Whoever me, Whatever me, and Whenever me. I'm the only one and just one of "me".

Kamis, 12 Mei 2011

NII ... What Kind Of Food Is That ?

21.04 Posted by Tiara Putri , , 17 comments
Setelah melawan rasa haroream, ngantuk dan panas yang menyengat, jam 12 siang gw pergi ngampus dan Janggut Merlin banget dua mata kuliah, menunggu sampe lumutan bin jenggotan, dosennya pada enggak ada, ettdah Pak, Bu kalau mau gg ada tuh bilang gitu jangan menggantungkan nasib mahasiswa sampe lima jam. Eh pas lagi enak-enaknya nundutan dikos, hp gw bergetar, dosen yang nelpon minta gw kekampus, kejamnya dunia, baru aja nyampe. Nah gara-gara gw kekampus lagi, beberapa teman dengan sukses menghipnotis gw untuk ikut kajian dari FKMM (rohisnya FISIP) tentang mewaspadai NII dikampus, hhehhe sebenarnya yang bikin terhipnotis sih karena ada tulisan Free and Snack hhohho gw emang busuk.
Karena gw gg ada tv dikamar, gw gg begitu update tentang NII ini dan kadang Yahoo dan Kompas di laptop gw gg beres gitu, tanggalnya segitu mulu, gg pernah maju, ditambah Semarang kayaknya santai-santai aja dan Undip pun gg ada gosip-gosip yang berhembus tentang itu. Sampai suatu hari mama telepon kasih kabar tentang NII dan nyuruh gw hati-hati.
Nah diacara tadi dikupas secara singkat sejarah NII oleh seorang dosen Poltekes, agak aneh juga latar belakang narasumbernya, tapi beliau cukup paham tentang sejarah NII ini, lalu narasumber yang kedua adalah seorang senior level dewa (artinya angkatan atasss, 2007 atau 2006) dari Fakultas Teknik yang katanya seorang ahli dan mantan NII yang ternyata setelah beliau klarifikasi beliau bukan mantan atau korban NII, cuma beliau pernah dengan sengaja ikut pertemuan mereka gara-gara adik kelasnya pernah jadi TO (Target Operasi).
Jadi si dosen mulai bercerita tentang perjanjian Renville, eemm actually disini gw gg nyimak sih, gara-gara AC ditambah emang udah ngantuk makin nundutan terus gw mikir, "Snacknya kapan nih datangnya!" hhohho tapi intinya NII sekarang adalah KW9 (buset palsu sepalsunya kali ya) dan juga bukan hal baru lagi, hanya kali ini dibumbui dengan politis begindong lah, buktinya salah satu hal yang diwanti-wanti oleh mama sebelum gw awal kuliah adalah, "Teh hati-hati nanti jangan ikut pengajian yang gg jelas nanti kamu dicuci otaknya!" dan akhir-akhir ini saking khawatirnya mama selalu sms gw dimana, sama siapa, temen baru atau lama, diakhiri dengan "Teh gg usah ikut pengajian-pengajian, ngaji aja dikamar baca terjemahannya sendiri, kalau ada orang gg kenal ngajak ngobrol lari aja!" buset ekstrim banget hhohho. 
Nah pas si senior yang cerita gw mulai merhatiin karena emang menarik, bagaimana dia belagak jadi detektif ngikutin orang yang ngedeketin adek kelasnya dan karena ketahuan dengan belagak innoncent, "Eh masnya yang tadi ketemu dikos X ya!" dan dia pun berhasil menjadi TO selanjutnya. Jadi ada dua metode yang digunakan para perekrut, cara bimbingan belajar dan yah penculikan. Sebenarnya NII ini dapat dideteksi sejak dini kalau dipahami dengan akal sehat dan logika, how ? check it out :
  1. Kalau dideketin ama orang yang ngajak diskusi agama, lalu bertanya latar belakang, udah shalat ? udah ngaji ? dan berbicara tentang jahiliyah terus sms lebih sering dari nyokap, waspadalah ada dua kemungkinan, NII atau mau nawarin MLM
  2. Kalau diajak ke mall terus tiba-tiba diajak nemuin temennya dan makan di PH, McD or semacamnya terus bicara tentang konsep hijrah dan jahiliyah juga mesti waspada well kecuali emang mau ditraktir makan-makan sih. Logikanya P* atau M*D dan semacamnya sering digembar-gemborkan sebagai produk Amerika dan Yahudi, mereka seolah islam garis keras tapi ngobrol di P* gg nyambung juga.
  3. NII itu sebenarnya bukan islam, lebih berorientasi pada keuntungan karena banyak hal yang bertentangan dengan Al-Quran, coba pikir dengan logika NII menyebutkan harta orang diluar NII adalah haram, so halal darah orangtua kita untuk mengambil harta mereka, naudzubillah.
  4. Mereka maennya one-on-one, pasti ngelak dengan seribu alasan kalau kita mau ajak temen dan kata seorang senior meski seperti militan, mereka ini gentar juga kok kalau kita maksa dan mengancam mengajak teman, polisi bahkan ibu kos pun ditakuti.
  5. Masa untuk berhijrah diwajibkan membayar infaq minimal empat juta, Celana Merlin banget, zakat aja yang sudah jelas wajibnya gg sampai sebesar itu.
Sebenarnya masih banyak sih, tapi yang gw inget cuma segitu. Pencegahannya adalah bersifat terbuka, belajarlah dari sumber yang sudah jelas dan terpercaya, berdoa selalu padaNya untuk ditunjukan jalan yang benar dalam menuntut ilmu, bergaul dengan orang-orang yang baik, masih banyak juga sih tapi gw juga agak lupa. Hari ini yah meskipun agak dongkol gg dapet snack-nya, gw mendapatkan informasi, ilmu dan sejarah menarik. well, kalau ada kesalahan mohon dimaafkan karena murni dari gw yang masih perlu banyak belajar *hhohho tindakan preventif*  dan kalau benar, kebenaran berasal dariNya.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "... Tuhan yang Maha Pengasih dan tidak pilih kasih ..." Mas Rasyid.

