Blogger Template by Blogcrowds and Blogger Styles

.

Cerita Mistis, Sebuah Stereotipe Masyarakat

Ahahahaha judulnya ambigu gitu ya, lagi enggak ada judul yang lewat. Nah pada tahu PPT ? ituloh sinetron Para Pencari Tuhan yang diputer pas sahur dan diulang ba'da magrib, salah satu sinetron bermutu diantara stereotip sinetron Indonesia dan udah sampe jilid lima, gg melulu ngomongin agama tapi juga fenomena yang terjadi di masyarakat.

Beberapa hari yang lalu ada episode yang menurut gw bener-bener menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia banget, yakni tentang klenikisme -alaah itu istilah buatan gw hhehhe- maksudnya kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap hal-hal yang berbau mistis. Jadi singkat ceritanya begini ada sekelompok orang yang hendak memanfaatkan sifat masyarakat yang gampang digiring menuju hal-hal mistis untuk keuntungan kelompok, mereka bikin kayak kembang api gitu dilemparin ke kuburan, anggota kelompok lainnya menggiring pemikiran masyarakat dengan mengatakan cahaya terang tadi adalah meteor dan tempat jatuhnya itu menandakan bahwa si almarhum adalah orang suci, lucunya pas mereka nyamperin itu kuburan terus ada satu orang yang bilang ada wangi yang tercium dari kuburan serempak semua orang yang datang mengiyakan bahwa mereka mencium wangi dari kuburan.

Orang Indonesia masih banyak banget yang percaya akan hal-hal yang berbau mistis, ups tolong garis bawahi ya, gw juga percaya yang namanya hal gaib itu, sesuatu diluar pemahaman akal, yang gw maksudkan disini adalah cara masyarakat kita mengaitkan suatu fenomena dan kecenderungan seperti menyekutukan Tuhan. Contohnya kisah Ponari and The Sorcerer's Stone alias Ponari dan Batu Bertuah, gw gg tau gimana awalnya, yang gw tau cuma dia menemukan sebuah batu yang ternyata dapat menyembuhkan penyakit, mulai deh kebanjiran order, mungkin karena murah juga makanya masyarakat berbondong-bondong mendatanginya, bahkan air selokan depan rumahnya pun dianggap mujarab, mulai deh gg masuk akal dan melupakan fakta bahwa kesembuhan itu datangnya dari Tuhan, Ponari -kalau memang bisa menyembuhkan bukan sekedar sugesti positif pasiennya- hanya sebagai perantaranya aja. Waktu gw kelas dua SMA, kita pinjem gamelan dan diruang dimana gamelan disimpan ada sesajennya gitu, bunga-bungaan sampe serabi.

Contoh lainnya adalah kata orang tua dulu, meskipun kalau dipikir pake akal sehat, kata orangtua dulu bisa sih dicerna, misalnya jangan duduk didepan pintu nanti susah jodoh, ya emang ngehalangin jalan kan, orang susah lewat apalagi si calon jodoh hhohho. Terus jangan duduk dimeja nanti banyak hutang, ya masa duduk di meja gg etis juga kan, eh bentar-bentar ini masih nyambung ke topik utama gg ya hhehhe sambungin aja deh hhohho.

Ada contoh lain ? Masih banyak lagi contohnya, mungkin contoh-contoh tersebut berkeliaran dikehidupan sehari-hari kita. Hal ini kurang lebih bisa menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia lebih cenderung berpikir mistis terlebih dahulu dibanding berpikir ilmiah, meskipun dua hal tersebut gg bisa dibandingkan sih dan memang ada hal-hal yang tidak ilmiah. Di episode selanjutnya juga digambarkan bahwa masyarakat kita dengan mudahnya digiring ke arah pemikiran menjurus syirik itu sendiri, pengaruh nenek moyang yang menganut animisme dan dinamisme masih begitu kental tertinggal ya. Padahal kita hanya boleh bersandar dan memohon pada Tuhan Yang Maha Esa. Well, mungkin pemikiran gw masih rancu binti ambigu, membingungkan dan kurang ilmu, kesalahan milik gw dan kebenaran datang dariNya.
xxxChuu original by ra~ccon.

