksain masuk, di ruangan kecil itu ada 21 orang.

Sekitar jam empat, kita bangun dari tidur yang emang gg nyaman banget, muka ketemu kaki atau pantat. Jam setengah enam para cowok memutuskan untuk naik, empat orang yang dari Bandung dan dua dari Temanggung memutuskan untuk turun aja. Gw agak sedih gitu cewek2 masa disuruh jaga tas doang udah mana itu pos terakhir ibaratnya tinggal selangkah lagi menuju puncak, tapi untungnya langsung diajakin sih hhohho.

Karena angin yang masih kenceng, gw sampe pake jas hujan kuning yang unyuu itu. Gw ngerasa bahagia banget, capek sih gg nyampe-nyampe tapi hati berasa ringan aja dan akhirnya kita nyampe puncaaaak, subhanallah, cantik banget deh. Berasa gg nyangka kalau inget kemarin baru jalan dikit udah mau pulang dan sekarang gw di puncak hhohho.

Puas foto-foto, kita turun lagi ke pos tempat nge-camp, barang-barang kita udah diberesin sama orang Bandung hhohho dan langsung masak deh, bikin mie goreng, tempe, bakso dan bala-bala/bakwan goreng. Cuma karena parafinnya dikit dan gasnya mati ogah hidup segan, bala-balanya setengah mateng, tapi enak aja deh hhohho.

Dan kita pun turun, kabut sempet turun lagi dan angin masih berhembus. Pas turun itu lebih cepet, cuma ya dengkul berasa lemes banget. Emang ya naik gunung itu gw males banget nanjak sama nurunnya hhohho pengen langsung muncak aja gitu, lagian naik gunung tuh capek tapi klo capeknya udah hilang berasa pengen balik lagi gitu, aaah misteri kan hhohho. Pulangnya kita mampir ke rumah temen yang di Salatiga, makan malam gratis dan pulangnya kita jadi hitchhiker, berusaha nyetop mobil sampe sejam akhirnya ada truk juga yang mau berhenti, naeknya itu brutal banget dah hhahha aah at all pengalaman yang benar-benar menyenangkan.
xxxChuu original by ra~ccon.