Rabu, 11 Mei 2011

Sebuah Renungan Oleh Tiara Yang Merenung.

21.39 Posted by Tiara Putri , , 10 comments
Tiba-tiba gw pengen ngemil *gg tiba-tiba juga sih emang biasanya juga ngemil* dan setelah berpikir lama *sebenarnya melirik dompetnya yang lama* akhirnya gw beli Kue Bandung Mini aja deh, nah pas nunggu Kue gw dibuat, gw melihat kearah gerobak martabak telur dan si bapak penjual sedang melamun menatap jalan, entah apa yang sedang beliau pikirkan, tadinya mau gw foto, tapi gg etis juga sih *sebenarnya karena gg bawa hp juga hhohho gw emang busuk*, gw mencoba mengalihkan pandangan, tapi hati gw seolah berkata pada kedua mata untuk menatap bapak tersebut, tiba-tiba gw pengen beli martabak telur, supaya si bapak enggak ngelamun dan bisa tersenyum tapi disaku gw cuma tinggal lima ribu rupiah lagi, mana muat, gw juga gg suka martabak telur, terus males juga ngambil uang kekosnya, alah emang gg niat aja ya aduh berbuat baik susah bener.
Pas gw ngalihin pandangan, eh keliatan pegawai pria yang lagi magang di Indomaret, dengan seragam putih hitamnya dan gw berani taruhan seratus ribu, kemeja putihnya-yang-agak-kekuningan-mungkin-juga-kecoklatan itu pasti bekas kemeja SMA, ya ampun masih muda, mungkin seumuran sama gw, tapi disitu gw sedang menunggu cemilan gw jadi dan ia disana sedang membersihkan jendela.
Gw jadi inget, suatu tengah malam, gw beli mie tektek, bapak penjualnya ramah banget, ikut bercanda sama kita-kita dan tiba-tiba gw menjadi pendiam saat ngelihat anak perempuan bapak tersebut yang paling masih berusia tujuh tahun, tidur beralaskan kain tipis disebelah gerobak, itu dipinggir jalan dan angin malam kan dingin juga gg baik buat kesehatan, si bapak itu berjualan dengan memboyong keluarganya sampai jam tiga pagi.
Selalu ada rasa gatel dihati saat melihat pria dari berbagai macam usia yang sedang mencari nafkah berupa kerja kasar, gw selalu membayangkan itu adalah ayah, kakek, mamang (om) atau sepupu gw. Apalagi hati gw berasa keiris-iris kalau pria tersebut seusia ayah atau bahkan seusia kakek gw yang masih musti bekerja duh serasa ingin menangis untuk mereka yang tidak menangis. Memang sudah menjadi tugas bagi para pria untuk mencari nafkah sebagai bukti tanggung jawab dan rasa cinta mereka kepada orang-orang yang mereka cintai, untuk hidup yang lebih baik bagi anak-anak mereka, untuk setiap kebahagiaan yang ingin mereka bagi dengan keluarga, tapi tak bisa dipungkiri lelah yang menggantung di kantung mata mereka dan cahaya dimata mereka selalu berhasil membuat gw memaki diri sendiri yang sering lupa bersyukur.
Atau saat kemarin gw ke Salatiga lewat daerah Bawen yang notabene adalah daerah industri, para pekerja baru aja bubar, gw melihat satpam yang masih muda dan terlebih karena yang gw lewati industri garmen yang lebih banyak pekerja wanitanya, gw terperangah dan bener-bener speechless, dari fisik dan raut wajah rata-rata usia mereka paling 19 tahunan bahkan mungkin ada yang seusia gw *17 tahun 9 bulan*, gw yang ngerasa semenjak ngekos kekurangan gizi padahal kenyataannya naik sampai empat kg kalau berdiri bersampingan dengan mereka, gw pasti paling gemuk. Dengan tubuh yang lelah dan raut wajah letih, mereka pulang untuk beristirahat dan kembali bekerja esok harinya, hari itu gw benar-benar ingin belajar serius untuk masa depan gw. 
Ya Tuhan, lapangkanlah dada mereka, mudahkanlah rezekiMu, tuntunlah mereka selalu pada jalanMu dan ingatkan saya untuk selalu bersyukur kepadaMu, amien.
xxxChuu original by ra~ccon