67 komentar:

ini kearifan lokal :D memang budaya xixixi

15 Agustus 2011 17.03  

SOalnya kebudayaan kita masih kuat dipengaruhi budaya Hindu yang penuh mistis [dewa, seremonial dengan sajen, dll]
Misalnya, Islam gak mengenal tahlilan. Itu salah satu asimilasi budaya Hindu-Islam.
Tapi semoga kita sebagai masyarakat yang semakin moderen bisa menyikapi itu semua dengan bijak..

15 Agustus 2011 17.25  

hmm, tapi aku setuju sih..
emank orang Indonesia kebanyakan itu masih percaya mistis..
mungkin karena dari dulu udah ada dan sekrang jadi orang pada ikutan..atau kurang'a pemahaman orang2 tentang hal logis..hmmm..

heheh, yang penting jangan sampe ikutan musrik..

15 Agustus 2011 17.45  

wah itu sii indonesia bgt.. hehehe
percaya mitos + omongan orang

contoh kayak pengobatan diatas rel kereta aja tuh mba.. ga logis tapi byk yg mau melakukan, berbahaya padahal/// :(

hohoho

15 Agustus 2011 17.52  

hahahahaha setuju banget sama postingan ini. yaa bukannya gak percaya yaa. kitab suci pun menjelaskan keberadaan gaib. tapi yaa gak usah berlebihan lah yaa. apa apa mistis apa apa gaib apa apa makhluk lembut. hahahahaha :D

15 Agustus 2011 18.16  

karena masyarakat kita memang masih terpengaruh dengan budaya masyarakat dahulu sebelum munculnya teknologi..

15 Agustus 2011 18.35  

ada lagi satu mbak, yaitu : jangan duduk di bantal, nanti bisulan
kalo gak percaya coba aja mbak duduk di bantal, kalo bisulan berarti beneran :p
aku sendiri blm pernah nyoba

15 Agustus 2011 18.43  

@ kak Lavha : iya sih justru khas Indonesia banget ya :P

@ om Dokter : iya emang, semacam tujuh bulanan juga itu budaya hindu :O

@ kak Enny : iya jadinya kadang antara budaya mistis dengan agama kabur batasnya :(

@ nona Enno : iya nyebarnya cepet banget dari mulut ke mulut :D

@ mbak Pungky : iya emang, klo gg disambungin ke hal-hal mistis kurang klop kayaknya gitu :P

@ om Nurdien : salah satu warisan nenek moyang ya :)

@ rahad : ogaaah bisul di pantat :P kamu aja yang coba duluan :D

15 Agustus 2011 18.51  

ra, aku pernah baca juga loh kalo gasalah di majalah jaman SMA provoke namanya, yang bilang sebenernya.. sebelum masa penjajahan dari kaum atau bangsa barat.. cara pikir masyarakat indonesia itu rasional banget.. tapi karena kita dijajah lama sm mereka seakan.. mereka "mewarisi" budaya itu sama kita.

dan sialnya lagi, setelah kita ga di jajah mereka.. mereka yang jadi berpikir rasional dan cara mikir nya maju.. karena aspek sosial org2 barat itu berkembang pesat.

lalu tinggallah kita yang di 'oleh-oleh'-in cara pikir yg cenderung kearah mistis.

anw, aku juga suka loh nonton PPT.. menghibur haha

15 Agustus 2011 19.10  

iya juga sih...namanya juga kebudayaan..
dan rata2 di tiap daerah memang seperti itu.walaupun bahasanya beda tetap saja tujuannya sama.(ngomong apa nih gw)
kalau asal boleh usul gak usul gak boleh asal (korban tipi)

keep share ya :)

15 Agustus 2011 19.55  

gue lagi di tempat sepi nih, no komen dulu deh..takut kena santet :D

15 Agustus 2011 20.29  

oooh, episode yang itu ya.

masyarakat kita emang masih banyak yang percaya sama gituan ya.

