Whoever me, Whatever me, and Whenever me. I'm the only one and just one of "me".

Rabu, 16 Juni 2010

It's a Tiny Part of Love

20.17 Posted by Tiara Putri , No comments
kali ini gw pengen sedikit ber-melankolis ria, why ??, soalnya kemaren malem gw baca manga yang berkisah tentang cinta, judulnya Moe Kare, yah well banyak sih manga yang bercerita tentang cinta, tapi tema utama manga yang satu ini adalah "ApaItu Cinta".
*Spoiler Alert* disitu seorang cewek harus memilih 2 orang ganteng *bah Rambut Kutuan biasa banget* yang mencintainya. yang satu, si cowok T memastikan bahwa hanya ia yang bisa membuat si cewek bahagia dan yang satu, si cowok A, memastikan akan melakukan apapun agar si cewek bahagia walaupun itu berarti mengabaikan kebahagiannya. yah udah bisa ditebak gimana akhirnya, si cewek menyadari bagaimanapun cintanya pada si cowok T yang merupakan cinta pertamanya, tapi ia sadar bahwa cinta itu adalah kebahagiaan tanpa membuat yang dicintai tersiksa, yah meskipun pada kenyataannya banyak orang yang rela tersiksa demi cinta, so cinta itu gg bisa dimengerti, apalagi sama gw yang bisa berteori panjang lebar dengan sedikit pengalaman cinta tak harus memiliki *beuh emang Janggot Merlin* . dan lebih intinya baca saja sendiri manga-nya supaya tahu maksud gw hhohho Celana Merlin kan gw^^.
disitu ada sebuah makna, untuk mengetahui siapa yang lebih mencintaimu, lihat siapa yang menemanimu saat kau berada di sisi gelap dan sedihmu, karena cinta itu ingin membuat orang yang dicintai bergembira.
To love someone, is to wish for that person's happiness wholeheartedly
oh ... ya bicara tentang cinta, gw jadi inget sebuah puisi yang gw baca di novel Ketika Cinta Bertasbih dan gw suka puisi itu, check it out :
Mmm ... cinta!menurutku :
Sekalipun cinta telah kuuraikan & kujelaskan panjang lebar
Namun jika cinta kudatangi, aku jadi malu pada keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang
Namun tanpa lidah,
Cinta ternyata lebih terang.
Sementara pena begitu begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta & percintaan.
*Petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamsi Tabria. Diterjemahkan oleh Abdul Hadi W. M.
xxxChuu original by ra~ccon.

0 komentar:

Poskan Komentar

Hoya ^^ terima kasih telah berkunjung.
Kurang berkenan ? silahkan berkritik.
Kurang greget ? saran akan selalu diterima :)
Komentar yang masuk saya moderasi, jadi tidak langsung muncul di kotak komentar :)