Selasa, 10 Mei 2011

Personality Plus : Melankolis & Koleris

18.13 Posted by Tiara Putri , 13 comments
Yap ... mari melanjutkan bedah buku Personality Plus karya Florence Littauer. Buku ini biasanya sepaket dengan dua buku lainnya, biasanya kalau kita tanya, "Ada buku merah, kuning dan ijo?", penjualnya (biasanya) tahu kalau kita merujuk pada buku ini yang biasanya sampulnya warna kuning, buku hijau karya Dale Carnagie, Bagaimana Mencari Kawan & Mempengaruhi Orang Lain dan buku merah yang judulnya Berpikir & Berjiwa Besar karya David J. Schwartz, ketiga-tiganya bagus deh. Nah kemarin kan tentang Sanguinis Populer dan Plegmatis Damai, kali ini adalah, taraa, check it out :
3. Melankolis Yang Sempurna
Temen-temen gw banyak banget yang memiliki sifat ini dan gw nganggep sifat ini keren deh, pengen gitu gw bersifat kayak gini. Secara singkat, melankolis itu penuh pikiran, setia dan tekun. Ia juga seorang pemikir yang serius bin analitis dan biasanya agak pendiam, hanya berbicara yang penting-penting ajah, doi juga suka sama daftar, diagram, grafik dan bagan, deuh matematika banget deh. Melankolis ini sensitif baik pada diri sendiri maupun pada orang lain, jadi melankolis akan menjadi orang pertama yang dihampiri untuk diajak curhat karena ia pendengar sekaligus pemberi saran yang baik. Ia ini punya standar yang tinggi dan perfeksionis sehingga hidupnya teratur dan rapi. Bahkan menurut Aristoteles, semua orang jenius punya watak melankolis, ckckck keren kan, nih yang lebih bikin keren melankolis itu merinci, tertib, terorganisir jadi intinya orang melankolis yang sempurna adalah orang-orang yang idealis, serba teratur dan punya tujuan. Berlawanan dengan sanguine yang pelupa, melankolis karena teratur, ingatannya kuat dan bahkan gw belajar menulis memo kegiatan dalam satu hari dari seorang teman yang melankolis, rinci deh habis dari kampus dia akan melakukan apa, kapan dan dimana, keren.
Nah tapi katanya orang melankolis itu agak menghabiskan banyak waktu untuk merencanakan sesuatu dan karena ia memiliki standar yang tinggi maka ia juga menetapkan standar itu untuk orang lain, terus kalau mau memutuskan sesuatu mikirnya lama banget dan kalau lagi sedih berasaa yang paling sedih deh sedunia agak susah untuk bangkit dan mendapatkan semangatnya kembali. Nah gw punya teman yang melankolis yang sering banget gw godain, suatu hari gw goda dia karena lagi dekat sama laki-laki, eh dia ngambek, gw sih cuek gg ngerasa bersalah gitu, eh malemnya teman yang lain berkata, "Eh, Ti si X tuh nangis di kosan gara-gara kamu!", gw malah ketawa, godaannya lima menit nangisnya seharian hhohho.
4. Koleris Yang Kuat
Ini adalah sifat para pemimpin. Koleris itu suka petualangan, persuasif dan percaya diri tinggi. Nah para koleris seolah dilahirkan untuk menjadi pemimpin dan dalam masa-masa kritis orang koleris mengambil alih kendali dan memutar keadaan, biasanya semenjak kecil koleris sudah menampakan sifatnya, contohnya nih kalau anak kecil yang mau sesuatu terus dia cemberut, nangis dan menggunakan berbagai cara sampai akhirnya orangtua yang harus mengalah, itu bibit koleris hhohho. Ia juga berkemauan kuat, tegas dan bisa menjalankan apa saja yang biasanya selalu benar, bahkan mungkin tingkat perfeksionisnya lebih tinggi dari melankolis, sehingga dibandingkan dengan sifat yang lain, koleris biasanya lebih cepat dalam mencapai sesuatu. Koleris berkembang karena tantangan, ia menyukai melakukan sesuatu yang melawan arus.
Tapi karena sifat koleris yang pekerja keras, koleris kayaknya rentan terkena penyakit deh, jadi santai dong santai, rileks sebentar pun Belanda belum pindah, rencanakan waktu untuk berlibur. Sayangnya lagi karena tingkat perfeksionis yang tinggi, koleris sering memandang dirinya paling benar dan yang lain salah, di satu sisi ia bisa menjadi pemimpin yang baik di lain sisi ia bisa menjadi otoriter. Nah kalau sanguinis populer mempesona orang lain untuk melayani mereka, koleris yang kuat punya kemampuan manipulasi untuk memaksa orang lain bergerak sesuai kehendak mereka tanpa mereka sadari. Koleris ini agak kaku sehingga kurang tahu bagaimana caranya menangani orang lain, koleris harus banyak belajar untuk bersabar dan meminta maaf.