15 Agustus 2011 20.36  

walo susah untuk jauh dari hal-hal yang demikian itu, namun dengan semakin berkembangnya pemikiran dan luasnya wawasan maka sudah banyak orang yang meninggalkan hal-hal yang demikian. Kita hormati yang percaya yang demikian

15 Agustus 2011 20.52  

lha itu dia...banyak keprecayaan dan tahyul yg malah bikin repot tuh.

15 Agustus 2011 21.37  

aha ... betul banget
orang tuaku juga masih kayak gitu terkadang
tapi ane tegur dan ane buat guyonan biasanya
trus beliau bilang, kalo itu kata orang dulu
trus aku jawab lagi, kalo itulah yang bikin negara ini ga berkembang kembang
beliau manggut2 cz beliau orang yang liberal :D
hehehe

15 Agustus 2011 21.47  

Menurut saya, masyarakat zaman dulu percaya akan mistis karena mereka, sebagaimana para manusia lainnya di zaman itu, melakukan sebuah Pencarian akan Tuhan: mencari 'Sesuatu' yang benar-benar jauh lebih kuat, dahsyat, dan bisa menjadi sandaran dan tempat mereka percaya. Mereka menemukannya dalam wujud kemistisan, dinamisme dan animisme, dan mereka pun menyembah kepada kemistisan tersebut.

Namun... Sekarang sebagian besar masyarakat percaya pada mistis karena mereka ikut-ikutan dan tak mau berpikir dengan cukup matang. Memang terserah mereka mau percaya pada apa, sih. Kita tak bisa mengganggu gugat kepercayaan seseorang. Namun setidaknya, kita bisa menjaga kepercayaan kita sendiri. Biarlah ini diambil sebagai pelajaran, untuk mengingatkan kita akan ragamnya warna kepercayaan di masyarakat yang (katanya) sudah modern ini, dan pentingnya menjaga keyakinan kita.

15 Agustus 2011 22.11  

Ahaaaaaaakkk.... saya berkunjung lagi sobat. nice posting.:-)

15 Agustus 2011 22.29  

eh, tapi kepercayaan mistis tsb jg termasuk bagian kebudayaan indonesia. malahan jd salah satu mata kuliah saya yaitu folklor.

16 Agustus 2011 00.13  

Pilm para pencari tuhan sangat digemari ama temen2ku yg ad disini, tiap malam nonton di youtube.

berbicara mistik ya itu yg menjadi tantangan buat kita yang sudah tau untuk tidak mempercayai hal2 mistik seperti itu karena takut terjerumus dalam kemusrikan.

Penyampaian orang tua sering tidak secara langsung.
misal klo ada hujan sebentar terus panas. klo dalam bahasa jawa udan ketek ngilo yang artinya hujan monyet bercermin dan saya artikan ya klo monyet ga mau bernarsis ria didepan cermin karena wajahnya, sama dengan udan ketek ngilo.

16 Agustus 2011 00.28  

iya saya juga percaya bahwa ada makhluk gaib yang tidak kasat mata di dunia ini, namun tentu saja saya tidak terlalu percaya dengan hal-hal berbau mistis yang tidak masuk akal.

16 Agustus 2011 01.08  

Betapa sulitnya menyembuhkan masyarakat dari 'klenikisme' itu ya... Mbah dukun dan 'orang pintar' masih saja menjadi favorit tuk dikunjungi bila ada masalah :(

16 Agustus 2011 02.05  

haha...emang ada2 aja tuh pak RT sama 2 pasukannya.
bener banget, masyarakat indonesia masih banyak bgt yg percaya yang begituan. kayak misalnya minta-minta/berdoa dikuburan orang alim-ulama dulu. apalagi mitos2 orang dulu..uh banyak bangeet

16 Agustus 2011 04.34  

jangan duduk didepan pintu nanti pamali, padahal sih nanti menghalangi jalan yang mau masuk ya :)

16 Agustus 2011 05.36  

ya memang bisa disebut warisan sih.. tapi warisan yang satu inilah yang (menurutku) tidak perlu dilestarikan, apalagi kita sebagai umat Islam.. Karena pasti akan menuju kesesatan..

16 Agustus 2011 07.29  

orang jawa kuno biasanya masih suka percaya berbau mistis
kadang bapakku soalnya gtu :D

16 Agustus 2011 09.37  

hehehe,,,itu gara² ada film "Mak Lampir" dan sejenisnya,,yang penting kita yang sadar jangan percaya sugesti itu Kak...

16 Agustus 2011 10.36  

kalo yg ponari itu sugesti aja kali...

16 Agustus 2011 10.40  

hiyaaaa
ngelihat posting sama komentar, semua positif semua
tentang itu penting kgk keluar jalur pro dokter gigi gaul
tentang cara pikir indonesia keknya berawal dari turun temurun orang tua yak, kan emang sugesti terbanyak yang menang
moga saja cepat dan gak lambat indonesia bisa berubah

16 Agustus 2011 11.06  

klu alasan saiia nyimpen sms.. tuk di jadikan alat barang bukti lu suatu saat org yang bersangkutan mengelak atau berbalik melawan kata2nya sendiri :p hehehe.. gpp kan?!?!

16 Agustus 2011 12.58  

Bener banget.. susah sekali menghilangkan "kepercayaan" ini..
Bahkan sebuah keluarga yang religius pun, tidak menjamin benar-benar bersih dari pengaruh mistis..

Ah, memang sulit jika merubah pola pikir masyarakat keseleruhan. tapi setidaknya kita bisa mulai merubah pola pikir kita sendiri :D

16 Agustus 2011 13.15  

Yaaa yaaaa...

orang indonesia gitu.
dari dulu juga gitu.

hihi

16 Agustus 2011 13.51  

ada contoh lain di tempatku, ayo buruan dateng...

16 Agustus 2011 14.31  

banyak banyak berbuat baik ke orang dan perbanyak ibadah aja..itu solusinya.. :)

16 Agustus 2011 15.24  

Iya ya, biasanya sih bener kata Ria klo orang jawa masih nganut kejawen jadi kadang masih percaya sama yg klenik gini hhe...

tapi klo aku dari pada suruh minum air Ponari Sweat mending aku minum Pocari Sweat hahaha... :)

16 Agustus 2011 15.43  

Setiap adat suatu daerah mempunyai kepercayaan masing2. Semoga saja itu masih sebatas wajar ya..tidak menjurus ke kemusrikan atau sirik..jangan sampai...

16 Agustus 2011 16.59  

ngomong2 masalah mistis di indonesia kita ini. itu susah di pisahkan ka. udah turuntemurun sesuatu yg misti di negra kita ini, tentang animisme atau dinamis me.

dan terkadang saya sering ilfil, kalau ada warga kita yg muslim menyangkut pautkan agama islam sama yg aneh2...

16 Agustus 2011 17.12  

salam sahabat
kalau dibaca secara teliti cerita mistis ini sangat menggambarkan suasana buadaya indonesia saat ini dan berusaha mencari jati diri dari kepercayaan yang diyakini tentunya
oot:23 dolar murah kok mbak sekitar 25 ribuan untuk masuk ke pattung Big Buddha

16 Agustus 2011 18.45  

emg klo ngomongin kepercayaan yg ad di masyarakat ga pernah ada habisnya...... udah tradisi, namun sekarang kita harus pinter2 menyaring semuanya.......

16 Agustus 2011 20.42  

No comment ttg mistis,gue orangnya penakut hiii

16 Agustus 2011 22.52  

hati-hati, klo percaya nanti bisa menjadi syirik loh...

16 Agustus 2011 23.16  

Itulah masyarakat Indonesia. Masih percaya sama yang begitu. Dan gue jadi serasa hidup di zaman Suzanna masih main film horror -__-

17 Agustus 2011 05.41  

orang indonesia emang kebanyakan gampang kepengaruh yaa . hufft ,
gampang percaya banget sama hal2 mistis , biasanya mengatas namakan nenek moyang gitu ._.v

17 Agustus 2011 09.54  

tapi ttg mitos, mistis, klenik, atau apalah... nggak cuma di Indonesia aja loh Tir...

contohnya... apa yah.. hmm....

ohya, kalau nonton Discovery Channel.. banyak tuh.. malah ada alat pendeteksi setan... hihihi...