Yang Ijo Punya Gw
Well, jadi kesimpulannya secara umum kepribadian manusia terbagi menjadi empat, Sanguinis Populer, Melankolis Sempurna, Koleris Kuat dan Plegmatis Damai. Ternyata emang musti dibahas satu persatu karena setelah gw baca postingan yang sebelumnya banyak aja yang pengen gw tambahin, kalau mau tahu apa persisnya sifat kita, dihalaman awal buku ini disediakan tes untuk mengetahui siapakah kita, mana dua sifat yang paling menonjol. Dibuku ini juga dibahas kelebihan, kelemahan, cara menyiasati kelemahan dan bagaimana menghadapi sifat-sifat tersebut di orang lain. Disini juga diterangkan bagaimana emosi tiap sifat, lalu sebagai orangtua, di pekerjaan dan sebagai teman. Penggambaran setiap sifat juga disertai pengalaman nyata penulisnya jadi terkadang pas baca suka ketawa sendiri, "Ih gw banget nih!" begitu hhohho.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "Mari terorganisir bersama melankolis yang sempurna dan maju bersama koleris yang kuat". Personality Plus

Senin, 09 Mei 2011

Personality Plus : Sanguine & Pleghmatis

22.38 Posted by Tiara Putri , 13 comments
Tiba-tiba karena lapar gw sedang ingin serius *gg nyambung sumpah*. Tiba-tiba juga gw pengen bahas tentang buku Personality Plus karya Florence Littauer, sebuah buku jadul yang pertama kali diterbitkan di Indonesia pada tahun 1996 dan (katanya) yang terbaru sudah direvisi, jadi kali ini bukan fiksi. Buku ini secara umum membahas tentang pembagian kepribadian manusia, secara umum loh, soalnya temen gw pernah menanyakan perihal ini kepada seorang dosen psikologi kalau sifat manusia itu kompleks dan akan terus berubah sampai usia 30 tahun, nah baru setelah itu sifatnya akan mendarah daging deh (pokoknya intinya seperti itulah). Harga buku ini 45.000 kalau yang asli, tapi ada yang bajakan cuma 15.000, beli yang bajakan aja. Lalu bagaimana pembagian sifat tersebut ?, check this out :
1. Sanguinis Populer
kata temen-temen yang udah baca buku ini, mereka sepakat gw adalah seorang Sanguinis. Secara singkat sanguinis itu spontan, lincah dan periang. Si penghidup pesta yang senang berbicara dan kalau cerita pasti heboh padahal sih sebenarnya ceritanya biasa aja bahkan selalu ada kecenderungan untuk melebih-lebihkan. Sanguine cenderung look forward, agak cuek dan pelupaaa, aduh parah nih, salah satu alasan semua teman sepakat gw adalah seorang Sanguine adalah karena gw selalu lupa dimana parkir motor sehingga yang nebeng sama gw musti inget-inget tadi parkir dimana. Sanguine itu seorang yang kreatif tapi ia butuh seorang dengan beda sifat sebagai tali kekang karena terkadang banyak ide di kepala dan saking banyaknya akhirnya gg ada yang jadi deh dan kalaupun jadi harus ada yang mengkontrol karena nanti gg terarah. Sanguine ini biasanya mudah bergaul dan senang akan sentuhan fisik dan it's true, gw seneng banget meluk, cium dan elus-elus temen cewek gw. Kami para sanguine antusias dan ekspresif dalam mengungkapkan perasaan, juga kalau menggunakan istilah gw, berpikir menggunakan tulang belakang, artinya gerak refleks yang penting gerak dulu pikir belakangan yang kadang jadi bumerang juga. Jiwa anak-anaknya juga kuat, senang akan warna-warna cerah, senang berlari dan melompat karena itu kita sering disebut gg pernah kehabisan energi, selain itu rasa ingin tahunya juga tinggi, mengutip kata Jostein Gaarder, anak-anak adalah para filosof sejati *gg nyambung kutipannya*. Biasanya sanguine menggunakan cara yang unik untuk mengingat sesuatu karena ya kita itu pelupa, gw sambil lalu selalu berkata, "Eh, kita pernah ketemu orang ini disini!" atau "Eh, dia yang waktu itu tampil loh" tapi gw gg inget namanya. Karena senang berbicara, sanguine agak susah mengontrol diri untuk berhenti dan mendengarkan orang lain, kita juga agak suka menyela dan menjawab pertanyaan yang diajukan kepada orang lain, juga agak cenderung mementingkan diri sendiri, ini buktinya gw tulis tentang sifat utama gw panjang, hhohho salahkan sifat sanguine gw yang gg bisa mengontrol panjangnya sebuah tulisan saat gw sudah memulai untuk curhat *alasan*.
2. Plegmatis Yang Damai
hhohho ... jadi dibuku ini disediakan tes kecil dimana kita bisa menentukan sifat yang menonjol dalam diri kita, nah hampir 60% gw adalah Sanguine dan 20% Plegmatis. Plegmatis itu ramah, sabar dan puas. Dalam bayangan gw seorang plegmatis matanya kayak yang ngantuk mungkin ya hhohho. Tapi karena ia seorang yang sabar dan rendah hati, enak diajak curhat, pendengar yang baik juga. Ia juga cenderung menghindari konflik pokoknya "Peace ma' Men!". Sebenarnya gw gg begitu kenal dengan kepribadian ini, karena pribadi ini kadang seolah tidak ada, seperti orang malas dan gg bergairah yang bagi gw membosankan banget hhohho.
Sebenarnya ada dua lagi, tapi gw bagi jadi dua bagian aja deh, yang dua itu gw lebih kenal dibanding plegmatis, kali ini ditahan-tahan biar gg BAB spoiler hhohho. Kenapa kita harus mengenal pribadi kita ?, hal tersebut untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan serta memudahkan dalam bergaul dengan orang lain. Sifat-sifat tersebut bukan untuk menjadi patokan, hanya sebuah referensi ilmu sosial yang gg bisa ditebak karena objeknya adalah manusia .... to be continued.
xxxChuu original by ra~ccon. 

Today's Quote : "Oh, betapa dunia ini butuh Sanguinis Populer untuk bersenang-senang dan Plegmatis yang damai untuk rileks." Personality Plus

Minggu, 08 Mei 2011

Heroes of The Valley

13.34 Posted by Tiara Putri 11 comments
Salah satu buku yang bikin gw penasaran untuk membeli karena ketenarannya adalah Bartimaeus Trilogy karya Jonathan Stroud yang setelah selesai melahap ketiga buku tersebut, gg nyesel deh kenal sama Bartimaeus, si jin usil bin narsis yang kalau komentar bikin sakit perut. Nah kemaren Bang Asop kasih tahu kalau Heroes Of The Valley ternyata udah diterbitin sama Gramedia, wah agak shocked juga karena gw mengira The Ring of Solomon, prekuel dari Bartimaeus yang akan diterbitkan terlebih dahulu.
Nah, tanggal tiga kemaren habis liat plakat untuk acara kemarin lusa gw maen tuh ke Toga Mas, iseng-iseng ngeliat udah tiba belum tuh buku, iseng doang karena emang belum niat beli soalnya mau ke Yogya dulu hhohho. Karena niatnya iseng dan cuma nengok sebentar, gw sampe masih pake helm, terus muter-muter sebentar, dalam hati agak bersyukur itu buku belum nyampe Semarang, eh tiba-tiba gw ditanya, "Ada yang bisa saya bantu mbak?" dan gw balik tanya, "Emm, ada Heroes of The Valley?", si mbaknya maju selangkah dan mengangkat sebuah buku, Celana Merlin, segede gitu gg keliatan, padahal gw udah lewatin meja display itu sampai dua kali karena sampul yang terbayang dibenak gw sampul yang versi asli dan gw kira buku itu awalnya tentang komunis atau garis kiri hhohho. Eh pas liat harganya, Rambut Kutuan diskonnya 20% dan akhirnya beli saat itu juga hhohho. let's check it out this one.
Kisah dimulai dengan cerita tentang para pendiri klan yang bersatu dan bertempur melawan Trow. ada 12 pendiri klan yang bertempur mati-matian, salah satunya adalah Svein. Kisah-kisah tentang kepahlawanan Svein menginspirasi Halli Sveinsson, seorang keturunan langsung dari Svein, anak dari Arnkel dan Astrid, penguasa dan penegak hukum klan Svein. Halli memiliki badan yang pendek dan kaki yang bengkok, berbeda dengan orang-orang disekitarnya, selain itu sifatnya juga badung ampun-ampunan karena dia kecewa dengan keadaan klan yang berbeda dengan pada masa Svein masih hidup. Suatu hari saat ada pertemuan yang akan diadakan di wilayah klan-nya, Halli yang sedang dihukum berkenalan dengan Aud Arnesson dan menjaili Ragnar Hakonsson, tanpa ia duga peristiwa tersebut menjadi awal mula dari peristiwa yang mengubah hidupnya dari pembunuhan pamannya, Brodir, pembalasan dendam dan kenyataan tentang cerita-cerita kepahlawanan
My Comment : novel ini keren sekali, two thumbs up. novel ini membuktikan kalau Om Stroud adalah penulis yang berbakat karena ia menyuguhkan cerita yang berbeda dan tidak terbayang-bayangi oleh Bartimaeus. Membaca buku ini seperti mendengar langsung Katla, pengasuh Halli bercerita, meskipun pace-nya cukup lambat, tidak membuat membacanya bosan, gw bacanya lama karena teralihkan oleh kesibukan persiapan kunjungan dan kecapean.
Klimaks dan antiklimaks yang bertebaran juga digambarkan dengan baik, gw sering berhenti membaca karena takut dengan nasib Halli yang sering diujung tanduk. Humor-humor yang bertebaran di banyak adegan lucu deh, tidak terkesan dipaksakan, si Om emang pinter ngelucu.
Di awal cerita, gw sempat membayangkan tokoh-tokohnya berperawakan seperti Viking atau enggak yah seperti di film How to Train Your Dragon tapi ternyata salah hhehhe membaca lebih lanjut si Om baik secara langsung maupun tidak langsung menggambarkan fisik masing-masing klan. Meskipun banyak tokoh selingan yang diceritakan, penggambaran masing-masing tokoh tidak terkesan menggantung. Awalnya juga gw mengira setting tempat-nya di Islandia, karena seperti yang sudah sering gw jelaskan, -sson adalah marga yang umum ditemukan di Islandia, Halli Sveinsson berarti Halli, anak laki-laki dari Svein, seharusnya sih yang benar jadi Halli Arnkelsson, mungkin untuk mempertegas status bangsawan Halli kali ya. Inti pesan moral  dari kisah ini adalah dalam setiap mitos selalu ada setitik kebenaran.
Sayangnya klimaks di akhir agak aneh gitu deh ditambah akhir dari kisah ini menurut gw agak menggantung sehingga masih terbuka untuk dilanjutkan, dilanjutkan gg ya ?, at all this book is a Must Read.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "... Ya, kakimu memang pendek, tapi kau masih memilikinya. Terimalah keadaan dengan tabah dan tidak lama lagi segalanya akan baik-baik saja." Katla

Jumat, 06 Mei 2011

Cokelat Monggo, Belgian Chocolatier di Yogyakarta

20.38 Posted by Tiara Putri , , 23 comments
Beberapa hari kebelakang saat internet sedang mati, untungnya gw sibuk mempersiapkan acara kunjungan untuk mata kuliah kebijakan publik ke BKN Regional 1 wilayah Jateng dan DIY di Yogyakarta. well, mungkin kata yang lebih tepat bukan kunjungan sih tapi ya maen ke Malioboro hhohho.
Tapi gw sih gg ke Malioboro soalnya udah ngidam dan bertekad untuk ke Coklat Monggo di Kota Gede setelah baca artikelnya disini. Akhirnya kemaren setelah dari BKN dan makan siang, saat semuanya menyebar di Malioboro, gw meracuni beberapa teman untuk ikut ke Kota Gede dan akhirnya bersama Syifa, Ayu, Isna dan Zizah berangkatlah kita menggunakan Trans Yogyakarta. Kita naik dari shelter di Malioboro dan kalau kata temen gw berhenti di Tegal Gendu. Naik Trans Yogyakarta enak ternyata, karena murah dan nyaman, petugasnya juga ramah-ramah, cuma dengan tiga ribu bisa keliling Yogya, gw juga sempet ngelewatin Beverly Hills yang gw baca ceritanya disini.
Karena gw yang mengusulkan maka secara otomatis gw pasti jadi pemandu jalan dan seperti biasa kalau gw didaulat untuk menjadi penunjuk jalan pasti ngawur karena sebenernya gw tuh gg tau jalan cuma sok-sokan aja, karena gw punya prinsip punya mulut ya tanya dan dari pengalaman, orang Yogya itu ramah-ramah, kalau nanya arah pasti dikasih tau dengan baik. Akhirnya sepanjang perjalanan gw mengganggu mas-mas yang jaga pintu Trans-nya dengan pertanyaan, "Mas udah nyampe Tegal Gendu?" atau "Mas udah waktunya turun?" dan si Masnya dengan sabar menjawab "Belum, mbak!nanti saya kasih tau!" sambil tersenyum hhahhai cintalah sama mas-nya.
Di halte, di becak, dan di Coklat Monggo
Nah dari Tegal Gendu, katanya sih gg ada transportasi jadi kita naik becak tuh, dan kita secara aklamasi mendaulat Isna sebagai translator penawar harga, secara dia satu-satunya yang bisa bahasa Jawa, lucunya si abang becaknya menawarkan 20 ribu pulang pergi, dari halte ke Monggo dan sebaliknya, eeh kita nawar satu orang lima ribu aja deh, eeh ternyata pas kita sadar harga PPnya malah jadi 30 ribu satu becak, jadi lebih mahal hahahaha maksud mau untung malah buntung deh.
Akhirnya tiba juga deh di Coklat Monggo itu, tempatnya emang agak terpencil, kayak ditengah perkampungan gitu deh dan tempatnya juga gg begitu jauh dari makam-makam Raja Mataram. Pertama lihat toko coklat Monggo langsung ada perasaan hangat karena emang bentuknya lebih ke rumah daripada toko jadi inget toko-toko roti di film-film Barat, ditambah menurut gw pemilihan lampu dan tata barangnya memberikan kesan sederhana yang eksklusif.
price list and my choco
Wah kedatangan kita bikin heboh deh, udah puas foto-foto langsung deh membuat bingung mbak-mbak yang jaga kasirnya yang untungnya udah cantik sabar banget lagi ngadepin kita yang gg tau malu ngabisin tester dan pinjem kalkulator untuk menghitung harga karena kalau beli 50 ribu dapet gratis coklat yang edisi valentine gitu deh.
Udah puas foto-foto dan belanja pulang deh kita ke Malioboro, pas pulang gw dapet giliran duduk dipangku di becak, aduh malu gitu deh, cantik-cantik gg kasihan ama abang becaknya ampe naik bertiga hhohho maklum pengiritan juga. Eh ternyata perjalanan ke Malioboro gg semulus pas pergi, ban Trans-nya bocor jadi musti pindah armada, eh armada yang ditunggu gg muncul mana kebelet buang air kecil, akhirnya petugas Trans-nya nyaranin naik armada beda nomer yang gg langsung ke Malioboro sehingga jam 18.30 yang harusnya bis udah pulang ke Semarang eeh masih nunggu kita-kita yang gg tau nasib padahal yang bikin peraturan jam 16.30 itu gw hhohho dan sebagai konsekuensi keterlambatan kita berlima bayar denda deh.
Hohoho padahal itu plastik isinya sertifikat sama oleh-oleh punya dosen
eh pas nyampe di bis, temen gw bilang gini, "Yah Tir di Malioboro juga banyak kali Coklat Monggo-nya!", eitss beda dong rasanya dengan perjuangan naik becak bertiga, datang langsung ke pabriknya, nunggu Trans sambil kebelet pengen ke wc dan bayar denda karena terlambat hhohho.
xxxChuu original by ra~ccon.

Today's Quote : "80g of Hedonism." Monggo Dark Chocolate 69% Cocoa.

Senin, 02 Mei 2011

Hotspot vs Modem, Which One Leppy ?

20.36 Posted by Tiara Putri , , 10 comments
Great ... tiga hari kebelakang ini dan entah sampai kapan, gw putus hubungan dari dunia *eaaa*, hotspot kosan gw mati yang gw kira awalnya emang si Leppy butut sedang bandel ternyata setelah dikonfirmasi ada yang mencuri, nah tapi karena si masnya menjelaskan dalam bahasa jawa yang gw tangkep cuma kata-kata "nyolong" doang hhohho, entah apa yang dicuri, mungkin datanya *emang kos gw nyimpen data penting yah, gg mungkin deh* atau juga mungkin pemancar sinyalnya huduh jaman sekarang sendal jepit buat ke wc pun dicuri ckckc.
Jadi kepikiran untuk beli modem gitu deh, soalnya kalau begini repot level dewa, apalagi beberapa hari ini gw yang remaja abad ke-21 ini harus mengirim e-mail kemana-mana, ke warnet mahal ditambah berasa gg aman akhirnya nebeng deh kekos temen hhohho *intinya emang ngirit hhohho*.
Tapi gw udah kebiasaan pake wi-fi, soalnya internet dirumah juga menggunakan sistem wi-fi yang unlimited 24 jam sehari, tujuh hari seminggu bebas mau sampe keracunanpun bayarnya cuma seratus ribu doang, speed-nya lumayanlah 54 Mbps. Jadi dikomplek gw itu ada yang mancarin sinyal internet yang ditangkap pake parabola disetiap rumah *legal kok legal* dan dirumah gw nangkep sinyalnya pake parabola wajan alias wajan bolic  *Pajan* loh, ayah yang bikin, lucunya gw baru tahu kemarin-kemarin kalau si Pajan ini nongkrong sebelah antena, gw kira rakitan ayah gw gg berhasil hhohho.
Awalnya gw pake paket internet yang bernama "kecepatan" alias spe*dy, nah ramadhan beberapa tahun lalu si cepat ini ngadain promo gratis internet dari jam 20.00 - 06.00 wah kegirangan deh gw dan Syifa. eh tau-taunya tagihan internet bengkak sampai ke angka jutaan, ngokk gw dan Syifa nyari alasan keluar rumah deh hari itu hhohho. Ternyata setelah dikonfirmasi, internet gratisnya mulai dari jam 20.30 dan kita udah mulai dari jam 19.00. Akhirnya pindah deh pake wi-fi itu meskipun speed-nya berkurang setengah.
Nah ... kayaknya gw harus melihat kebaikan dan keburukan dari menggunakan sistem wi-fi di kos dan membeli modem. Kalau beli modem :
  1. Yah ... ngeluarin uang lagi deh, musti beli yang kecepatan dan sinyalnya terpercaya, ada harga ada kualitas
  2. Enak sih bisa dimana aja *eh gg ding si Leppy butut kan gg ada baterainya*
  3. Mahal sih dibandingkan kalau langganan hotspot
Hmm ... sekarang kalau gw nerusin langganan hotspot di kos :
  1. Murah, speed-nya lumayanlah
  2. Nyalanya cuma dari jam 08.30 pm - 01.00 am
  3. kalau lagi bandelnya ituloh packet data sent sama receive gg bisa di-repair musti ke mas-nya, kalau tiap hari capek juga.
Wah persaingannya kuat nih, tiga vs tiga, bikin bingung mungkin jalan tengah dari dua pilihan diatas adalah lebih baik gw ngehotspot dikampus aja yang gratisan dan speed rate-nya bikin temen-temen gw betah nongkrong ngedownload film atau drama Korea dan Jepang hhahhahha penyalahgunaan fasilitas tuh Pak Rektor, saya mah gg pernah tapi ikutan liat filmnya sering hhohhohho.
xxxChuu original by ra~ccon.