17 Agustus 2011 14.11  

kalo sms dari org spesial, so pasti donk aku simpen, apalagi kalo smsnya mesra2an gitu, aku simpen ampe memori hp nya abis deh... hehe

17 Agustus 2011 16.07  

aku percaya hal ghaib kok, tapi yg masih dalam batas koridor agama :D

17 Agustus 2011 17.32  

mbak, kita udah merdeka (lagi) mbak! :D

17 Agustus 2011 23.12  

eh, gw blom komen ya disini.. aww..aww.. udah paling bontot aja nih, hahaha

biasanya sih cerita mistis gitu ada yang dibikin-bikin. Dan biasanya juga berhubungan sama kepercayaan dan norma di masyarakat. tujuannya sih biar nggak dilanggar..

cuman kalo ujungnya syirik yaaa itu yang dilarang sama Alloh kan

18 Agustus 2011 04.44  

secara nalar manusia di indonesia belum terdidik makanya masih berfikiran seperti itu

18 Agustus 2011 09.21  

Inilah uniknya Indonesia dan budaya ketimurannya :)

Sebelum agama-agama monoteistik masuk ke Indonesia *sekitar abad 15-16 yach*, agama Hindu-Buddha, serta kepercayaan lokal seperti Animisme Dinamisme, Parmalim di Sumatera Utara, Kejawen di Jawa Tengah, Kaharingan di Kalimantan Tengah, Pelebegu di Nias, Halaika di Timor, Marapu di Sumba, Aluk Todolo di Tana Toraja, Chaimbo di Papua, dan masih banyak lagi telah bertahan cukup lama dan diwariskan turun termurun di masyarakat kita.

agama monoteistik yang kita anut ini kan usianya 'baru' beberapa ratus tahun. Beda dengan kepercayaan lokal yang sudah ada seribu tahun bahkan lebih. Nggak heran donk banyak sekali hal-hal mistik yang masih dipercaya ada hingga saat ini.

Yah, emang sih, kalau mau digabungin antara logika dan mistik (atau KeTuhanan) kayaknya nggak akan pernah nyambung yah. Istilahnya, ada ritual Tari Bambu Gila di Maluku. Bambunya terasa berat dan tidak bisa dikendalikan. bagaimana ini bisa dijelaskan oleh logika? :D

DI Muslim sendiri juga, ada istilah tahlilan yang konon katanya tidak ada di Arab sana. Ya, ini bentuk asimilasi orang Indonesia terhadap agama yang dianut dan kepercayaan lokal yang telah ada turun temurun.

Di Nias, diorama penyaliban Yesus menggunakan tentara yang berpakaian a la Nias, bukan tentara Romawi yang selama ini kita kenal.

Hindu di Bali, jelas berbeda dengan Hindu di negara asalnya, India. Hindu Jawa-Bali telah berkembang pesat dan melahirkan kultur tersendiri yang berbeda dengan Hindu pada masa kelahirannya.

Atraksi Debus di Banten dan Tatung di Singkawang jelas telah keluar dari ruang nalar logika kita. Ya ngga?

Belum lagi cerita-cerita mengenai hantu-hantuan seperti Pocong, Kuntilanak dan Genderuwo.Ini adalah hantu kultur masyarakat Jawa. Di pulau lain, lelembut yang hadir di masyarakat bukan yang seperti ini. Masyarakat Merauke mengenal Trenggale, Leak di Bali, Bunian di Sumatera Barat, Palasit di daerah Banjar, Kamaaten di masyarakat Maanyan, Angga di Poso, dan lain-lain.

Selama Indonesia masih berdiri, nampaknya ritual kepercayaan seperti ini akan terus ada. Inilah uniknya Indonesia. Duh, jadi makain cinta sama Indonesia. Hehehehe

kepercayaan ini tidak akan merugikan sich selama orang-orang masih berpikir secara wajar dan rasional. Jujur saja, kepercayaan yang tidak rasional namun efeknya bagus pun masih tetap ada di masyarakat. Namun, untuk hal-hal yang tidak rasional dan merugikan, ada baiknya dipertimbangkan ulang untuk tetap dilakukan. Manusia semakin modern harusnya dibekali dengan akal, budi dan pikiran yang lebih baik bukan? :)

18 Agustus 2011 10.37  

Mistis itu permainan syetan beneran dan syetan manusia, jadi ya klop.

18 Agustus 2011 11.52  

Itu salah satu sinetron favorite gue, PPT, tapi tetap gak bisa nonton yg pas sahur, yg pas buka puasa doang huhu

18 Agustus 2011 17.46  

ya itu lah orang indonesia ,banyak yg percaya hal gaib . tapi salah nya mereka jadi terlalu percaya sama hal2 itu .

18 Agustus 2011 21.53  

Haha, suka gue nonton tuh sinetron, ngakak liat aki2 jahilnya,. :D
Episode itu juga gue liat, yang katanya meteor jatuh di kuburan.. emang mayarakat kita masih percaya mistis, padahal sakit demam dibilang dimasukin setan,, itulah kenapa shalat itu kewajiban umat islam.. :)

19 Agustus 2011 00.52  

Hmm.. Masyarakat Indonesia seperti dibayangi masa lalu Tir. Masih banyak klenik gitu. Akhirnya malah jadi musyrik. Bahkan banyak banget ajaran Islam yang ada klenik gitu. Padahal gak diajarin Nabi Muhammad SAW #bid'ah

19 Agustus 2011 07.13  

yup, itulah masyarakat kita ya
unik dan menarik sebenarnya.

PPT emang keren
tapi untuk jilid yang sekarang, aku kok udah agak bosen ya

19 Agustus 2011 11.29  

salam sahabat
kembali absen dengan menu SHUSI hehehe
iya vila tingkat 6 naik turun pakai lift kalau pakai tangga tidak kuat hehehe boleh kok kalau mau kenalan ntar saya sampaikan

19 Agustus 2011 14.43  

inilah realitas masyarakat Indonesia dengan budaya ketimurannya :(

19 Agustus 2011 15.06  

miris jg mendapati apa yg digambarkan di PPT kenyataannya ga jauh beda :(, gampang dipengaruhi jg :(

19 Agustus 2011 15.17  

kalo bgtu sama dong,
t4ku banyak yang bgtuan, kadan g masuk akal,, kadan g juga di luar akal,. hehhe,.

19 Agustus 2011 16.24  

Yah, percaya dengan hal-hal mistis yg menjurus ke syirik memang harus diakui sulit dihindari oleh sebagian besar masyarakat kita....

Salam kenal :-)

19 Agustus 2011 22.05  

namanya juga orang hidup, pasti mencari, pasti mendengar. orang sakit pasti cari penyembuh.. orang miskin pasti cari cara lebih makmur.. cuma caranya saja kadang gak masuk akal.. kaya di PPT tuh, masa tora sudiro dijadiin orang suci, hahahaha (maaf komen ngaco :p ).

20 Agustus 2011 05.48  

Tiara - kamu betolll ... masyarakat kita ikut2an -- igat si ponari kan?

20 Agustus 2011 22.55  

gak cuma di Indonesia kok... di Singapur yang udah maju begini juga masih kok. sekarang ni lagi 'hungry ghost month'... jadi orang2 Chinese-Sporean pada pasang sesajen & bakar kertas di hari-hari tertentu.

22 Agustus 2011 11.32  

mkasih postinngannya yahhh...salam kenal...

22 Agustus 2011 15.05  

blognya menarik :)
Ditunggu kunjungan baliknya yah!
terima kasih :)

24 Agustus 2011 14.02  

mungkin emang perlu diluruskan lagi kalo ada hal semacam ini

takutnya menjurus ke syirik
semoga aja saya ga terkena imbasnya

6 September 2011 15.37  

karena masyarakat yang ada tw terlalu terpengaruh sama hal2 yang seharusnya ga perlu di percaya tapi mank sebenrnya ada, tapi kalo kita ga ganggu juga ga bakal di apa2in kan,,,

7 September 2011 11.56  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda